IDFB #15 MISOA KUAH OYONG



Bismillahirrohmanirrohim
IDFB Challenge #15 kali ini temanya adalah kuliner peranakan. Kuliner peranakan adalah makanan yang merupakan campuran dari kebudayaan 2 bangsa, misalnya kuliner Indonesia yang dipengaruhi budaya Tionghoa. Pada jaman dahulu, para imigran Cina sampai ke Asia bagian tenggara dan menetap di Indonesia atau Malaysia serta menikah dengan penduduk setempat. Para penduduk setempat yang dinikahi oleh imigran Cina ini kemudian membuat berbagai masakan yang dipengaruhi oleh masakan Cina dan kemudian disesuaikan dengan bahan-bahan dan kebudayaan Indonesia. Salah satu contoh, bakpao yang berasal dari Cina aslinya berisi daging babi cincang kemudian disesuaikan dengan masyarakat Indonesia yang sebagian penduduknya muslim dan diganti isiannya dengan ayam cincang, kacang hijau, coklat dan sebagainya.

Kuliner peranakan sendiri sangat banyak macamnya antara lain adalah bakpia, bakpao, bakso, lumpia, lontong cap gomeh, wedang ronde, bakcang, kue doko, kue mangkok dan lain sebagainya. Sebenarnya saya ingin sekali membuat kue doko, tetapi ternyata belum sempat juga karena berbagai kesibukan di luar rumah. Akhirnya saya membuat masakan sederhana yaitu misoa kuah oyong.




Menurut Wikipedia Indonesia, misoa atau misua adalah mie halus dan tipis berwarna putih yang terbuat dari tepung terigu. Misoa selalu dijual dalam bentuk kering dan untuk memasaknya, tinggal diseduh dengan air panas. Misoa tidak bisa dimasak terlalu lama karena akan menjadi sangat lembek. 
Bagi masyarakat Cina, misoa melambangkan panjang umur. Pada saat perayaan ulang tahun orang Cina yang sudah tua, biasanya disajikan dan telur yang berwarna merah beserta tulisan "fuk" yang berarti panjang umur dan sehat selalu. Pada upacara pernikahan, pengantin diberi misoa yang disajikan dengan telur rebus berwarna hitam yang juga berarti panjang umur dan dengan harapan mempunyai anak laki-laki dan perempuan. Pengantin biasanya saling menyuapi misoa dengan menggunakan sumpit.
Misoa kuah biasanya disajikan hangat baik untuk anak-anak atau orang dewasa di saat cuaca dingin atau dalam kondisi badan yang kurang sehat. Pada kebudayaan Cina, misoa disantap dengan menggunakan ciu atau arak untuk menghangatkan badan.

Kali ini saya memadukan misoa dengan oyong, udang dan telur kocok. Dengan bumbu-bumbu yang minimalis,  misoa oyong ini tetap terasa nikmat, apalagi bila dinikmati hangat pada saat cuaca dingin.




MISOA KUAH OYONG
untuk 4 porsi

Bahan :
200 gr misoa kering
5 butir bawang putih, memarkan
250 gr udang kupas, bersihkan
2 buah oyong, kupas dan potong-potong
1-2 butir telur kocok lepas
1 liter air (bisa juga pakai air kaldu)
2 sdt garam 
1 sdt gula pasir
1/2 sdt merica bubuk
2 batang daun bawang, iris-iris
2 batang seledri, simpulkan
1 sdm minyak untuk menumis

Cara Membuat :
- Panaskan minyak, tumis bawang putih hingga harum dan berwarna kekuningan. Angkat dan tiriskan.
- Didihkan air atau kaldu, masukkan tumisan bawang putih, bumbui dengan garam, gula pasir dan merica.
- Masukkan udang dan oyong dan masak hingga matang menggunakan api kecil.
- Tuang telur dengan menggunakan saringan, tekan-tekan di atas panci hingga telur berbentuk serabut.
- Menjelang diangkat, masukkan irisan daun bawang dan seledri. Matikan api.

Penyelesaian :
- Siapkan mangkok saji, beri misoa kering di dalamnya.
- Panas-panas tuang kuah ke dalam mangkok dan segera sajikan

Notes :
- Misoa bisa juga dimasukkan ke kuah sesaat sebelum diangkat, tapi jangan terlalu lama agar tidak lembek.
- Bisa menggunakan kuah kaldu udang atau ayam kampung.






Selain menggunakan udang, bisa juga memakai ayam yang dipotong-potong. Telurnya juga bisa memakai telur rebus yang dibelah atau telur yang diceplokkan ke dalam kuah. Silahkan disesuaikan dengan selera keluarga ya. 

Sekarang ini aktivitas IDFB tidak hanya di FB grup ya. Silahkan untuk mengunjungi website baru IDFB di http://www.indonesianfoodblogger.com/.  Thanks for the challenge IDFB.
Special thanks for my Mom Wiwiek Sulistyo for the info about misoa. Hugs

close
==[ Klik 2X ] [ Close ]==