HOMEMADE TELUR ASIN



Alhamdulillah...penantian selama 14 hari terjawab sudah hihihi. Kaya menanti apa aja ya. Ini pertama kalinya aku membuat telur asin sendiri. Selama ini mudah sekali menemukan telur asin di sekitarku dan itu membuatku malas belajar bikin telur asin sendiri. Dapat ide membuat telur asin homemade, karena aku dapat kiriman telur bebek dari seorang teman. Sempat mikir muter-muter mau diolah jadi apa telur asinnya. Idenya mulai dari membuat martabak telur, mie homemade dan cake, tapi jadinya dibuat telur asin aja deh hihihi.

Menurut Wikipedia, telur asin adalah istilah umum untuk makanan berbahan dasar telur yang diawetkan dengan cara diasinkan. Proses pembuatan telur asin ini adalah dengan cara memberikan garam berlebih untuk menonaktifkan enzim perombak. Pada umumnya bahan utama telur asin adalah telur itik atau bebek, tapi bisa juga menggunakan telur lainnya,  misalnya telur ayam biasa. 

Di daerah Jawa Tengah, terdapat sentra pembuatan telur asin di Brebes. Apabila kita melewati kota Brebes, sepanjang jalan kita dapat menemui penjual telur asin. Pada umumnya telur asin, diolah dengan cara direbus, tapi di Brebes kita dapat menjumpai telur asin yang diolah dengan cara dibakar atau dioven. Setiap tahun ketika mudik, kami sekeluarga pasti menyempatkan diri untuk membeli oleh-oleh telur asin khas Brebes ini. Biarpun sudah sering makan telur asin, tapi tetap aja beda kalau menikmati telur asin Brebes hehehe.

Telur asin bisa dibuat dengan cara membuat "lumpur garam" untuk kemudian dibalurkan ke seluruh permukaan telur asin. Lumpur garam ini terbuat dari abu gosok atau tanah yang dicampur dengan air dan garam. Setelah dibalurkan pada telur asin mentah, kemudian disimpan selama kurang lebih 1 minggu baru kemudian dibersihkan dan direbus. Cara lain untuk membuat telur asin adalah dengan merendam telur ke dalam air garam. Ada juga yang mencampurkan bawang putih ke dalam larutan garam tersebut untuk memberikan aroma pada telur asin. Waktu penyimpanan bervariasi antara 2-3 minggu
Untuk membuat telur asin homemade, aku memilih cara yang ke-2 yaitu merendam telur ke air garam.




Aku memakai resep yang disharing Bu Fatmah Bahalwan sedangkan untuk tips dan triknya aku lihat dari blog inspiratif  milik Ummu Fatima Sangat mudah dan anti ribet, tapi memang harus sabar menunggu antara 2-3 minggu ya. Kali ini aku hanya menyimpan selama 16 hari dan Alhamdulillah...rasa  asinnya pas sekali dengan yang kumau. Kuning telurnya juga masir. Kata suamiku, aku disuruh menambah variasi jualan, yaitu telur asin hahahaha..

HOMEMADE TELUR ASIN 

Bahan :
10 butir telur bebek / ayam
500 gr garam kasar
1,5 liter air hangat

Cara Membuat :
- Siapkan toples, bisa memakai toples kaca atau toples tuppy seperti yang kupakai. Pastikan toples tersebut mempunyai tutup yang rapat.
- Isi toples dengan air hangat hingga 1/2 tinggi toples lalu masukkan sebagian garam. Aduk hingga larut. Tambahkan lagi air dan garamnya hingga garamnya benar-benar tidak larut lagi ketika diaduk. Cirinya adalah terdapat endapan garam di dasar toples. Biarkan dingin.
- Siapkan telur bebek, cuci bersih dengan menggunakan spons agar pori-pori cangkang telur sedikit terbuka. 
- Masukkan telur satu per satu ke dalam toples kemudian tutup dan simpan di tempat yang teduh (aku simpan di lemari dapur).
- Simpan telur asin selama 14-21 hari, setelah 2 minggu tukar posisi telur yang di atas ke posisi yang bawah agar asinnya merata (aku tukar posisi telur pada hari ke 8 dan telur asin kusimpan selama 16 hari saja).
- Saat panen, langsung rebus telur selama kurang lebih 30 menit (tergantung banyaknya telur). 
- Setelah matang, bisa langsung diangkat dan didinginkan atau diamkan di dalam panci beserta airnya hingga dingin dengan sendirinya. 

Notes :
- Kalau menginginkan telur asin yang berminyak, proses perendaman bisa dilakukan selama 21 hari, tapi nanti putih telurnya akan terasa sangat asin. 
- Apabila direndam selama 2 minggu rasa asin putih telurnya sudah pas, tetapi kuning telurnya kurang berminyak. Jadi silahkan disesuaikan dengan selera yaa...mau pilih yang mana.




Alhamdulillah walaupun hanya direndam selama 16 hari, tapi ternyata telur asinnya sudah terasa masir dan sedikit berminyak. Rasa asinnya juga sudah pas. Menurut Mbak Judith, untuk menghasilkan telur asin yang berminyak, gunakan waktu yang lama pada saat merebus telur, kurang lebih selama 1 jam. Pada saat merebus telur asin, biasanya air rebusan agak berbusa. Hal ini karena terdapat kandungan garam pada telur yang direbus. Pada proses perebusan yang lama, air berbusa tersebut bisa dibuang dan diganti lagi dengan yang baru. Hal tersebut tidak akan mengurangi rasa pada telur asin. Yang bisa menyebabkan berkurangnya rasa asin pada telur adalah apabila sesaat setelah direbus, telur tersebut didinginkan dengan cara merendam pada air dingin.






Ternyata bikin telur asin gak susah ya hehehe. Yang belum pernah nyoba...yuuk bisa dicobain bikin telur asin sendiri di rumah. In shaa Allah lebih puas dengan hasilnya ^^
Selamat mencoba
close
==[ Klik disini 2X ] [ Close ]==