LBT #26 KUE SATU



Bismillalhirrohmanirrohim
11 Oktober 2013, saatnya parade hasil karya LBT #26 yang temanya adalah kue satu.
Kue satu atau ada juga yang menyebutnya kue satru adalah kue kering tradisional yang ada sejak lama. Di Pontianak kue satu dikenal dengan nama putu kacang. Dahulu kue ini sangat populer, bahkan di setiap hari raya dapat dipastikan kalau kue satu ini wajib ada sebagai hidangan. Kue satu dibuat dari bahan yang cukup sederhana, yaitu tepung kacang hijau, gula yang dihaluskan dan sedikit air. Adonan tersebut kemudian dicetak dan dioven. Tepung kacang hijau dibuat dari kacang hijau baik yang berkulit ataupun yang sudah dikupas. Sebelum dihaluskan kacang hijau tersebut harus disangrai terlebih dahulu. Pada jaman dahulu, kue satu tidak menggunakan proses pemanggangan yaitu cukup dijemur. Hal tersebut memungkinkan karena memang bahan-bahan yang digunakan sudah matang.
Saat ini kue satu memang kalah populer dibandingkan kue kering lainnya seperti nastar, putri salju ataupun kastengel. Walaupun demikian, masih banyak juga yang menggemari kue satu bahkan selalu membuatnya menjelang hari raya.

Sebelumnya aku gak pernah sama sekali membayangkan bisa membuat kue satu. Anak-anakku sendiri bahkan belum pernah memakannya hehehe. Alhamdulillah di LBT #26 ini jadi ada kesempatan untuk belajar membuat kue satu. Bagiku membuat kue satu itu cukup susaaah. Bener-bener butuh ketelatenan. Dimulai dari proses pembuatan tepung, kita harus beberapa kali menghaluskan dan mengayak hingga didapatkan tepung yang halus. Yang juga butuh kesabaran adalah proses mencetak kue satu. Tekstur adonan yang kering, menjadikan kue satu ini cukup rapuh ketika dicetak. Sstt...jempol juga terasa pegel lho karena harus memadatkan adonannya ke dalam cetakan hihihihi. Alhamdulillah semua effort itu terbayar lunas ketika kue satu-nya matang.




 Konon di Betawi, ada resep otentik kue satu yaitu perbandingan tepung kacang hijau dan gula harus 1:1. Namun saat ini tentunya sudah dimodifikasi, karena dengan perbandingan 1:1 bisa dipastikan rasanya akan manis sekali. Banyak resep yang beredar menggunakan perbandingan 2:1, yaitu 2 untuk takaran tepung kacang hijau dan 1 untuk takaran gula. Aku kurangi sedikit lagi agar pas dengan seleraku. Tadinya pengen bikin kue satu yang dimodif dengan memakai isian kismis atau chocochips, tapi takut melenceng dari kue satu yang otentik. Jadinya tetap membuat kue satu original aja. Resep dengan perbandingan 2:1 beserta tips membuat kue satu aku dapatkan dari teh Rosdaniar yang sudah disharing di grup.

KUE SATU

Bahan :

100 gr tepung kacang hijau (dari 150 gr kacang hijau kupas)
40 gr gula pasir halus
2 sdm air matang

Cara Membuat :
- Sangrai kacang hijau kupas dengan api kecil sambil terus diaduk hingga harum. Pastikan jangan sampai gosong ya. Matikan api dan dinginkan.


- Haluskan kacang hijau sangrai dengan memakai blender untuk biji-bijian hingga halus.




- Ayak dengan menggunakan saringan yang halus. Sisa tepung yang masih kasar diblender dan diayak lagi hingga beberapa kali hingga semua menjadi halus.

sebelum diayak


setelah diayak.

- Campur tepung kacang hijau dengan gula pasir halus. Aduk rata.
- Tuang 2 sdm air matang, aduk hingga rata. Apabila dirasa masih terlalu kering, cukup percikkan sedikit air dan diaduk kembali. Jangan menambahkan air terlalu banyak karena bisa membuat kue satu menjadi keras.
- Haluskan campuran tepung dengan menggunakan sendok atau dengan tangan hingga tidak berbulir-bulir.
- Siapkan cetakan kue satu (bisa juga menggunakan cetakan coklat). Tuang adonan ke dalam cetakan sambil dipadatkan. Untuk memudahkan bisa dengan cara memberi alas plastik di cetakan. Tarik perlahan plastik dan keluarkan adonan dari cetakannya. Susun di loyang.



siap dioven

- Oven dengan suhu 140'C hingga matang (kurleb selama 15-20 menit).
- Angkat dan dinginkan baru kemudian disimpan di wadah kedap udara.

Alhamdulillah...walaupun masih jauh dari kata rapi dan mulus, kue satunya selesai juga. Kayanya lebih gampang bikin black forest ya dibanding bikin kue satu. Harus benar-benar telaten dan sabar. Sayang sekali anak-anak kurang suka, jadi Bundanya yang ngabisin semua kue satu ini hihihihi.




Kue satunya gak mulus sama sekali hihihihi.

Thanks for the challenge LBT ^_^

Me, just an ordinary mom. This is my little story from my kitchen. Simple recipe...simple cooking and baking ‘cause I’m only a beginner who want to share.

Bagikan Resep ini kepada orang terdekatmu

Related Posts

Previous
Next Post »

4 komentar

komentar
Friday, 1 January 2016 at 11:28:00 GMT+7 delete

Loyangnya diolesin mentega ato ga mbak?

Reply
avatar
Anonymous
Thursday, 29 June 2017 at 04:39:00 GMT+7 delete

Mbak,klo tepung kcg ijo nya di ganti tapioka bs gaknya?soal nya sy prnh lihat tmn nyuguhinkue satu tp warnax putih bersih,sy cicip rasax tapioka gitu...

Reply
avatar