MIE TITI (MIE KERING MAKASSAR)



Mie Titi atau Ifumie ya ini ? Kok mirip penampilannya. Kalau aku lebih suka menyebutnya sebagai Mie Titi, maksudnya "mirip" Mie Titi heheheh. Mie Titi sendiri dikenal sebagai sajian khas mie yang berasal dari Makassar. Penampilannya memang seperti ifumie, yaitu mie yang digoreng kering yang disiram dengan kuah kental seperti capcay. 

Berdasarkan hasil browsing didapatkan bahwa, Mie Titi awalnya dibuat oleh seorang keturunan Thionghoa yang menetap di Makassar yang bernama Ang Kho Tjao. Hidangan ini dibuat untuk sesama warga Tionghoa yang tinggal di kawasan pecinan di pesisir Makassar. Karena kawasan tersebut berdekatan dengan tempat tinggal warga pribumi, jadilah mie ini menjadi hidangan yang sangat digemari oleh masyarakat umum. Setelah Ang Kho Tjao meninggal maka resep mie ini diturunkan kepada ketiga anaknya, yaitu Hengky, Awa dan Titi. Kedai milik Titi adalah kedai yang paling ramai dan terkenal. Jadilah sebutan Mie Titi menjadi sebutan yang populer hingga sekarang.



Kuah yang disiramkan pada mie kering ini memang mirip dengan capcay. Untuk pelengkapnya biasanya memakai ayam, udang, bakso, wortel, sawi atau bunga kol. Seperti biasanya aku memakai bahan-bahan yang ada di rumah aja ya. Maksa sih kayanya, soalnya gak punya sawi hijau ya pakai sawi putih aja, gak punya bakso ikan ya pakai bakso sapi aja hihihihi. Moga-moga gak terlalu keluar dari pakem mie titi yang baik dan benar ya. 

Resepnya diadaptasi dari Sajian Sedap dan dimodif sesuai bahan-bahan yang kupunya.

MIE TITI

Bahan :
300 gr mie kering, direbus tapi jangan terlalu lunak ya
3 cabe rawit 
1 buah jeruk nipis,diiris tipis
minyak untuk menggoreng

Bahan Kuah :
200 gr dada ayam rebus
5 buah bakso, potong-potong
3 buah sosis, iris tipis serong
100 gr udang kupas
2 buah wortel, iris serong
1/2 bonggol sawi putih, potong-potong
500 ml air kaldu
1 bawang bombay, cincang halus
3 siung bawang putih, geprek dan cincang halus
1 sdm saus tiram
1 sdm kecap ikan
1 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk
1/2 sdt gula pasir
1 butir telur kocok lepas
1 sdm sagu dilarutkan dengan sedikit air
2 batang daun bawang, iris tipis
2 sdm minyak untuk menumis

Cara Membuat :
- Tata mie yang sudah direbus dalam saringan minyak kemudian goreng dalam minyak yang sudah dipanaskan dengan api sedang. Goreng hingga matang dan kering. Angkat dan sisihkan.
- Panaskan minyak, tumis bawang bombay dan bawang putih hingga layu.
- Masukkan dada ayam, udang. Aduk rata dan masak hingga udang berubah warna.
- Masukkan wortel, bakso dan sosis. Tambahkan air kaldu dan bumbui dengan saus tiram, kecap ikan, garam, gula pasir dan merica bubuk.
- Masak hingga wortel lunak kemudian masukkan sawi putih, aduk rata.
- Tambahkan larutan sagu sedikit demi sedikit hingga kekentalan yang diinginkan. Masak hingga meletup-letup.
- Tuang telur yang sudah dikocok lepas ke dalam saringan, tekan-tekan dengan menggunakan sendok hingga telur jatuh ke dalam kuah dan berserabut kasar. Masak hingga matang.
- Tambahkan daun bawang, aduk rata dan matikan api.

Penyelesaian :
- Tata mie kering di atas piring saji kemudian siram dengan kuah dan pelengkapnya.
- Sajikan dengan cabe rawit dan irisan jeruk nipis atau dengan saus sambal favorit.

Notes :
- Gunakan sayuran yang lengkap agar kandungan gizinya lebih banyak dan rasa yang lebih nikmat, misalnya saja memakai sawi hijau, brokoli, bunga kol dan bisa juga ditambahkan jamur.
- Kaldu yang digunakan bisa berasal dari kaldu ayam yang berasal dari air rebusan dada ayam. Aku memakai kaldu udang yang dibuat dari kulit, kaki dan kepala udang yang direbus kemudian disaring.




Alhamdulillah nikmat sekali sebagai salah satu menu untuk berbuka puasa.
Happy cooking ^_^

Me, just an ordinary mom. This is my little story from my kitchen. Simple recipe...simple cooking and baking ‘cause I’m only a beginner who want to share.

Bagikan Resep ini kepada orang terdekatmu

Related Posts

Previous
Next Post »

1 komentar:

komentar
Monday, 14 April 2014 at 08:00:00 GMT+7 delete

Mie titi adalah mie kering khas Makassar, cara membuatnya memang sedikit rumit dan butuh ketelatenan...tapi kalo kita mau sabar pasti hasilnya memuaskan kok...

Reply
avatar