AYAM RICA-RICA



Ayam rica-rica adalah salah satu hidangan yang berasal dari Manado, Sulawesi Utara. Dalam bahasa Manado, rica berarti cabe. Jadi ayam rica-rica tentunya adalah olahan ayam yang bercita rasa pedas. Selain ayam, bahan lain yang bisa dimasak dengan bumbu rica adalah seafood. Tentu saja tetap dengan cita rasa pedas dan segar. Rasa segar bisa didapat dari perasan air jeruk nipis yang dilumurkan ke ayam.
Bumbu-bumbu yang diperlukan sebenarnya cukup sederhana, antara lain adalah bawang merah, bawang putih, jahe, serai dan aneka daun yang bisa menambah cita rasa. Daun yang digunakan diantaranya adalah kemangi,  daun kunyit, daun jeruk, daun bawang dan daun pandan. Kebayang kan gimana enaknya hidangan ini...hmmm... Proses memasak yang lama, membuat bumbu-bumbu meresap hingga ke serat daging ayam, jadi gak cuma pedas di luarnya aja ya.

Ayam rica-rica yang kumasak kali ini seperti biasa menggunakan takaran kira-kira aja ya, disesuaikan dengan kebutuhan. Kali ini juga aku skip penggunaan daun pandan. Bukan karena lupa tapi karena request dari yang order ayam rica-rica ini tanpa pemakaian daun pandan. Mohon maaf kalau sekiranya ayam rica-rica ala dapurku ini melenceng jauh dari versi aslinya ya. Gak ada maksud untuk modifikasi terlalu jauh, hanya berusaha untuk menyesuaikan dengan selera ^_^
Menurutku ayam rica-rica ini lebih enak memakai ayam kampung, pasti rasanya lebih gurih. Tapi karena lagi-lagi menyesuaikan permintaan customer, kali ini aku memakai ayam negeri. 

AYAM RICA-RICA

Bahan :
1 ekor ayam, potong sesuai selera (lebih enak pakai ayam kampung)
1 batang serai, ambil bagian putihnya dan geprek
4 cm jahe, geprek
7 butir bawang merah, iris tipis
1 helai daun pandan, iris-iris (skip)
4 helai daun kunyit, iris-iris
3 helai daun jeruk, buang tulang daunnya dan iris tipis
2 batang daun bawang, iris-iris
1 genggam kemangi (atau sesuai selera)
1 buah jeruk nipis
400 ml air (bisa ditambahkan sesuai kebutuhan)
garam, gula dan merica secukupnya
2 sdm minyak goreng untuk menumis

Bumbu Uleg (jangan terlalu halus ya) :
10 siung bawang putih
10 cabe merah
10 cabe rawit (atau sesuai selera)

Cara Membuat :
- Panaskan minyak, tumis bumbu uleg hingga harum.
- Masukkan serai, bawang merah iris, daun kunyit, daun jeruk, pandan dan jahe. Aduk rata.
- Masukkan ayam, aduk rata kemudian tuang air. Bumbui dengan garam, gula dan merica bubuk.
- Kecilkan api, tutup wajan dan masak hingga air mengering sambil sesekali diaduk. Tambahkan air sesuai kebutuhan.
- Masukkan air jeruk nipis, aduk rata.
- Setelah bumbu mulai mengering, masukkan daun bawang dan kemangi. Aduk rata.
- Angkat dan siap disajikan hangat.





Aromanya aku suka banget. Unik dengan aroma daun-daunan yang berpadu dengan rasa yang pedaaas (haduh bahasanya gak karuan euy >.<) Dinikmati dengan nasi hangat, mantap bener deh. Jangan lupa sedia air putih ya, jadi kalau kepedesan gak perlu lari-lari ke dapur hihihihi. 



Me, just an ordinary mom. This is my little story from my kitchen. Simple recipe...simple cooking and baking ‘cause I’m only a beginner who want to share.

Bagikan Resep ini kepada orang terdekatmu

Related Posts

Previous
Next Post »

9 komentar

komentar
Tuesday, 7 May 2013 at 00:49:00 GMT+7 delete

jd ingat tugas akhir saya dulu bikin paper tentang budaya makan pedas yg samplenya itu masakan manado (baca: rica-rica) dari restoran asli org manado yg ada di yogya... :) ikutan eksperimen jugA bikinnya..seru! ah rica2 emg sadaap.... ;) love your post, mba Nina!

Reply
avatar
Tuesday, 7 May 2013 at 00:50:00 GMT+7 delete

Wah baca post ini jd ingat tugas akhir saya dulu bikin paper tentang budaya makan pedas yg samplenya itu masakan manado (baca: rica-rica) dari restoran asli org manado yg ada di yogya... :) ikutan eksperimen jugA bikinnya..seru! ah rica2 emg sadaap.... ;) love your post, mba Nina!

Reply
avatar
Tuesday, 7 May 2013 at 21:20:00 GMT+7 delete

Thank you mbak ^_^
Wah...kalau itu pastinya rica-rica penuh kenangan ya, karena dijadikan paper. Kuliner tradisional emang seru banget ya mbak :)

Reply
avatar
Thursday, 9 May 2013 at 07:22:00 GMT+7 delete

mbak Nina,rica itu artinya cabe...hehehe

Reply
avatar
Thursday, 9 May 2013 at 20:49:00 GMT+7 delete

Mbak Venny....makasih atas koreksinya ya, ternyata sumberku yang keliru hihihi...*peluuk*

Reply
avatar
Tuesday, 17 September 2013 at 03:36:00 GMT+7 delete

klo gak suka daun pandan biasanya daunnya diiket aja, gk usah diiris2 tipis...
pakenya seiprit aja mbak...
bkn garo rica klo gak dikasih pandan...hehehe
btw, emang pandan kurang cocok buat makanan asin buat sbagian bsar org sumatera sm jawa...

Reply
avatar
Tuesday, 17 September 2013 at 05:57:00 GMT+7 delete

Brarti memang khas-nya di daun pandannya itu ya heheheh. Dulu pernah buat versi lengkapnya, eh...malah diprotes keluarga katanya aneh aromanya hihihihi. Bagi kami orang Jawa memang agak aneh. Tapi next time dicoba sarannya, daun pandan cukup seuprit dan diikat aja. Makasiih masukannya yaaa

Reply
avatar
Thursday, 10 April 2014 at 10:30:00 GMT+7 delete

hmmmmmm yumy yumy enak bener nih kayanya bikin rica-rica..

Reply
avatar
Tuesday, 9 February 2016 at 21:58:00 GMT+7 delete

Mba nina...kok mirip bgt sama resep ayam woku yaaa?

Reply
avatar