TONGSENG SAPI



Bismillahirrohmanirrohim

Saat lagi gak punya ide mau masak apa, biasanya saya mencari inspirasi dengan membuka-buka buku resep, stalking blog dan website atau bahkan stalking blog sendiri hehehe. Seperti halnya kemarin, saya punya daging yang siap diolah tapi bingung mau dimasak jadi apa. Jadilah saya membaca deretan menu yang pernah saya posting di blog dan akhirnya saya ingat kalau udah lama gak bikin tongseng.

Tongseng adalah salah satu masakan tradisional yang konon berasal dari Jawa Tengah. Biasanya di daerah Solo, Yogyakarta, Semarang dan sekitarnya, penjual sate dan gule kambing juga menjual tongseng. Proses pembuataan tongseng memang membutuhkan kuah gule dan juga daging dari sate kambing. Tongseng mirip dengan gule tetapi kuahnya lebih pekat karena penambahan kecap dan rasanya manis pedas. Ciri khas dari tongseng adalah aroma merica yang kuat dan pemakaian daun kol atau kubis. Jadi daun kolnya jangan diskip ya. 

Resep tongseng yang saya posting ini sedikit berbeda dengan yang sudah pernah saya posting disini. Saya tidak punya kuah gule, jadi saya pakai tips dari NCC yaitu menggunakan kuah kari yang terbuat dari bubuk kari yang dimasak bersama air dan santan. Ternyata mirip-mirip juga rasanya dengan kuah gule. Karena kurang suka dengan kambing dan saya juga bisa mengolah daging kambing, jadi saya pakai daging sapi. Bisa juga lho memakai daging ayam, enak juga kok.




TONGSENG SAPI

Bahan :
500 gr daging sapi (saya pakai has dan sengkel), potong dadu
1 liter air
1 sdm bubuk kari
500 ml santan
5 helai daun jeruk
2 helai daun salam
2 batang serai, memarkan
8-10 sdm kecap manis atau sesuai selera
daun kol / kobis, iris kasar
2 buah tomat, belah
3 sdm minyak untuk menumis

Bumbu Halus :
10 butir bawang merah
5 siung bawang putih
2 sdm ketumbar sangrai
1 sdt jintan
1/2 butir pala
1 sdt garam
1 sdt merica butiran

Cara Membuat :
1. Didihkan air bersama bubuk kari, masukkan santan. Aduk-aduk dan masak hingga mendidih kembali. Sisihkan.
2. Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum dan matang. Masukkan daun jeruk, daun salam, serai dan daging sapi. Aduk-aduk hingga daging berubah warna.
3. Tuang kuah, masukkan kecap manis dan masak sambil sesekali diaduk hingga daging empuk. Koreksi rasa sesuai selera dan tambahkan garam, gula pasir atau merica bila dirasa perlu.
4. Menjelang diangkat, masukkan kol dan tomat. Aduk rata sebentar, matikan api dan tutup pancinya.
5. Segera sajikan hangat.

Daun kol dan tomat jangan dimasak terlalu lama ya, jadi masih terasa renyahnya daun kol dan segarnya tomat. Bahkan kadang saya suka juga pakai daun kol mentahan yang tanpa dimasak dulu hehehe. Alhamdulillah...nikmat untuk menu berbuka puasa dan ketika dinikmati lagi saat sahur, tetap enaak.

Selamat mencoba...semoga bermanfaat.
Happy Cooking ^^




Me, just an ordinary mom. This is my little story from my kitchen. Simple recipe...simple cooking and baking ‘cause I’m only a beginner who want to share.

Bagikan Resep ini kepada orang terdekatmu

Related Posts

Previous
Next Post »

4 komentar

komentar
Saturday, 4 July 2015 at 06:19:00 GMT+7 delete

Mba nina...mau tnya seputar kue...misalkan jual kue loyangan,yg menjadi acuan uk loyang atau uk alas kue ya?.. misalkan uk loyang 18cm,uk alas kue yg sama besar itu uk 20cm..mohon dijawab...thanks mba

Reply
avatar
Saturday, 4 July 2015 at 20:07:00 GMT+7 delete

Yg jadi acuan tetap ukuran kuenya mbak Maria

Reply
avatar
Anonymous
Friday, 21 October 2016 at 20:51:00 GMT+7 delete

Mbak nina...kalau pakai pressure cooker jadinya enak gak? Bikin dagingnya jadi kerasa..hm..sepa gak ya (mbak nina tau sepa gak ya, saya gak tau bahasa indonesianya apa😅)

Ardi

Reply
avatar
Monday, 24 October 2016 at 20:46:00 GMT+7 delete

sepa itu maksudnya hambar hehehe. Pastinya lebih enak yang dimasak tanpa pressure cooker karena pemasakan lebih lama dan bumbu lebih meresap. Tapi saya kalau lagi diburu waktu ya sesekali pakai pressure cooker juga kok

Reply
avatar