GEGICAK (IDFB CHALLENGE KREASI DAPUR BERSAMA SAJIAN SEDAP)



Bismillah...
Setelah absen di challenge yang lalu, kali ini saya kembali ikut di challenge IDFB yang temanya adalah Kreasi Dapur bersama Sajian Sedap.  Sajian Sedap merupakan website gabungan dari Majalah Sedap dan Tabloid Saji yang berisi resep-resep dan info kuliner yang menarik. Selama ini Sajian Sedap merupakan salah satu referensi favorit saya ketika browsing resep. Tampilan website yang menarik, disertai foto cantik dan resep yang oke membuat saya sering berlama-lama menjelajah isi Sajian Sedap. Sstt...web Sajian Sedap ini biasa saya buka menjelang tidur lho ketika saya mencari ide menu keesokan harinya. Tinggal kita tulisan bahan yang akan kita olah, klik dan voilaaa....beragam resep menarik bisa kita pilih. Asyik kan.

Untuk Kreasi Dapur bersama Sajian Sedap kali ini saya memilih membuat salah satu jajanan tradisional yang mudah dibuat tetapi juga enak rasanya, yaitu Gegicak. 




Gegicak adalah salah satu makanan tradisional yang berasal dari Kalimantan Selatan. Bagi saya yang tinggal di Jawa, belum pernah merasakan gegicak, bahkan namanya juga saya baru dengar. Ternyata sekilas gegicak ini mirip dengan klepon, karena sama-sama dibuat dari tepung ketan putih dengan pelengkap gula merah dan kelapa parut. Yang membedakan gegicak dengan klepon adalah gegicak ini tidak memakai isian gula merah, sebaliknya gula merahnya disiramkan sebagai sausnya. Selain itu gegicak dimasak dengan cara dikukus, berbeda dengan klepon yang dimasak dengan cara direbus. Ada 2 versi gegicak, yaitu gegicak versi basah atau dalam bahasa Banjar ada yang menyebutnya sebagai kecicak dan satu lagi adalah gegicak versi kering. Gegicak basah atau kecicak, gula merahnya dicampur dengan santan dan parutan kelapa. Sedangkan gegicak kering, gula merah cukup disiramkan di atasnya. Kali ini saya membuat gegicak versi kering ala Sajian Sedap yang resep aslinya bisa dilihat disini

GEGICAK

Bahan :
250 gr tepung ketan
1/2 sdt garam
1 sdt air kapur sirih
150 ml air hangat
50 ml air daun suji (dari 30 lembar daun suji dan 2 lembar daun pandan)
1 sdm minyak goreng untuk olesan

Bahan Saus Gula Merah :
200 gr gula merah, sisir halus
100 ml air
1/4 sdt garam
1 lembar daun pandan, simpulkan

Bahan Taburan :
1/2 butir kelapa parut
1/2 sdt garam
1 lembar daun pandan, simpulkan

Cara Membuat :
1. Campurkan tepung ketan, garam dan air kapur sirih. Aduk hingga rata.
2. Tuang air hangat dan air daun suji sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga rata.
3. Ambil adonan, bentuk bulatan kecil (kurang lebih berat 10 gr), tekan bagian tengahnya dengan jari.
4. Letakkan di daun pisang yang dioles minyak dan kukus selama kurang lebih 10 menit. Angkat dan sisihkan.
5. Saus Gula Merah : rebus air, gula merah, garam dan daun pandan. Aduk hingga gula merah larut dan mendidih. Angkat dan saring.
6. Taburan : Kukus kelapa parut, garam dan daun pandan hingga matang. Angkat.

Penyelesaian :
- Gulingkan gegicak di kelapa parut kukus, tata di piring saji dan siram dengan saus gula merah.
- Siap disajikan.



Gegicak yang siap untuk dikukus. Saya tadi tidak mengukus menggunakan loyang tetapi dengan meletakkan langsung di atas daun pisang yang sudah dioles minyak.







Rasanya dan teksturnya mirip dengan klepon yang kenyal, tetapi kalau kita makan gegicak ini tidak ada "sensasi" gula merah meletus di mulut seperti kalau kita makan klepon. Penyajian yang ditaburi kelapa parut dan disiram saus gula merah ini mengingatkan saya akan cenil. 

Ingin mencoba gegicak?  Yuuk kita bikin sendiri di rumah.
Selamat mencoba ^_^

ASAM-ASAM IGA



Bismillah
Postingan tentang iga lagi !! Tadinya pengen bikin iga penyet lagi karena kebayang nikmatnya nasi hangat dengan iga penyet sambel terasi yang super pedes. Tapi bapak suami tadi request menu yang seger-seger, jadinya harus ganti haluan, iga penyetnya dipending dulu. Sempat mau bikin rawon iga aja, kan enak juga tuh dinikmati anget-anget pas musim hujan gini. Akhirnya aku putuskan bikin asam-asam iga aja. Pagi-pagi udah hunting belimbing wuluh ke tukang sayur, ternyata dari 3 tukang sayur yang aku samperin pada gak bawa belimbing wuluh. Yaa..udah deh, gak usah pakai belimbing wuluh, gantinya aku pakai air asam jawa dan tomat hijau aja. 

Asam-asam iga ini paling enak kalau dimasak super pedas. Tapi seperti biasanya, aku masak gak bisa terlalu pedas karena pasti anak-anak ikut makan juga. Mau bikin masakan yang beraneka ragam juga akunya udah malas dan itu bisa bikin aku umek di dapur seharian donk hihihi. Monggo kalau yang ingin mencoba bikin juga asam-asam iga di rumah. Resep diadaptasi dari Sajian Sedap dan disesuaikan dengan selera keluargaku.




ASAM-ASAM IGA

Bahan :
750 gr iga sapi
2 liter air
2 cm jahe, iris
2 batang serai, iris
1 helai daun salam
5 helai daun jeruk, buang tulang daunnya
2 cm lengkuas, memarkan
1 sdt gula merah, sisir halus
2 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk
1 sdt gula pasir
3 sdm air asam jawa
10 cabe rawit
3 buah tomat hijau, belah
1 batang daun bawang, potong-potong

Bumbu :
3 buah cabe merah, potong jadi 2
7 siung bawang putih, memarkan
5 butir bawang merah, memarkan
2 cm kunyit
---> bakar semua bahan atau bisa juga disangrai

Cara Membuat :
1. Didihkan air, masukkan iga sapi, jahe, serai, daun salam, daun jeruk dan lengkuas. Rebus di atas api kecil hingga harum.
2. Masukkan bumbu bakar, gula merah, garam, gula pasir dan merica bubuk. Tutup panci dan masak dengan api kecil hingga iga empuk.
3. Masukkan air asam jawa, cabe rawit dan tomat hijau, lanjutkan memasak hingga bumbu meresap.
4. Menjelang diangkat, masukkan daun bawang.
5. Angkat dan sajikan hangat.

Alhamdulillah nikmat sekali disajikan ketika masih hangat. Rasanya gurih, asam dan pedas. Menu ini cocok sekali jadi hidangan di saat cuaca sering hujan seperti ini. Bagiku memang lebih mantap kalau memakai belimbing wuluh, tapi dengan memakai air asam jawa dan tomat hijau seperti ini juga enak kok.




Selamat mencoba...Happy cooking

BLACK FOREST MBAK RISNA



Halo...
Nemu beberapa foto orderan yang sempat terdokumentasi sebelum Dapur Nays off untuk sementara waktu. Salah satunya adalah foto black forest orderan Mbak Risna ini. Ingat banget gimana perjuangan waktu membuat black forest ini. Saat itu cuaca lagi panas-panasnya dan itu membuat coklatku jadi rewel banget karena mudah leleh. Kebetulan cake ini akan diambil di rumah Mama yang berjarak kurang lebih 2 km dari rumahku. Walau cuma 2 km dan selama perjalanan full AC, tetap aja pagar coklatnya leleh huhuhu. Mau dipermak gak mungkin lagi karena segala peralatan dan bahan baking ada di rumahku dan waktunya juga sudah mepet untuk dijemput. Akhirnya cake masuk kulkas dan untungnya waktu pengambilan mundur hampir 1 jam. Jadinya cukup waktu buat pagar coklatnya untuk mengeras kembali walaupun hasilnya tetap kurang maksimal.

Alhamdulillah mbak Risna berkenan dengan black forestnya. Untuk cheese cake-nya, in shaa Allah next time ya mbak, kalau dapurnya udah buka lagi hehehe. Matur nuwun untuk orderannya mbak Risna...Barakallah.



BIKA AMBON MINI



Bismilllahirrohmanirrohim
Halo...apa kabar? Akhirnya bisa meluangkan waktu sejenak untuk posting blog lagi. Seperti yang sudah aku ceritakan, kalau akhir-akhir ini memang masih agak repot dengan urusan keluarga jadi acara belajar resep-resep baru sementara libur dulu. Demikian juga dengan Dapur Nays, sementara off sampai waktuku sudah agak longgar. Nah kalau gitu berarti gak masak donk. Alhamdulillah tetap masak yang simpel dan gampang-gampang, tapi udah gak sempat lagi buat foto-fotoin. Selesai masak kan langsung keluar rumah. Jadi ceritanya pergi pagi pulang malam nih hihihi. Alhamdulillah...masih diberi kesehatan ya Aamiin.

Masih dalam rangka penasaran dengan bika ambon, kali ini aku buat yang versi mini. Ceritanya nih terpesona oleh bika ambon buatan teman-teman di grup LBT. Ada beberapa yang membuat dengan memakai cetakan kue lumpur dan hasil seratnya cantik sekali. Penasaran juga kan pengen bisa dan akhirnya aku juga buat. Ternyata membuat bika ambon memakai cetakan kue lumpur tuh harus lebih sabar. Kalau memakai loyang dan dioven, kan kita tinggal menuang adonan di loyang dan mengatur suhu pada oven kita. Kuncinya tentunya mengenali karakter oven kita masing-masing. Kalau memakai cetakan kue lumpur, kita harus sabar menunggu adonannya matang dan dimasak dengan api keciiil. Api yang terlalu besar akan membuat bika ambon mini ini cepat gosong kulitnya tetapi bagian dalam masih belum matang. 




Untuk membuat bika ambon mini, aku memakai resep dari NCC. Untuk 1 resep di bawah ini jadi kurang lebih 28 pcs. Aku membuatnya memakai 2 cetakan kue lumpur, jadi masing-masing hanya memasak 2x saja. Kalau hanya memakai 1 cetakan bisa dibayangkan lamanya berdiri di depan kompor hehehe. Resep bika ambon ini tidak menggunakan mixer, jadi adonan hanya diaduk-aduk saja menggunakan whisker. Untuk waktu fermentasi, minimal selama 2 jam ya, katanya sih semakin lama bisa bagus seratnya. Tadinya sih au pengen membuat yang versi pandan. Udah kebayang bika ambon warna hijau cantik yang harum aroma pandan. Pasta pandannya udah disiapin juga sih tapi ternyata lupa dimasukin...hadeeeh. Resep asli dari NCC bisa dilihat disini

BIKA AMBON MINI

Bahan A :
100 gr tepung terigu protein sedang
200 gr air kelapa segar
11 gr (1 sachet) ragi instan

Bahan B :
16 butir kuning telur
400 gr gula pasir
300 gr tepung sagu tani / tapioka
600 ml santan kental matang
1 sdt garam
1 sdt vanilli bubuk

Cara Membuat :
1. Campur dan aduk rata bahan A. Diamkan selama 15 menit
2. Aduk rata telur, gula pasir, garam dan vanilli. Masukkan bahan A bergantian dengan tepung sagu. Aduk hingga rata.
3. Tuang santan kental matang sedikit demi sedikit sambil diaduk rata. Saring dan fermentasikan adonan selama minimal 2 jam.
4. Siapkan cetakan kue lumpur, panaskan dengan api sedang hingga cetakan benar-benar panas, kemudian kecilkan api.
5. Tuang adonan ke dalam cetakan, biarkan sampai berlubang-lubang baru kemudian tutup. Masak dengan api kecil hingga matang. 
6. Angkat dan siap disajikan

Notes :
- Selain menggunakan cetakan kue lumpur bisa juga menggunakan cetakan muffin atau cetakan oval kecil dan dipanggang dalam oven.
- Jangan menutup cetakan sebelum lubang-lubang kecil terbentuk.
- Adonan yang sudah siap, jangan diaduk-aduk lagi ya cukup buang busa-busa yang ada di permukaan atas adonan.





Tuh liat bika ambonnya sudah berserat tapi memang belum heboh seratnya. Seratnya belum bisa rapat-rapat dan karena kuenya mungil jadi tidak bisa tinggi seratnya. Sepertinya aku kurang lama fermentasinya, karena cuma 2 jam dan suhu udara waktu itu memang agak dingin. Masih penasaran deh aku, ingin membuat bika ambon lagi yang rasa pandan hehehe. 




Selamat mencoba....berkreasi dengan bika ambon yuuk.

CAKE KUKUS PISANG BERBINTIK



Bismillahirrohmanirrohim
Cukup banyak yang menanyakan kepadaku baik melalui inbox, WA, SMS ataupun komen langsung di blog ini apakah bisa beberapa resep banana cake yang pernah kuposting itu dibuat dengan cara dikukus. Menurutku jawabnya adalah "bisa" tetapi untuk gimana hasil jadinya, aku gak bisa kasih review karena memang biasanya untuk cake yang dipanggang ya aku tidak mencobanya untuk mengukus. Untuk membuat cake kukus, aku memakai resep yang lain lagi. Kebetulan memang keluargaku lebih suka dengan cake yang dipanggang, jadi memang aku jarang juga bikin cake kukus kecuali brownies kukus hehehe.

Kebetulan ada banyak 1 buah pisang ambon di rumah, sisa dari rumah sakit. Pisangnya sudah menghitam kulitnya, tidak menarik hati. Nah...kebetulan banget, bisa diolah menjadi cake pisang. Kali ini aku buat yang versi kukus ya, jadi buat yang ingin membuat cake pisang tapi tidak mempunyai oven bisa mencoba resep yang ini. Resep asli diambil dari Sajian Sedap dan sudah dimodifikasi lagi menyesuaikan selera. Kenapa dinamakan berbintik, karena aku memakai meises yang dicampur di adonan. Meises itu yang bikin berbintik di kuenya. Resep ini ekonomis bahannya, tapi rasanya juga oke.






CAKE KUKUS PISANG BERBINTIK

Bahan :
3 butir telur
50 gr gula pasir
25 gr gula palem
1/2 sdt emulsifier
90 gr tepung terigu protein sedang
1/2 sdt kayu manis bubuk
1 buah (100 gr) pisang ambon, lumatkan
60 gr santan kental (aku pakai instan)
50 gr meises

Cara Membuat :
1. Panaskan kukusan, bungkus tutupnya dengan serbet bersih. Olesi cetakan dengan minyak goreng atau bila memakai loyang, olesi minyak dan alasi kertas roti. Sisihkan.
2. Campur dan ayak tepung terigu dan kayu manis bubuk. Sisihkan.
3. Kocok gula pasir, gula pasir, gula palem dan emulsifier hingga mengembang.
4. Masukkan campuran terigu sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga rata.
5. Masukkan pisang bergantian dengan santan instan. Aduk rata.
6. Masukkan meises, aduk rata.
7. Tuang ke dalam cetakan atau loyang hingga penuh. Kukus dengan api sedang hingga matang.
8. Angkat, biarkan hangat dan keluarkan dari cetakan.




Rasanya enak juga, apalagi ada harum aroma kayu manis dan gula palem. Untuk membuat cake pisang memang aku paling senang menambahkan kayu manis dan memakai campuran gula palem. Kalau lebih suka memakai bumbu spekuk juga bisa kok. Bila tidak suka dengan motif bintik-bintiknya, meises bisa diskip atau bahkan diganti memakai chocochips. Kalau pakai chochocips, taburi chocochips dengan tepung terigu agar tidak tenggelam di dasar loyang dan bisa menyebar cantik di seluruh cake. Silahkan disesuaikan dengan selera keluarga aja.

Selamat mencoba ya ^^

BANANA CRUMBLE BROWNIES



Bismillahirrohmanirrohim
Brownies time !! Kayanya memang gak bisa jauh-jauh dengan yang namanya brownies. Paling lama 2 minggu sekali deh, pasti bikin brownies, entah itu eksperimen dengan resep baru atau membuat lagi resep brownies favorit keluarga. Kali ini aku membuat banana crumble brownies. Sebenarnya sih dalam rangka mengolah pisang ambon yang sengaja diumpetin sampai kulitnya kehitaman. Tadinya mau bikin banana cake, tapi baru aja kemarin bikin kan, akhirnya ganti haluan bikin banana brownies aja. Biar tambah enak, aku tambahkan crumble sebagai toppingnya. So...brownies yang nyoklat dipadukan pisang yang bikin moist ditambahkan dengan crumble yang "krenyes-krenyes". Hmmmm...perfect for my tea time.







BANANA CRUMBLE BROWNIES

Bahan :
100 gr Dark Cooking Chocolate (DCC), cincang
75 gr butter
1 butir telur, kocok lepas
200 gr pisang, lumatkan
50 gr gula pasir halus
25 gr gula palem
1/4 sdt garam
100 gr tepung terigu serbaguna
20 gr coklat bubuk (aku pakai yang gelap)
1/2 sdt baking powder

Bahan Crumble :
1 sdt kayu manis bubuk
40 gr gula palem
50 gr chocochips
50 gr almond cincang
---> campur dan aduk rata semua bahan.

Cara Membuat :
1. Panaskan oven 180'C, siapkan loyang 20x20x4 cm. Olesi margarin, alasi kertas roti hingga sisi-sisinya. Sisihkan.
2. Campur dan ayak tepung terigu, coklat bubuk dan baking powder. Sisihkan.
3. Campurkan pisang dan gula pasir serta gula palem. Aduk rata.
4. Tim (double boil) DCC dan butter hingga leleh dan lembut. Angkat dan biarkan hangat kemudian masukkan kocokan telur. Aduk rata menggunakan whisker.
5. Masukkan campuran pisang dan gula. Aduk hingga tercampur rata.
6. Tuang campuran tepung sedikit demi sedikit sambil diaduk rata. Jangan overmix ya.
7. Tuang ke dalam loyang kemudian taburi dengan crumble.
8. Oven selama kurang lebih 15 menit dengan suhu 180'C kemudian turunkan suhu menjadi 150'C. Lanjutkan memanggang hingga matang.
9. Matikan api, biarkan dingin baru dikeluarkan dari loyang dan siap dipotong-potong.

Karena memakai campuran pisang, bisa ditebak kalau tekstur brownies ini jadi moist. Topping crumble membuat banana brownies ini lebih kaya rasa. Paling suka dengan harum aroma kayu manis di toppingnya. 






Nah...bisa jadi salah satu variasi brownies juga kan. Selamat mencoba ya, semoga sesuai dengan selera keluarga.
Banana crumble brownies ini juga jadi salah satu setoranku di event NCC Brownies Week. Here's the badge. Thank you NCC





LBT #35 BIKA AMBON



Bismillahirrohmanirrohim
Event LBT #35 temanya adalah Bika Ambon. 
Bika ambon adalah salah satu kue tradisional Indonesia yang konon dipengaruhi oleh budaya Melayu. Bika ambon dikenal sebagai oleh-oleh yang sangat terkenal dari kota Medan. Konon dahulu awalnya bika dijual di Jalan Ambon - Sei Kera Medan, sehingga dikenal dengan nama Bika Ambon dan bukannya Bika Medan hehehe. Apabila kita berkunjung ke kota Medan, tepatnya di Jalan Mojopahit, kita bisa menjumpai lebih dari 30 toko yang menjual bika ambon.

Bika ambon dikenal sebagai kue yang mempunyai serat-serat cantik dengan rasa manis, gurih nan legit. Serat-serat tersebut diperoleh dari proses fermentasi yang cukup lama. Proses pembuatannya memang lebih rumit dan lama apabila dibandingkan dengan membuat kue-kue yang lain, namun hal tersebut sebanding dengan hasil dan rasanya. Sekarang ini terdapat berbagai macam variasi dan bentuk bika ambon, misalnya rasa pandan, coklat, durian, karamel, keju dan lain sebagainya. 

Ini adalah kali pertama aku membuat bika ambon. Udah lama sih pengen belajar membuat bika ambon sendiri, tapi maju mundur terus karena yang kebayang adalah prosesnya yang lama dan rumit menurutku. Selalu ada yang pertama ya dan di LBT #35 ini aku harus memaksa diriku untuk belajar membuat bika ambon. Dari berbagai resep yang aku baca, akhirnya aku memakai resep Mbak Rachmah yang kulihat dari blog Mbak Hesti. Matur nuwun sharingnya ya Mbak R dan Mbak Hesti. Resep asli bisa klik disini ya. Selain membandingkan beberapa resep, aku juga gugling berbagai tips dan trik membuat bika ambon. Ceritanya nervous bangeeet hahaha. 





Setelah bika ambon matang dan aku keluarkan dari oven, sebenarnya udah gak sabar banget pengen segera diiris biar tahu seperti apa seratnya. Disabar-sabarin dulu deh biar bikanya dingin dan bisa diiris dengan rapi. Ketika pertama kali mengiris...asli deg-deg'an banget. Halaah...kaya mau ulangan aja nih ceritanya. Alhamdulillah....ternyata bika ambonku keliatan seratnya. Biarpun seratnya belum halus dan heboh, tapi itu udah bikin aku senang sekali. Semoga next time kalau bikin lagi, seratnya bisa lebih bagus.


BIKA AMBON

Bahan Biang :
50 gr tepung terigu
20 gr ragi instan
25 gr gula pasir
3 gr garam halus
100 ml air kelapa

Bahan A :
250 gr tepung tapioka / kanji
12 butir kuning telur
4 butir putih telur
275 gr gula pasir

Bahan B :
500 ml santan mentah kental dari 2 butir kelapa
2 gr garam halus
5 helai daun jeruk, buang tulang daunnya
2 helai daun pandan

Cara Membuat :
1. Bahan biang : Dalam suatu wadah, taruh ragi instan, tepung terigu, gula pasir dan garam halus. Tuang air kelapa kemudian aduk / uleni menggunakan tangan hingga adonan rata. Tutup wadah dengan plastik wrap / lap, diamkan 30 menit hingga adonan biang mengembang.
2. Bahan B : Masak santan kental beserta garam halus, daun jeruk dan daun pandan hingga panas saja (tidak usah sampai mendidih). Sisihkan dan biarkan dingin.
3. Bahan A : Kocok semua telur dan gula pasir hingga mengembang. Tuang adonan biang ke dalam tepung tapioka / kanji. Aduk rata menggunakan tangan.
4. Tuang kocokan telur sedikit demi sedikit ke dalam campuran adonan biang + tapioka, sambil terus diaduk menggunakan tangan. Gerakkan telapak tangan naik turun saat mengaduknya (dikeplok-keplok), hingga semua adonan tercampur rata.
5. Masukkan santan kental yang sudah disaring, aduk rata kembali menggunakan tangan dengan cara yang sama (dikeplok-keplok) hingga adonan tercampur rata dan teksturnya halus. Tutup adonan dengan plastik wrap / lap, diamkan selama 3 jam.
6. Panaskan oven 160'C . Siapkan loyang 20x20 cm, olesi dengan minyak (ada yang memberi alas kertas roti tapi aku skip). Letakkan loyang tersebut ke dalam oven selama kurang lebih 15 menit.
7. Siapkan adonan, buang busa-busa yang ada di permukaan adonan dan adonan JANGAN diaduk lagi. Tuang adonan ke dalam loyang.
8. Masukkan loyang berisi adonan ke dalam oven, buka sedikit pintu oven hanya hingga adonan bika ambon di dalam loyang sudah terlihat berlubang-lubang permukaan atasnya (pertanda sudah mulai terbentuknya serat). Tutup pintu oven dan lanjutkan memanggang selama 40 menit.
9. Lakukan test tusuk untuk meyakinkan apakah bikanya sudah matang. Setelah matang, matikan api bawah oven dan nyalakan api atas sebentar saja untuk membuat warna permukaan kecoklatan. Kalau tidak ada api atas, bika ambon bisa langsung dikeluarkan dari oven ya.
10. Diamkan bika ambon di suhu ruang hingga dingin baru dikeluarkan dari loyang dengan bantuan pisau tipis. Potong sesuai selera.

Notes :
- Gunakan air kelapa segar, jangan memakai air kelapa yang sudah menginap semalaman.
- Jangan berpatokan pada suhu dan waktu pemanggangan pada resep, kenali oven masing-masing ya. Pada proses pembuatan bika ambon ini aku memakai suhu 150'C karena ovenku sudah cukup panas pada suhu tersebut.
- Supaya panas merata, sebaiknya loyang bika dialasi dengan loyang yang diberi pasir bersih. Bila tidak ada pasir, bisa menggunakan alas 2 buah loyang yang disusun, jadi total 3 loyang termasuk loyang yang berisi adonan.
- Untuk memperoleh bika ambon yang berminyak dan gurih, gunakan santan asli dari perasan kelapa dan bukan santan instan.








Panjaaang ya resepnya. Itu lah yang awalnya bikin aku keder duluan mau bikin bika ambon. Ternyata setelah dicermati sebenarnya tidak serumit yang aku duga sebelumnya. Kunci dari pembuatan bika ambon ini menurutku ada 2 yaitu proses fermentasi dan kejelian kita mengenali oven yang kita pakai. 
Selain resep tersebut di atas masih ada resep lain dengan metode berbeda yang pengen aku coba. Aku juga penasaran ingin membuat bika ambon memakai cetakan kue lumpur. In shaa Allah...next time dicoba ya.

Fotonya...ampuun deh. Gak kreatif banget, udah gak tau mau digimanain lagi huhuhu. Jadinya fotonya mirip semua kaya gini deh. Di tempat yang sama, props yang sama dan style yang gak ada bedanya. Asli deh yang kebayang, cepat selesai foto dan cepat dibungkus bika ambonnya buat bekal. Buat bekal nih ceritanya.




Happy Baking...Salam LBT

APPLE PIE (WITH FRENCH TART DOUGH)



Bismillahirrohmanirrohim
Halo...lumayan lama ya gak posting resep di blog. Iyuup...sudah memasuki masa-masa sibuk nih, In shaa Allah sampai 2 minggu ke depan, jadi harap maklum kalau nanti agak-agak sepi posting di blog. Mumpung ada waktu senggang, kali ini aku sempatkan posting sebentar ya. Lagi-lagi postingan tentang apple pie.

Dulu sudah pernah juga posting tentang apple pie, bisa dilihat disini dan disini. Yang membedakan apple pie yang kubuat kali ini dengan yang dulu pernah kuposting adalah resep crust pie-nya. Kali ini aku memakai resep "French Tart Dough" ala David Lebovitz. Cara membuatnya cukup unik, yaitu dengan cara memanaskan bahan dalam oven kemudian dicampur dengan terigu dan diaduk hingga kalis. Kali ini aku memakai cara memasak bahan di atas kompor seperti kita membuat adonan choux pastry atau sus. Setelah adonan kalis, bisa langsung dicetak dalam cetakan pie. French tart dough ini juga tidak memakai telur, tetapi hasilnya cukup memuaskan. Teksturnya tetap renyah, asal pada proses pemanggangan kita menggunakan api sedang cenderung kecil sehingga crust matang sempurna. Rasanya "buttery" karena memang menggunakan full butter. Berikut ini resepnya ya

APPLE PIE (WITH FRENCH TART DOUGH)

Bahan Crust Pie :
180 gr butter
2 sdm minyak sayur
6 sdm air
2 sdm gula
300 gr tepung terigu serbaguna

Cara Membuat :
1. Dalam suatu wadah, campurkan butter, minyak sayur, air dan gula. Masak di atas api sedang hingga seluruh butter leleh. Matikan api. 
2. Masukkan tepung terigu. Aduk cepat hingga adonan kalis.
3. Adonan siap digunakan.

Bahan Crust Pie :
3 buah apel (aku pakai apel green beauty)
1 sdt air jeruk lemon (bisa pakai air jeruk nipis)
60 gr gula pasir halus
2 sdm gula aren bubuk 
1/2 sdt kayu manis bubuk
sejumput garam
1 sdm maizena
25 gr  butter beku, potong dadu kecil

Cara Membuat Filling :
- Kupas apel dan iris tipis. Campur dengan air jeruk lemon, aduk rata.
- Masukkan gula pasir halus, gula aren, kayu manis bubuk dan garam. Aduk rata.
- Simpan di lemari es minimal selama 30 menit hingga apel berair atau keluar juice-nya.
- Keluarkan dari lemari es, taburi maizena dan aduk rata.
- Panaskan apel bersama juice-nya di atas api kecil hingga mengental dan apel agak lunak.
- Angkat dan sisihkan.


Penyelesaian :
1. Oles tipis loyang / cetakan pie menggunakan margarin atau minyak.




2. Cetak adonan di loyang, sisakan untuk bagian atas.



3. Tuang adonan filling ke dalam loyang, beri butter beku secara acak di atasnya.



4. Tutup  bagian atas dengan menggunakan sisa adonan. Bisa dibentuk model anyaman atau dicetak menggunakan cookies cutter. Beri olesan kuning telur. 



5. Panggang dalam oven 160'C hingga matang dan berwarna kecoklatan.
6. Dinginkan baru dikeluarkan dari loyang. Siap disajikan







Heran deh aku, kenapa setiap bikin apple pie pasti penampilannya gak cantik huhuhu. Kalau soal rasa...Alhamdulillah sudah puas, keluarga juga suka banget. Tapi ya itu deh...kok gak bisa cantik ya apple pie-nya. Next time better ^^

Selamat Mencoba...Happy Baking 


IGA BAKAR PENYET



Bismillahirrohmanirrohim
Baru aja di postingan yang terakhir ngomongin soal hujan yang tak kunjung datang ya. Alhamdulillah...ternyata 2 hari berturut-turut ini hujan turun dengan derasnya. Ma shaa Allah...seneng banget rasanya, akhirnya merasakan cuaca yang adem dan melihat lagi daun-daun basah dengan air hujan. Alhamdulillah...

Nah ...postingan yang ini gak ada hubungannya dengan hujan, maksudnya gak ada bebikinan yang spesial waktu hujan ini. Maklum dapurnya lagi tutup karena ada beberapa kepentingan yang harus diselesaikan. Sampai seminggu ke depan sepertinya masih belum mencoba resep-resep baru. Tapi in shaa Allah ada beberapa resep yang akan diposting di blog. Mohon doanya yaa...semoga semua urusan terselesaikan dengan baik. Aamiin Ya Rabb.

Ngelantur lagi hihihi. Harap maklum ya. Iga bakar penyet ini dibuat karena pengen banget iga bakar ala-ala resto Teko yang terkenal itu. Karena gak tau resepnya iga bakar Teko, jadi aku kira-kira sendiri deh bumbunya. Alhamdulillah...beda tipis hasilnya, walau masih terasa ada yang kurang. In shaa Allah next time coba lagi. Iga bakar penyet ini disajikan dengan sambel terasi dan lalapan aja. Untuk sayurnya aku juga bikin sayur asem Jakarta. Menurutku kalau lauknya penyetan, memang paling cocok sayurnya bikin sayur asem, ntar sayur asemnya digadoin aja. Seger banget daah..






IGA BAKAR PENYET

Bahan :
500 gr iga sapi
1500 ml air (tambahkan bila perlu)
2 helai daun salam
2 helai daun jeruk
1 batang serai, ambil bagian putihnya dan memarkan
3 sdm kecap manis
garam, gula pasir secukupnya

Bumbu Halus :
7 siung bawang putih
4 butir bawang merah
1/2 sdt merica butiran
3 butir kemiri, sangrai
1 ruas jahe
1 ruas lengkuas
2 sdm gula merah
1 sdt garam

Pelengkap :
sambal terasi
lalapan 
bawang goreng

Cara Membuat :
1. Didihkan air bersama daun salam, daun jeruk, serai dan bumbu halus.
2. Masukkan iga sapi, masak hingga daging pada iga empuk. Apabila saat air menyusut, dagingnya belum empuk bisa ditambahkan air panas sedikit demi sedikit.
3. Menjelang air menyusut, tuang kecap manis, garam dan gula pasir. Test rasa hingga sesuai selera dan terus masak hingga meresap dan air menyusut. Matikan api.
4. Bakar iga sambil sesekali dioles dengan sisa bumbu. Balikkan kedua sisinya.
5. Angkat dan sajikan hangat dengan pelengkap.

SAMBEL TERASI

Bahan :
2 cabe merah / cabe keriting
5 cabe rawit atau sesuai selera
2 butir bawang merah
1 buah tomat
1 sdt terasi yang sudah digoreng
garam dan gula pasir secukupnya
 minyak goreng secukupnya

Cara Membuat :
1. Panaskan minyak, goreng cabe merah, cabe rawit, bawang merah dan tomat hingga layu. Angkat dan tiriskan.
2. Haluskan bersama terasi dan bumbui garam dan gula pasir.
3. Siap disajikan




Lumayan lah...enak juga ternyata. Gak usah jauh-jauh makan iga penyet di Teko ya hihihi. Padahal aslinya memang di tempatku gak ada resto Teko, jadi ya memang harus bikin sendiri.

Selamat mencoba ^_^

RUJAK SERUT



Bismillahirrohmanirrohim
Halo...apa kabar? Udah turun hujan belum di sana? Di tempatku, masih panas banget. Hujan pernah turun beberapa waktu yang lalu, tapi masih belum deras dan sebentar saja. Belakangan ini malah rasanya suhu udara semakin panas, setiap keluar rumah rasanya kulit ini perih banget. Cuaca ekstrim ini sangat terasa bagiku, apalagi aku lebih sering beraktivitas di luar ruangan. Akibatnya bisa ditebak deh, aku yang biasanya jarang banget minum air es, akhirnya setiap pulang ke rumah selalu saja minum air es. Udah gitu kalau pas keluar dan haus, selalu tergoda beli minuman dingin. Lebih komplit lagi makan gorengan jalan terus, ditambah debu dan cuaca seperti ini akhirnya batuk deh. Herannya lagi pas lagi batuk gini, godaan untuk minum yang serba es jadi semakin besar. Apa memang benar gitu ya hihihi. Nah pas Mama bikin rujak serut dingin, aku lah yang paling banyak ngabisin. Parah bener deh heuheuheu.

Belum puas dengan rujak serut buatan Mama, akhirnya pas pulang aku bikin sendiri deh. Pakai buah seadanya aja dan gak pedes, karena anak-anak juga doyan. Jadinya rujak serutku ini pucat ya hihihi. Pastinya udah pada bisa donk bikin rujak serut. Eh ya ada juga yang menyebutnya sebagai rujak gobet ada juga yang menyebutnya dengan rujak pasrah (ciee...). Dinamakan rujak pasrah karena memang dalam bahasa Jawa, ada yang menyebut paruh dengan pasrah hehehe. Jadi bukan pasrah ala-ala sinetron ya. Jadi ngelantur kemana-mana deh ya, dari mulai ngomongin cuaca, batuk sampai si pasrah.




Rujak serut ini dibuat dengan buah sesuai selera aja. Aku tadi cuma pakai timun, bengkoang, mangga muda dan nanas. Bikinnya dikit-dikit aja, kalau kebanyakan bisa gawat, aku bakal terus makan rujak serut dingin. Lebih enak kalau dibuat super pedas, kali ini aku cuma pakai 2 cabe rawit, itu aja udah terasa pedas buat anakku. Setiap membuat rujak serut, aku selalu memasak dulu bumbu sambalnya. Kalau lebih suka dicampurkan langsung tanpa dimasak juga gak apa-apa kok

RUJAK SERUT

Bahan :
1 buah mangga muda, serut
1 buah bengkuang, serut
1 buah timun, serut
1 buah nanas, potong kecil
air secukupnya

Bahan Sambal :
2 cabe rawit (atau sesuai selera)
200 gr gula merah
50 gr gula pasir (atau sesuai selera)
1/4 sdt garam
1 sdm kacang tanah sangrai, haluskan
2 asam jawa, larutkan dengan sedikit air

Cara Membuat :
1. Campur seluruh bahan sambal, masak dengan air secukupnya hingga mendidih dan gula larut. Angkat dan saring kemudian dinginkan.
2. Dalam suatu wadah, campur seluruh buah-buahan, masukkan air sambal dan aduk rata. 
3. Tambahkan air secukupnya dan test rasa hingga sesuai selera. Simpan di dalam lemari pendingin.
4. Siap disajikan dingin.




Selamat ngerujak yaaa ^_^

ALMOND BANANA CAKE





Bismillah...
Ceritanya nih waktu belanja buah ke gerai buah langganan, ngeliat ada pisang cavendish yang sudah mulai menghitam. Sudah matang sekali, tapi tidak busuk dan tampilannya jelas tidak menarik hati. Akhirnya aku beli aja, lumayan cuma dikasih harga 5000 untuk 5 buah pisang cavendish yang lumayan besar. Sebenarnya asli gak punya ide mau dibikin apa dan seperti biasa akhirnya mentok juga deh dibikin banana cake hehehe.
Banana cake memang cukup simpel membuatnya dan mudah divariasikan. Tadinya sempat pengen bikin banana chocochips crumble cake lagi, tapi pas buka-buka kulkas ngeliat masih ada stok almond slice yang lumayan banyak. Jadi...kali ini kita bikin almond banana cake aja yuk. 





Selain almond, bisa juga menggunakan kacang-kacangan yang lain, seperti kenari, mede, walnut atau bahkan kacang tanah cincang. Kalau gak pakai kacang-kacangan juga tetap enak kok, tapi judulnya jadi banana cake aja ya hehehe. Kebetulan waktu aku bikin cake ini, ada teman-teman kakak yang sedang belajar kelompok di rumah, jadi aku bikin agak banyak. Dari resep berikut ini aku dapat 1 loyang cake tulban  ukuran 20 cm dan 6 buah cupcake.

ALMOND BANANA CAKE

Bahan :
230 gr butter
250 gr gula pasir halus
50 gr gula palem
1 sdt vanilla
2 butir telur ukuran besar
350 gr tepung terigu serbaguna
2 sdt kayu manis bubuk
1 sdt baking powder
1/2 sdt soda kue
4 buah pisang, lumatkan dengan garpu (kurleb 400-500 gr)
90 ml, buttermilk (bisa pakai susu cair biasa atau yoghurt cair)
100 gr almond slice (panggang sebentar dan cincang kasar)

Cara Membuat :
1. Panaskan oven 180'C, oles loyang dengan margarin dan taburi dengan terigu. Sisihkan.
2. Campur dan ayak tepung terigu, kayu manis bubuk, baking powder dan soda kue. Sisihkan.
3. Dalam sebuah wadah, kocok butter bersama gula pasir halus dan gula palem hingga lembut dan gula larut (kurang lebih selama 3 menit). Masukkan vanilla, kocok hingga rata.
4. Masukkan telur satu persatu sambil terus dikocok.
5. Masukkan campuran terigu bergantian dengan buttermilk, diawali dan diakhiri dengan terigu. Kocok rata kemudian masukkan pisang yang sudah dihaluskan. Kocok rata sebentar.
6. Masukkan almond cincang, aduk rata. Jangan overmix ya.
7. Panggang selama kurang lebih 40 menit, lakukan test tusuk dan test sentuh.
8. Angkat dan biarkan hangat baru dikeluarkan dari loyang.

Note :
Bila dibuat cupcake, sesuaikan waktu memanggangnya ya, pastinya lebih cepat dibanding dengan waktu memanggang cake ukuran besar. Waktu pemanggangan juga tergantung dari oven masing-masing, jadi jangan terpaku pada waktu yang tercantum di resep.






Selalu suka dengan banana cake, karena walaupun padat, tetapi teksturnya tetap moist. Almond banana cake ini walau sudah diinapkan semalam, tetap moist juga teksturnya. Aroma pisang dipadukan dengan aroma gula palem dan kayu manis, memang selalu cocok ya. Alhamdulillah...


Ini yang versi cupcake. Aku tambahkan sedikit chocochips untuk toppingnya, bisa juga kalau memakai topping almond slice.

Selamat mencoba, semoga bisa jadi salah satu varian banana cake favorit keluarga.
Happy Baking

SOTO MIE



Bismillahirrohmanirrohim
Pertama kali tau soto mie, jaman masih nge-kost di Semarang dulu. Bareng teman-teman kost nyobain menu yang waktu itu terasa aneh namanya, soto mie. Ternyata setelah dicobain, enak banget ya. Kuahnya seger, pakai kol, tomat, daging dan tentu saja risol. Kalau dulu sih judulnya soto mie betawi, ternyata yang lebih ngehits soto mie bogor ya. Aku sendiri gak tau bedanya apa antara soto mie betawi dan soto mie bogor. Di tempatku gak ada yang jual soto mie, jadi kalau mau makan soto mie harus nunggu pas mudik dulu hehehe. Kasian yaa. Nah karena suami request soto mie, jadi aku harus belajar juga bikinnya. Kayanya ini bukan termasuk soto mie betawi ataupun soto mie bogor deh, jadinya soto mie abal-abal ala aku hihihi. Biarpun abal-abal..Alhamdulillah laris manis.

Soto mie ini isiannya terdiri dari daging atau kikil sapi yang dipotong-potong, mie kuning, risol bihun, irisan tomat, kol, jeruk nipis, irisan seledri dan daun bawang serta tentu saja bawang goreng. Ada juga yang menambahkan potongan kentang, tapi kali ini aku gak pakai. Pelengkapnya adalah emping.  Karena versi abal-abal, jadi aku bikin aja dengan bahan yang ada aja ya.

Sebelum bikin soto mie, kita bikin risolnya dulu aja yuk. Risol yang dipakai adalah risol yang isinya bihun dan wortel. Ada pula yang menyebutnya risol kampung. Asal jangan pakai amris aja ya untuk soto mie ini.

RISOL BIHUN

Bahan Kulit :
250 gr tepung terigu serba guna
2 butir telur
1/2 sdt garam
500 ml air (bisa ditambahkan sedikit apabila adonan terlalu kental)
2 sdm margarin, lelehkan

Cara Membuat :
1. Campur tepung terigu dan garam, buat lubang di tengahnya dan masukkan telur. Aduk hingga rata.
2. Masukkan air sedikit demi sedikit sambil terus diaduk hingga adonan halus dan tidak bergerindil. 
3. Masukkan margarin leleh, aduk hingga rata.
4. Panaskan wajan anti lengket dan buat dadar. Lakukan hingga adonan habis.
5. Kulit risol siap digunakan.

Bahan Isian :
200 gr bihun jagung, tuang air panas dan tiriskan
2 buah wortel, potong dadu kecil
7 siung bawang putih, haluskan
5 butir bawang merah, haluskan
1 batang daun bawang, iris halus
1 sdt kecap asin
garam, gula pasir dan merica secukupnya
sedikit air
2 sdm minyak untuk menumis

Cara Membuat :
1. Panaskan minyak, tumis bawang putih dan bawang merah halus hingga harum, masukkan wortel dan sedikit air. Aduk-aduk hingga wortel lunak.
2. Masukkan bihun, bumbui dengan kecap asin, garam, gula pasir dan merica bubuk. Aduk rata dan koreksi rasa.
3. Menjelang diangkat, tambahkan daun bawang, aduk rata.
4. Matikan api dan siap digunakan.

Penyelesaian Risol Bihun :
1. Beri isian pada kulit risol, gulung sambil dipadatkan dan rekatkan ujungnya dengan memakai putih telur atau dengan terigu yang diberi sedikit air. Lakukan hingga habis.
2. Panaskan minyak dan goreng risol hingga berwarna kecoklatan.
3. Angkat dan tiriskan.






Nah...kalau udah bikin risol, kita bisa bikin soto mie-nya atau mau bikin soto mie-nya dulu baru bikin risol juga boleh hahaha. Suka-suka aja deh ya. Kenapa aku bikin risol dulu, soalnya kan waktu menggoreng risol bisa dilakukan bersamaan kita merebus kuah soto mie. Kalau risolnya udah mateng, juga bisa dicemilin kan hihihi.

SOTO MIE

Bahan Soto :
500 gr daging (aku pakai has dan tetelan)
atau ada juga yang pakai kikil
2 helai daun jeruk
1 batang serai, ambil bagian putihnya dan memarkan
2 liter air untuk merebus
garam dan gula pasir  secukupnya
200 gr mie telur (rebus sebentar hingga lunak, tiriskan)
1/2 bonggol kol, iris halus
4 buah tomat, potong-potong
2 sdm minyak goreng untuk menumis

Bumbu Halus :
10 butir bawang merah
7 siung bawang putih
2 sdt garam
2 butir kemiri, sangrai
1/2 sdt merica butiran

Pelengkap :
risol bihun, potong-potong
daun bawang dan seledri, iris halus
jeruk nipis
emping
bawang goreng
kecap manis
sambal

Cara Membuat :
1. Rebus daging atau kikil hingga setengah lunak, angkat daging, potong-potong kemudian saring air kaldunya.
2. Panaskan minyak, tumis bumbu halus, serai dan daun jeruk hingga harum dan matang.
3. Rebus kembali daging dalam air kaldu hingga mendidih, kemudian masukkan tumisan bumbu halus. Bumbui garam dan gula, lanjutkan memasak hingga daging empuk serta bumbu meresap. Jangan lupa test rasa ya.
4. Matikan api, siap disajikan.

Penyelesaian :
1. Siapkan mangkok saji, tata mie kuning, daging, kol, irisan tomat, risol bihun, daun bawang, seledri dan bawang goreng. Tuang kuah soto.
2. Sajikan hangat dengan emping, kecap manis, sambal dan perasan jeruk nipis.

Notes :
- Kalau memakai mie basah, tidak perlu direbus dulu ya, cukup diseduh sebentar dengan air panas.
- Pelengkapnya bisa juga memakai tambahan soun dan kentang kukus atau bahkan kripik kentang.

Ini dia racikan soto mie-nya




Tuang kuah hangat...siap untuk disajikan. Seger banget



Biarpun masih belum mirip dengan versi aslinya...Alhamdulillah bisa jadi tombo pengen maem soto mie. Ntar ya kalau pas mudik, makan soto mie lagi ^^

Happy cooking