GEGICAK (IDFB CHALLENGE KREASI DAPUR BERSAMA SAJIAN SEDAP)



Bismillah...
Setelah absen di challenge yang lalu, kali ini saya kembali ikut di challenge IDFB yang temanya adalah Kreasi Dapur bersama Sajian Sedap.  Sajian Sedap merupakan website gabungan dari Majalah Sedap dan Tabloid Saji yang berisi resep-resep dan info kuliner yang menarik. Selama ini Sajian Sedap merupakan salah satu referensi favorit saya ketika browsing resep. Tampilan website yang menarik, disertai foto cantik dan resep yang oke membuat saya sering berlama-lama menjelajah isi Sajian Sedap. Sstt...web Sajian Sedap ini biasa saya buka menjelang tidur lho ketika saya mencari ide menu keesokan harinya. Tinggal kita tulisan bahan yang akan kita olah, klik dan voilaaa....beragam resep menarik bisa kita pilih. Asyik kan.

Untuk Kreasi Dapur bersama Sajian Sedap kali ini saya memilih membuat salah satu jajanan tradisional yang mudah dibuat tetapi juga enak rasanya, yaitu Gegicak. 




Gegicak adalah salah satu makanan tradisional yang berasal dari Kalimantan Selatan. Bagi saya yang tinggal di Jawa, belum pernah merasakan gegicak, bahkan namanya juga saya baru dengar. Ternyata sekilas gegicak ini mirip dengan klepon, karena sama-sama dibuat dari tepung ketan putih dengan pelengkap gula merah dan kelapa parut. Yang membedakan gegicak dengan klepon adalah gegicak ini tidak memakai isian gula merah, sebaliknya gula merahnya disiramkan sebagai sausnya. Selain itu gegicak dimasak dengan cara dikukus, berbeda dengan klepon yang dimasak dengan cara direbus. Ada 2 versi gegicak, yaitu gegicak versi basah atau dalam bahasa Banjar ada yang menyebutnya sebagai kecicak dan satu lagi adalah gegicak versi kering. Gegicak basah atau kecicak, gula merahnya dicampur dengan santan dan parutan kelapa. Sedangkan gegicak kering, gula merah cukup disiramkan di atasnya. Kali ini saya membuat gegicak versi kering ala Sajian Sedap yang resep aslinya bisa dilihat disini

GEGICAK

Bahan :
250 gr tepung ketan
1/2 sdt garam
1 sdt air kapur sirih
150 ml air hangat
50 ml air daun suji (dari 30 lembar daun suji dan 2 lembar daun pandan)
1 sdm minyak goreng untuk olesan

Bahan Saus Gula Merah :
200 gr gula merah, sisir halus
100 ml air
1/4 sdt garam
1 lembar daun pandan, simpulkan

Bahan Taburan :
1/2 butir kelapa parut
1/2 sdt garam
1 lembar daun pandan, simpulkan

Cara Membuat :
1. Campurkan tepung ketan, garam dan air kapur sirih. Aduk hingga rata.
2. Tuang air hangat dan air daun suji sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga rata.
3. Ambil adonan, bentuk bulatan kecil (kurang lebih berat 10 gr), tekan bagian tengahnya dengan jari.
4. Letakkan di daun pisang yang dioles minyak dan kukus selama kurang lebih 10 menit. Angkat dan sisihkan.
5. Saus Gula Merah : rebus air, gula merah, garam dan daun pandan. Aduk hingga gula merah larut dan mendidih. Angkat dan saring.
6. Taburan : Kukus kelapa parut, garam dan daun pandan hingga matang. Angkat.

Penyelesaian :
- Gulingkan gegicak di kelapa parut kukus, tata di piring saji dan siram dengan saus gula merah.
- Siap disajikan.



Gegicak yang siap untuk dikukus. Saya tadi tidak mengukus menggunakan loyang tetapi dengan meletakkan langsung di atas daun pisang yang sudah dioles minyak.







Rasanya dan teksturnya mirip dengan klepon yang kenyal, tetapi kalau kita makan gegicak ini tidak ada "sensasi" gula merah meletus di mulut seperti kalau kita makan klepon. Penyajian yang ditaburi kelapa parut dan disiram saus gula merah ini mengingatkan saya akan cenil. 

Ingin mencoba gegicak?  Yuuk kita bikin sendiri di rumah.
Selamat mencoba ^_^

Me, just an ordinary mom. This is my little story from my kitchen. Simple recipe...simple cooking and baking ‘cause I’m only a beginner who want to share.

Bagikan Resep ini kepada orang terdekatmu

Related Posts

Previous
Next Post »

2 komentar

komentar
Friday, 28 November 2014 at 18:07:00 GMT+7 delete

Aku tau jajanan itu mba, enakkkkk........dulu pernah di kalimantan selatan soalnya hehehe.....

Reply
avatar
Wednesday, 3 December 2014 at 20:27:00 GMT+7 delete

waah saya malah belum pernah nyobain versi aslinya mbak Wulan. Moga-moga yang dibuat sendiri ini mirip ya hehehe

Reply
avatar