NASI GANDUL KHAS PATI



Bismillah....
Nasi gandul adalah salah satu kuliner khas yang berasal dari Pati - Jawa Tengah. Mirip dengan nasi pindang yang berasal dari Kudus, tetapi kalau nasi gandul tidak menggunakan daun melinjo. Penyajian dan pelengkapnya juga berbeda apabila dibandingkan dengan nasi pindang. Nasi gandul sepintas mirip dengan perpaduan soto dan gule, berupa daging yang dengan kuah yang berwarna kecoklatan dengan rasa gurih manis. Nasi gandul ini begitu khas karena penyajiannya wajib menggunakan daun pisang sebagai alas piringnya. Biasa disajikan dengan berbagai pelengkap, misalnya telur pindang, daging atau jerohan yang dipotong-potong menggunakan gunting atau cukup dengan tempe yang digoreng garing. 

Pertama kali tau tentang nasi gandul, waktu jaman kuliah di Semarang dulu. Di daerah Tembalang ada penjual nasi gandul yang enaak banget menurutku. Saat itu, di Tembalang cuma ada 1 atau 2 penjual nasi gandul. Mungkin kalau sekarang sudah banyak juga ya, maklum aja Tembalang semakin ramai dan maju perkembangannya. Kebetulan sahabatku dulu juga asli dari Pati, jadi dia yang mengenalkan aku pada nasi gandul. Beberapa kali berkunjung ke Pati, ke rumah sahabatku tersebut juga diajak menikmati nasi gandul versi aslinya. Kalau di Pati, warung-warung nasi gandul banyak juga yang memakai daging kerbau sebagai bahannya.

Membaca beberapa resep nasi gandul, ternyata ada beberapa versi. Ada resep yang memakai kluwek dan ada yang tidak. Kebetulan lagi tidak punya stok kluwek di rumah, jadi kali ini aku bikin yang tanpa kluwek. Dulu pernah juga posting tentang resep nasi gandul, bisa dilihat disini. Resep berikut ini beda dengan resep yang pernah kusharing dahulu. Cara pembuatannya juga berbeda karena kali ini aku memasak dagingnya terlebih dahulu, terpisah dengan kuahnya. Mungkin akan sedikit ribet, tapi hasilnya lebih mantap lho. Original recipe diambil dari detikFood dengan berbagai modifikasi menyesuaikan bahan yang ada. 




Kali ini aku hanya memakai pelengkap tempe yang digoreng garing. Sebenarnya paling senang dengan pelengkap telur pindang atau paru goreng, tapi kebetulan cuma punya tempe aja hihihi. 

NASI GANDUL

Bahan Daging  :
500 gr daging, iris lebar
600 ml santan
3 helai daun jeruk nipis
5 sdm kecap manis
2 sdm gula merah, sisir halus
2 sdt garam atau secukupnya
2 sdm minyak goreng

Bumbu Halus Daging :
10 siung bawang putih
5 butir bawang merah
1 sdt ketumbar
1/2 sdt jintan
2 cm lengkuas
2 cm kencur
5 butir kemiri, sangrai

Bahan Kuah :
300 gr tetelan
500 ml santan kental
1500 ml santan encer
2 sdm minyak goreng

5 sdm kecap manis atau sesuai selera
2 sdm gula merah, sisir halus


Bumbu Halus Kuah :
12 siung bawang putih
8 butir bawang merah
2 cm jahe
2 cm lengkuas
2 cm kencur
1/2 sdm merica
1 sdt jintan
5 butir kemiri sangrai
1 sdm ketumbar sangrai
1 sdt terasi
garam secukupnya

Cara Membuat Daging Gandul :
- Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum. Masukkan daun jeruk nipis.
- Masukkan santan, gula merah, kecap manis dan garam. Aduk rata.
- Masukkan daging dan lanjutkan memasak dengan api kecil hingga daging empuk serta bumbu meresap.
- Tiriskan daging, bisa digoreng terlebih dahulu hingga kecoklatan atau langsung dijadikan pelengkap.

Cara Membuat Kuah Gandul :
- Rebus tetelan hingga empuk. Angkat dan potong-potong kecil.
- Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum dan matang.
- Rebus santan encer kemudian masukkan tumisan bumbu ke dalamnya.
- Masukkan tetelan, beri kecap manis, gula merah dan garam.
- Tambahkan santan kental dan masak hingga mendidih sambil sesekali diaduk agar santan tidak pecah. Tes rasa hingga sesuai selera.
- Matikan api

Penyajian :
- Siapkan piring saji, alasi dengan daun pisang.
- Tata nasi di atasnya, beri potongan daging yang sudah digunting-gunting kemudian siram dengan kuah gandul beserta tetelannya.
- Taburi dengan bawang goreng dan siap disajikan.

Kalau terasa ribet membuatnya, bisa juga dengan langsung mencampurkan daging dengan kuah seperti yang dulu pernah kuposting ya. Jadi sekali saja masaknya.
Alhamdulillah....jadi menu berbuka puasa yang nikmat sekali. Kuah gandul yang kaya rempah-rempah, menjadikan rasanya sungguh sedap. Seperti halnya masakan Jawa Tengah, nasi gandul ini terasa manis dan gurihnya.





Tidak harus pergi ke Pati kan kalau ingin menikmati nasi gandul hehehe. Kita bisa membuatnya sendiri, bahkan menjadikan nasi gandul ini sebagai salah satu hidangan spesial di hari raya nanti.
Selamat mencoba ya 

Me, just an ordinary mom. This is my little story from my kitchen. Simple recipe...simple cooking and baking ‘cause I’m only a beginner who want to share.

Bagikan Resep ini kepada orang terdekatmu

Related Posts

Previous
Next Post »

9 komentar

komentar
Anonymous
Saturday, 26 July 2014 at 21:19:00 GMT+7 delete

mauuuuu mbak,menu favorit keluarga niy.....

Reply
avatar
Tuesday, 29 July 2014 at 19:07:00 GMT+7 delete

Wah nasi gandul sekarang udh mulai dikenal. posting resep carang madu jg dong bu, itu cemilan khas pati. aku suka banget sama cemilan yg satu itu. hehehe...

Reply
avatar
Monday, 11 August 2014 at 21:35:00 GMT+7 delete

waah terima kasih masukannya mbak Finaros, saya belum pernah mencoba carang madu, cuma pernah baca aja. Konon khas Jepara atau Pati juga ya. Semoga nanti ada kesempatan untuk bikin ya mbak

Reply
avatar
Friday, 22 August 2014 at 21:35:00 GMT+7 delete

Haduuuuuw mbak nina. Jadi mupeng beraaat. Dulu sering makan nasi gandul ini di jogja. Secara ada tetangga yg buka warung khas pati ini. Sayang, skrg udh tutup. Kpn2 ku ijin contek resepnya ya. Ni endess loh dimakan sama sate kerang. Salam kenal. Ridha di Balikpapan.

Reply
avatar
Monday, 25 August 2014 at 22:20:00 GMT+7 delete

salam kenal Ridha...toos dulu ah sesama penggemar nasi gandul. Iya betul dimaem pakai sate kerang enak banget, sayangnya aku belum pernah bikin sate kerang sendiri mbak hehehe

Reply
avatar
ida dwi akhsofani
Friday, 12 September 2014 at 21:41:00 GMT+7 delete

salam kenal mba nina..
wah ternyata kita sama alumni tembalang jg,saya dulu suka beli di deretan jalan antara politek dan toko tembalang,namanya daerah apa ya saya lupa...buat anak kos ky saya waktu itu harganya lumayan...tapi seneng banget bisa nemu resep nasi gandul disini,bisa ngobati rasa kangen ma tembalang...

Reply
avatar
sofia
Thursday, 25 June 2015 at 10:40:00 GMT+7 delete

assalamualaikum...mbak,untuk 500 gr daging santannya dr brp buah kelapa? penggunaan santannya lumayan ya mbak...

Reply
avatar
Friday, 26 June 2015 at 06:28:00 GMT+7 delete

Waalaikumsalam...kalau saya 1 aja cukup mbak

Reply
avatar
Saturday, 30 January 2016 at 04:37:00 GMT+7 delete

Baru dua kali nyoba nasi gandul dan bikin ketagihan hehe :D lha emang nasi gandul itu biasanya ada tempenya juga ya? Trus dagingya itu daging sapi kan, bagain apa aja ya? Kok kayanya di jogja agak beda hehe

Reply
avatar