Tuesday, July 1, 2014

DENDENG KECAP - SEMUR ALA PEKALONGAN



Bismillahirrohmanirrohim...
Dendeng kecap yang satu ini berbeda dengan dendeng yang umum kita ketahui. Biasanya dendeng berupa daging yang diiris tipis kemudian dimasak kering. Dendeng kecap yang ini adalah sejenis semur yang merupakan salah satu makanan khas Pekalongan - Jawa Tengah. Entah kenapa ya kok dinamakan dendeng kecap, karena memang tidak mirip dengan dendeng. Bahkan setauku ada yang menyebutnya pindang kecap. Kebetulan Mama dan Papa asli dari Pekalongan, sehingga kami sering menikmati dendeng kecap ini. Dalam tradisi keluargaku, dendeng kecap jadi salah satu menu yang disajikan apabila ada acara kumpul keluarga. Biasanya disajikan dengan megono dan tentu saja tauto atau soto Pekalongan. Selain dendeng kecap, megono dan tauto, masih ada lagi makanan khas Pekalongan yaitu pindang tetel yang mirip dengan rawon dan juga kluban bothok, yaitu sejenis lodeh yang disajikan dengan urap di atasnya. Aku tentu saja paling favorit dengan tauto donk hehehe.

Kembali ke dendeng kecap, yang membedakan dengan semur biasa adalah rasanya yang ada semburat pedasnya. Tidak terlalu heboh sih pedasnya, masih bisa ditolerir oleh anak-anakku dan itu juga yang bikin rasanya unik. Pernah juga ngerasain dendeng kecap yang super pedas...ya Allah...ternyata enak bangeeet. Bumbu-bumbunya juga sangat sederhana, hanya menggunakan bumbu iris saja, tapi rasanya enak lho. Selain menggunakan daging sapi, ada pula dendeng kecap yang menggunakan daging kambing. Kalau keluargaku biasanya memang menggunakan daging sapi has dalam yang lebih empuk agar anak-anak gampang maemnya. Aku sebenarnya jarang masak dendeng kecap ini karena selalu nebeng Mama kalau pas beliau masak ini hehehe. Kebetulan kemarin sehari sebelum Ramadhan aku masak dendeng kecap, jadi disempatin lah foto-foto sebentar. 






DENDENG KECAP

Bahan :
500 gr daging has dalam, potong-potong
2 buah kentang, potong-potong dan goreng 
10 butir telur puyuh (enak juga pakai telur ayam)
7 butir bawang merah, iris tipis
5 butir bawang putih, iris tipis
2 helai daun salam
2 cm lengkuas, memarkan
4 cabe merah, iris serong (atau sesuai selera)
1 buah tomat, belah dan potong-potong
10 sdm kecap manis
1 sdm gula merah, sisir halus
1500 ml air
garam dan gula pasir secukupnya
1 batang daun bawang, iris tipis.
2 sdm minyak untuk menumis

Cara Membuat :
- Panaskan minyak, tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum dan layu.
- Masukkan daun salam, lengkuas dan irisan cabe. Aduk hingga rata.
- Masukkan daging, aduk-aduk hingga berubah warna.
- Tuang air, kemudian masukkan kecap manis, gula merah, garam dan gula pasir. Kecilkan api dan tutup, masak hingga mendidih.
- Setelah daging agak lunak, masukkan kentang, telur dan tomat. Masak kembali bumbu meresap dan daging lunak. Test rasa.
- Sesaat sebelum diangkat, masukkan daun bawang. Masak sebentar dan angkat.
- Hidangkan dengan taburan bawang goreng.

Note :
Apabila daging terasa belum lunak dan air sudah menyusut, bisa ditambahkan air panas ya dan tambahkan lagi bumbu-bumbu secukupnya hingga rasanya pas sesuai selera.




Bagiku, pasangan yang paling pas untuk dinikmati dengan dendeng kecap ini bukan megono, tapi tempe goreng tepung hehehe. Maklum aku kurang suka dengan megono. Dinikmati dengan nasi hangat dan setelah itu gadoin sayur bening bayam...Alhamdulilah nikmatnya ^^
Karena simpel cara pembuatannya, dendeng kecap ini cocok banget disajikan sebagai salah satu menu sahur atau berbuka puasa. Monggo dicoba yaaa


2 comments:

uka said...

Ortu saya jg org pekalongan mba. Sy suka sekali makanan sana. Oya salam kenal, saya uka Jogja. Sekalian minta ijin nyontek utk praktik resep2nya heheeee.

Bunda Nina said...

Salam kenal Uka...kenal juga kaan dengan makanan yang 1 ini. Brarti suka tauto juga kan hihihi. Monggo dicoba resepnya ya Uka, semoga sesuai dengan selera ^^