MONTHLY EVENT PI #34 BUBUR AYAM



Bismillahirrohmanirrohim

Late post! Harusnya ini adalah postingan untuk bulan lalu, sudah disharing di grup PI sih, tapi baru di bulan Juni ini diposting di blog hehehe...biasaaa.
Kali ini aku membuat bubur ayam. Bubur ayam adalah bubur yang terbuat dari beras yang dimasak bersama air kaldu dalam jumlah banyak sehingga teksturnya lembut dan sedikit berair. Bubur ayam disajikan panas atau hangat sehingga sangat cocok disajikan sebagai salah satu menu sarapan. Bubur ayam sendiri merupakan salah satu menu masakan Indonesia yang mendapat pengaruh dari masakan Cina, sehingga ada juga yang mengatakan bahwa bubur ayam adalah salah satu menu peranakan. Bubur ayam juga ada beberapa versi, antara lain bubur ayam kuah kuning, bubur ayam betawi, bubur ayam nonya dan lain sebagainya. Biasanya bubur ayam berisi suwiran ayam, irisan cakwe, kedelai goreng, irisan seledri dan daun bawang, kecap manis, kecap asin, merica bubuk serta disajikan bersama krupuk atau emping. 
Sepertinya bubur ayam sudah cukup familiar ya, banyak juga penjual bubur ayam yang dengan mudah kita jumpai di sekitar kita. Di dekat rumahku juga ada penjual bubur ayam yang ramee banget. Tapi tidak ada salahnya kan kalau kita membuat bubur ayam sendiri. Karena bikin sendiri, jadi isiannya ya ala bunda banget alias seadanya. Gak punya kedelai goreng, gak punya emping, jadi ganti krupuk udang kecil aja. Kali ini aku buat bubur ayam yang tanpa kuah. Karena tidak memakai kuah, jadi buburnya harus dibuat lebih lembut. 

Sedikit cerita tentang bubur ayam, aku mulai suka dengan bubur ayam sejak masih nge-kost di Semarang dulu. Kalau hari Minggu bisa dipastikan deh, sering ngantri di tukang bubur ayam. Kalau dulu bubur ayam di daerah Semarang atas dan Semarang bawah beda lho. Kebetulan aku tinggal di Semarang bagian atas, dimana bubur ayamnya disajikan dengan kuah kuning. Sedangkan di daerah Semarang bagian bawah, bubur ayamnya tanpa kuah kuning. Kalau ditanya enak yang mana, pasti aku jawab enak semua hihihi. Dulu kalau pas turun ke Semarang bawah, biasanya beli bubur ayam di sekitar Simpang Lima.  Kalau sekarang...entah gimana ya, belum pernah beli bubur ayam lagi di Semarang hehehe.






BUBUR AYAM

Bahan :
200 gr beras, cuci bersih
2 liter air
1/2 ekor ayam kampung
1 sdm garam halus (atau sesuai selera)
5 sdm santan kental

Pelengkap :
2 cakwe, iris tipis
telur rebus, belah jadi 4 bagian
1 batang seledri, iris halus
2 batang daun bawang, iris halus
kecap asin, kecap manis dan merica bubuk secukupnya
kerupuk atau emping

Cara Membuat :
- Masukkan beras dan ayam ke dalam panci. Tuang air dan beri garam. Rebus sambil diaduk hingga mendidih.
- Angkat ayam, goreng sebentar dan suwir-suwir. Sisihkan.
- Tambahkan santan kental ke dalam adonan bubur dan Teruskan memasak  sambil diaduk hingga kuah mengental. Angkat..
- Siapkan mangkok saji, tuang bubur beri kecap manis, kecap asin dan merica bubuk sesuai selera. Beri taburan ayam, cakwe, daun bawang dan seledri. 
- Segera sajikan hangat.





Biasanya di penjual bubur ayam, disajikan juga berbagai macam lauk pelengkap, misalnya sate telur puyuh, sate ati ampela atau juga sate usus. Kalau aku pas gak bikin lauk pelengkap, jadi isiannya  seadanya aja ya. Itu juga cakwenya beli, karena aku belum pernah bikin cakwe sendiri hehehe. Bikinnya juga gak lama kok, jadi bisa lah kita menyajikannya untuk menu sarapan keluarga. Alhamdulillah tetap terasa nikmat. 
Eh ya kalau membuat bubur ayam, sebenarnya takaran air jangan terlalu dijadikan patokan ya karena tergantung juga dengan jenis beras yang kita pakai. Kebetulan dengan takaran air seperti yang ditulis di resep di atas, aku udah merasa pas dengan teksturnya yaitu lembut tapi tidak terlalu berair. 




Bubur ayam ini special untuk monthly event Pawon Ibu #34 dengan tema Menu Sarapan ^_^

Me, just an ordinary mom. This is my little story from my kitchen. Simple recipe...simple cooking and baking ‘cause I’m only a beginner who want to share.

Bagikan Resep ini kepada orang terdekatmu

Related Posts

Previous
Next Post »