LBT #31 BAKPIA PATHUK UBI UNGU



Bismillahirrohmanirrohim...
Tema dari LBT #31 adalah Bakpia. Bakpia adalah makanan yang terbuat dari campuran kacang hijau dengan gula yang dibungkus dengan tepung kemudian dipanggang. Istilah bakpia sendiri berasal dari dialek Hokkian (Hanzi :  肉餅), yaitu dari kata "bak" yang berarti daging dan kata "pia" yang berarti kue sehingga secara harfiah berarti kue berisikan daging. Di Indonesia kemudian dikenal dengan nama pia atau kue pia.


Bakpia termasuk salah satu masakan yang populer dari keluarga Cina atau Tionghoa. Bakpia yang cukup dikenal salah satunya berasal dari daerah Pathok (Pathuk), Yogyakarta. Mengingat masyarakat Jogja cukup banyak yang beragama Islam, pada perkembangannya, isi bakpia yang semula daging babi pun diubah menjadi kacang hijau. Kemudian rasa-rasa dari bakpia dikembangkan menjadi cokelat, keju, kumbu hijau, dan kumbu hitam. Di desa Pathok, dulunya penduduk tidak mengenal istilah "merek", sehingga bakpia yang dijual hingga saat ini berlabel "nomor rumah produsen", misalnya nomor 75. Kemudian barulah muncul beberapa merek bakpia yang bukan dari nomor rumah, seperti Djava dan lain-lain.
Pada perkembangannya, bakpia semakin populer dan tidak hanya menjadi "milik" daerah Yogyakarta saja. Sekarang ini kita dengan mudah menjumpai bakpia telah menjadi oleh-oleh khas dari beberapa daerah, misalnya Bali dengan Pia Legong atau Malang dengan Bakpia Telo. 




Bakpia sendiri terdiri dari bakpia basah dan bakpia kering. Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat kedua jenis bakpia tersebut sebenarnya sama saja. Yang membedakan adalah cara pembuatannya. Bakpia basah dibuat dengan melipat adonan 1x saja kemudian adonan direndam di dalam minyak. Sedangkan bakpia kering dibuat dengan melipat adonan selama beberapa kali. Proses melipat adonan selama beberapa kali ini lah yang membuat bakpia kering terlihat berlapis-lapis dan terasa renyah. Membuatnya mirip dengan kalau kita membuat kulis pastry. Untuk isiannya sekarang sudah terdapat berbagai macam variasi, tidak hanya terpaku pada isian kacang hijau. Isian yang bisa digunakan antara lain adalah coklat, keju, aneka kacang-kacangan, ubi dan juga selai. Ada juga bakpia basah yang teksturnya empuk mirip dengan roti. Proses pembuatannya menggunakan ragi seperti proses pembuatan roti. Adonannya dibentuk kecil-kecil dengan isian mirip dengan bakpia. 

Untuk LBT #31 ini aku membuat bakpia ala Pathuk dengan isian ubi ungu. Bakpia ala Pathuk ini termasuk salah satu jenis bakpia basah. Untuk isiannya aku memakai ubi ungu yang memang kebetulan aku punya stok frozennya di kulkas. Sebenarnya paling suka dengan bakpia isi kacang hijau, tapi ternyataa....sedang gak punya stok kacang hijau di rumah. Jadi pakai yang ada aja ya. Resep yang kupakai adalah resep Mbak Diah Didi.



BAKPIA PATHUK UBI UNGU

Bahan Lapisan I :
125 gr tepung terigu protein sedang
65 gr tepung terigu protein tinggi
2 sdm gula pasir
1/2 sdt garam
100 ml air
200 ml minyak sayur (50 ml untuk dicampurkan adonan dan 150 ml untuk merendam)

Bahan Lapisan II :
65 gr tepung terigu protein sedang
25 ml minyak sayur
1/2 sdm margarin

Bahan Isian Ubi Ungu :
250 gr ubi ungu, kukus dan haluskan
4 sdm gula pasir halus
2 sdm susu bubuk
2 sdm margarin

Cara Membuat :
- Isian Ubi Ungu : Campur semua bahan menjadi satu kemudian bentuk bulat-bulat. Apabila bahan isian terasa terlalu lembek, bisa dipanggang sebentar sekitar 5 menit agar "kesat" baru kemudian dibentuk bulat.
- Lapisan II : Campur semua bahan menjadi satu, aduk rata dan sisihkan.
- Lapisan I : Panaskan air, tidak usah sampai mendidih kemudian masukkan gula. Aduk rata hingga gula larut.
- Campur terigu dan garam kemudian tuang air larutan gula, uleni hingga rata. Tuang minyak sayur, uleni hingga adonan kalis. Awalnya adonan akan terasa sangat basah oleh minyak, jangan khawatir teruskan menguleni hingga didapatkan tekstur yang kalis.
- Bagi lapisan I dan II menjadi beberapa bagian sama rata. Aku menimbang lapisan I kurang lebih @17 gr dan lapisan II kurang lebih @5 gr. Bentuk bulat.
- Ambil 1 bagian lapisan I, gilas dan tambahkan lapisan II di atasnya hingga rata. Lipat bentuk amplop kemudian satukan ujung-ujungnya (bentuk bulat).  Lakukan hingga adonan habis.
- Rendam adonan di dalam minyak selama 15 menit. Jangan terlalu lama merendam agar teksturnya tidak kering.
- Setelah 15 menit, angkat bakpia dari rendaman minyak dan tiriskan.
- Gilas adonan, beri isi dan bentuk bulat pipih. Buat sedikit lipatan bagian bawah agar bentuknya rapi. Lakukan hingga habis.
- Panggang dalam oven 200'C selama 15 menit hingga permukaannya kecoklatan, balik bakpia hingga sisi lainnya kecoklatan.
- Angkat dan dinginkan.







Sebenarnya kemarin ada juga fotoin beberapa step dari pembuatan bakpia ini, tapi ntar ya postingnya fotonya belum dipindah ke laptop hehehe. Biasaaa...lagi kumat malesnya. 
Enak juga sih bakpia isi ubi ungu ini, walau aku tetap lebih suka yang versi original pakai isian kacang hijau. Alhamdulillah bakpia ubi ungunya laris manis, tapi tetap aja ditagih kapan bikin yang isian kacang hijau hehehe. In shaa Allah nanti bikin juga yaa..




Terima kasih untuk challenge-nya LBT. Berkat LBT jadi merasakan bikin bakpia sendiri. Ternyata tidak sesulit yang dibayangkan. Memang yang penting kita mau mencoba terlebih dahulu baru tau dimana tingkat kesulitannya. Salam LBT ^^

Me, just an ordinary mom. This is my little story from my kitchen. Simple recipe...simple cooking and baking ‘cause I’m only a beginner who want to share.

Bagikan Resep ini kepada orang terdekatmu

Related Posts

Previous
Next Post »

1 komentar:

komentar