IGA KUAH PEDAS



Beberapa hari ini kondisi badan agak kurang sehat karena terkena flu. Mungkin karena kecapean atau juga karena faktor cuaca. Disini siang hari terik sekali sampai terasa perih menusuk kulit, tapi sore harinya bisa turun hujan deras. Alhamdulilah. Kalau udah kaya gini, pengennya makan yang pedas-pedas. Bakso super pedas sudah, mie kuah pedas juga sudah, saatnya membuat iga yang juga pedas hihihi. 
Kebetulan di kulkas masih ada stok iga. Rencana awal membuat rawon iga, akhirnya ganti haluan menjadi iga kuah pedas. Sempat pengen membuat sup iga asam pedas, tapi cari belimbing wuluh gak dapet-dapet. Kalau cuma pakai tomat hijau saja menurutku kurang mantap asamnya. 

Biasanya iga sering dibuat menjadi menu iga bakar atau iga goreng ya. Iga kuah pedas ini bisa menjadi variasi  selain iga bakar atau goreng yang sudah cukup populer. Bikinnya gampang aja kok, cuma memang membutuhkan waktu yang lama saat merebus iga agar benar-benar empuk dagingnya. Kalau aku biasanya pakai presto kurang lebih 20 menit agar dagingnya empuk. Ambil air kaldunya dan saring, siap deh dimasak. 




IGA KUAH PEDAS

Bahan :
1 kg iga
2 liter air (tambahkan bila perlu)
8 lembar daun jeruk, buang tulang daunnya
2 batang serai, ambil bagian putihnya dan memarkan
10 cabe rawit
3 sdt garam
2 sdt gula pasir
1 sdm minyak untuk menumis

Bumbu Halus :
7 siung bawang putih
5 butir bawang merah
2 cabe merah
10 cabe rawit
3 butir kemiri, sangrai
1/2 sdt ketumbar
1 sdt merica butiran

Cara Membuat :
- Rebus iga hingga empuk (aku pakai panci presto selama 20 menit). Ambil kuah kaldunya, saring dan masukkan kembali iga.
- Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum kemudian masukkan ke dalam rebusan iga.
- Tambahkan daun jeruk, serai dan cabe rawit. Bumbui dengan gula dan garam.
- Tutup panci dan masak hingga bumbu meresap. Test rasa hingga sesuai selera.
- Angkat dan hidangkan hangat.


Whuaaah...segar dan mantap pedasnya. Pedasnya tidak hanya terasa dari cabe yang dipakai tapi pedas mericanya juga terasa. Benar-benar obat flu mujarab buatku hahaha. Ternyata setelah diinapkan, malah jadi lebih enak lho. Kuahnya menjadi lebih keruh, bumbu semakin meresap dan tambah pedas. Kalau foto-foto ini sesaat setelah matang, jadi kuahnya masih bening. Biarpun pedas, ternyata anak-anakku doyan lho. Kakak dan adik memang gak berani pakai kuahnya karena memang kuahnya itu yang pedas banget, jadi mereka asyik deh mencari-cari daging yang masih menempel di iga hahaha. Kayanya memang itu yang paling seru kalau menikmati iga.
Selamat mencoba ^^


Me, just an ordinary mom. This is my little story from my kitchen. Simple recipe...simple cooking and baking ‘cause I’m only a beginner who want to share.

Bagikan Resep ini kepada orang terdekatmu

Related Posts

Previous
Next Post »

3 komentar

komentar
Wednesday, 19 March 2014 at 23:06:00 GMT+7 delete

hahaha...setelah kemarin seblak jadi obat puyeng, sekarang iga pedas jadi obat flu xixixi

Reply
avatar