MINI APPLE PIE



Masih punya stok apel di rumah, kemarin sudah dibuat bread pudding, sudah dibuat juice dan juga langsung dimakan. Apple pie adalah salah satu snack favorit suamiku, jadi tak ada salahnya kalau sisa apel itu diolah menjadi apple pie. Bagiku membuat apple pie membutuhkan effort yang lumayan juga, jadi harus benar-benar diniatin deh sampai akhirnya jadi apple pie idaman hihihih. Postingan tentang apple pie sudah pernah kutulis disini dan kali ini aku membuat versi mini.

Mini apple pie ini dibuat berdasarkan resep pada buku Pastry & Pie Populer karangan Teh Ike Hermawan dan Wulan Sucipto. Beliau berdua adalah senior-seniorku di IDFB dan aku sudah lama sekali mengagumi hasil karya beliau. Resep dan foto-foto cantik beliau bisa dilihat langsung di blog pribadinya yaitu Pawonike dan Lilkitchen Wulanphotoscape.
Back to my apple pie....resep crust dan isiannya hanya aku modif sedikit saja dari resep asli pada buku tersebut ya. Please check the recipe...




MINI APPLE PIE


Bahan Crust / Kulit Pie :
250 gr tepung terigu serbaguna
125 gr butter dingin, potong kotak
1 butir telur
3 sdm air es (resep asli 1 sdm, sesuaikan dengan keadaan tepung)
1 kuning telur untuk olesan

Cara Membuat Crust / Kulit Pie:
- Dalam suatu wadah, campur tepung dan butter. Aku aduk memakai pisau pastry, sedangkan pada resep asli adalah dengan cara meremas-remas memakai tangan hingga adonan berbutir-butir (crumble).
- Tambahkan telur, aduk rata hingga adonan kalis.
- Tuang air es sedikit demi sedikit , aduk kembali hingga kalis. Tambahkan air apabila adonan dirasa masih kering dan hentikan penambahan air apabila adonan sudah cukup kalis.
- Adonan pie siap digunakan.

Bahan Isian :
4 buah apel Granny Smith (apek hijau / apel malang), kupas dan potong dadu
75 gr gula pasir
1 sdt kulit jeruk lemon (skip, lagi gak punya)
25 ml jus jeruk (resep asli 15 ml, pakai air biasa juga boleh)
2 sdt gula palem
75 gr kismis
1/2 sdm kayu manis bubuk
2 sdm margarin, lelehkan
1/2 sdm tepung maizena larutkan dengan sedikit air (resep asli 50 gr maizena)

Cara Membuat Isian Apple Pie :
- Masukkan apel dalam panci yang berisi gula pasir, tambahkan jus jeruk dan gula palem.
- Panaskan di atas kompor sambil diaduk hingga rata. Masak sebentar hingga apel terlihat empuk kemudian masukkan kismis, kayu manis dan margarin leleh.
- Masukkan larutan maizena sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga mengental.
- Angkat dan dinginkan.

Penyelesaian :
- Siapkan loyang / cetakan pie, oles rata dengan margarin atau minyak.
- Cetak adonan crust, sisakan sedikit adonan untuk penutup bagian atas pie.
- Tuang bahan isian atas kulit pie.
- Gilas sisa adonan kulit kemudian cetak sesuai selera untuk penutup atas pie, bisa dengan memakai cookies cutter atau dibuat motif anyaman (lattice) seperti yang kubuat.
- Oles permukaannya dengan kuning telur dan panggang dengan suhu 160'C hingga matang dan kulitnya kecoklatan.
- Angkat dan biarkan dingin baru kemudian dikeluarkan dari loyang / cetakannya.







Nyam...nyam...so yummy. Crust pie yang renyah dipadukan dengan isian yang legit. Suka sekali dengan isiannya yang harum aroma kayu manis. Eh ya penggunaan kayu manis jangan diskip ya, karena menurutku apple pie itu memang sudah pakemnya ada aroma kayu manis.
Apple pie ini enak juga disajikan dalam keadaan dingin. Simpan dalam wadah kedap udara kemudian dimasukkan ke dalam lemari es. Kulitnya tetap renyah tapi ada sensasi dingin dari isiannya. Enak deh.




Mini apple pie untuk bekal anak-anak? Oke juga kan tuh. Sayangnya mini apple pie buatanku masih jauh dari kata rapi ya, harap makluuum. Recomended to try....Happy Baking ya..

SATE TEMPE



Salah satu menu keluargaku beberapa hari yang lalu. Tempe selalu ada dalam daftar belanjaanku sehari-hari. Sejak kecil kami sekeluarga memang penikmat tempe. Aku paling suka dengan tempe goreng tepung atau tempe mendoan buatan Mamaku. Dan herannya dari kecil sampai sekarang ini, hampir tiap hari makan tempe goreng tepung, kok ya gak pernah bosen ya hihihi. 

Kebetulan beberapa hari yang lalu, aku menerima paket buku Hidangan Ramadhan dan Lebaran. Buku tersebut adalah hadiah yang kudapatkan dari IDFB Challenge #11, yaitu Mie Sagu Selat Panjang. Alhamdulillah di challenge tersebut, aku mendapatkan nomor 2 dan buku tersebut adalah hadiah yang aku pilih. Bukunya benar-benar menarik dengan resep yang bagus dan foto-foto yang menggugah selera. Sate tempe merupakan resep pertama yang aku coba dari buku tersebut. Berikut adalah resep yang sudah sedikit aku modifikasi ya

SATE TEMPE

Bahan :
250 gr tempe, potong dadu besar
2 lembar daun salam
150 ml santan
1/2 sdt cuka
3 sdm kecap manis
1 sdm gula merah, sisir halus
1 sdt merica bubuk
1 sdt garam
1/2 sdt gula pasir
2 sdm minyak untuk menumis
tusuk sate

Bumbu Halus :
5 butir bawang merah
3 siung bawang putih
1 sdt pala

Cara Membuat :
- Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum. Masukkan daun salam.
- Tuang santan sedikit demi sedikit sambil diaduk kemudian masukkan tempe, kecap manis, gula merah, merica bubuk, garam dan gula pasir.
- Masak dengan api sedang hingga kuah bumbu mengering dan tempe berwarna kecoklatan.
- Tusukkan tempe pada tusuk sate, tiap tusuk bisa berisi 3-4 potong tempe.
- Bakar sate tempe sambil diolesi sisa bumbu.
- Angkat dan siap dihidangkan.





Pada resep asli, sate tempe ini langsung dihidangkan setelah ditusukkan pada tusuk sate, tanpa dibakar terlebih dahulu. Tapi bagiku kurang pas kalau sate itu tanpa ada aroma bakarnya, jadi tetap aku bakar sebentar hanya untuk mengeluarkan aroma dan memunculkan efek bakarnya.
Sate tempe ini langsung mendapat 2 jempol dari kakak Naira ketika makan siang tiba. Alhamdulillah. Kalau bagiku, ada yang kurang pas dari rasanya, yaitu tidak ada rasa pedas sama sekali. Pastinya lebih enak kalau ada semburat pedasnya. Next time dicoba bikin lagi yaa...

Eh ya ini masih dalam rangka foto-foto tanpa style dan props. Benar-benar gak ada ide sama sekali hiiks. Apalagi aku selalu merasa kesulitan kalau harus foto-foto yang namanya sate. Jadi harap maklum ya kalau fotonya seadanya.
Selamat mencoba ^_^



PUDING MOZAIK



Akhir-akhir ini art jelly lagi booming ya. Puding-puding cantik dengan hiasan di dalamnya, kebanyakan berupa motif bunga. Pengen juga sih untuk mencoba belajar membuat sendiri, apalagi video pembuatannya udah diliat berkali-kali, tapi rasanya masih keder aja hihihihi. Keder bercampur males sih lebih tepatnya. Just like usually, right :)
Selain art jelly yang membutuhkan ketrampilan, teknik dan alat-alat khusus, puding kaca juga lagi booming. Puding kaca ini sepintas mirip dengan art jelly, tapi pembuatannya menggunakan aneka bentuk cetakan dan tidak memakai jarum suntik seperti halnya art jelly. Yang kita butuhkan dalam pembuatan puding kaca adalah aneka bentuk cetakan kecil. Aku juga belum pernah bikin puding kaca yang cantik-cantik itu, soalnya gak punya cetakannya. Punya sih cetakan pagar coklat hihihihi.
Kalau puding mozaik ini sudah sering juga aku bikin, gak perlu cetakan khusus cukup dengan memakai cetakan puding biasa sudah bisa digunakan untuk membuat puding ini. Gak kalah cantiknya sih...menurutku lho. Bikinnya juga mudah, kita bisa memakai resep puding yang mana aja sesuai selera.

Untuk puding mozaik yang kubuat ini aku hanya memakai resep seperti yang tercantum pada kemasan. Bagian dalamnya memakai agar-agar plain dan susu sedangkan bagian pelapisnya memakai jelly. Berikut resep yang kupakai ya...

PUDING MOZAIK

Bahan Puding A :
1 bungkus (7 gr)  agar-agar plain
125 gr gula pasir atau sesuai selera
750 ml susu cair
1 sdt vanilla
pewarna atau pasta sesuai selera
(aku memakai pasta bluberry, pasta pandan, pasta jeruk dan pasta strawberry)

Cara Membuat Puding A :
- Campur agar-agar bubuk dan gula pasir, tuang susu dan masak sambil terus diaduk hingga mendidih.
- Angkat, masukkan vanilla.
- Bagi adonan menjadi 5 bagian, 1 bagian biarkan berwarna putih dan 4 bagian lain diberi warna sesuai selera.
- Biarkan hingga puding dingin dan set baru dipotong-potong (aku potong dadu kecil atau boleh juga sesuai selera). Sisihkan.

Bahan Puding B :
1 bungkus (15 gr) jelly bubuk plain (aku pakai rasa Lechy)
175 gr gula pasir (atau sesuai selera)
700 ml air

Cara Membuat Puding B :
- Campur jelly bubuk dan gula pasir, tuangi air dan masak sambil diaduk hingga mendidih.
- Matikan api biarkan uap panasnya hilang.

Penyelesaian :
- Letakkan potongan puding A secara acak pada dasar cetakan agar-agar yang sudah dibasahi air.
- Tuang puding B secara perlahan-lahan di atasnya.
- Biarkan dingin, kemudian masukkan kulkas hingga set.
- Siap disajikan.







Aslinya puding ini belum set bener, tapi adek udah merengek-rengek minta dipotong hiiiks.. Akhirnya sebelum dipotong, bundanya gerak cepat untuk sekedar ambil 1-2 jepretan foto hehehehe. Setelah dipotong, anteng lah adek dan kakaknya menikmati puding mereka. Alhamdulillah

ORANGE CHIFFON CAKE (PUTIH TELUR)



Masih punya sisa putih telur menumpuk di kulkas? Resep yang satu ini layak untuk dicoba. Biasanya setelah mengerjakan banyak pesanan cookies, stok putih telur pasti bertumpuk di kulkas. Kalau dibuang tentu saja sayang banget kan, jadi lebih baik diolah menjadi beberapa sajian yang bisa dinikmati bersama keluarga. 

Biasanya chiffon cake memang memakai putih telur yang lebih banyak dibandingkan dengan kuning telurnya. Tidak heran kalau teksturnya menjadi lembut dan ringan, sehingga disebut sebagai "chiffon". Sedangkan resep yang berikut ini hanya memakai putih telur saja dalam adonannya. Teksturnya memang akan sedikit berbeda dengan chiffon biasa. Metode pembuatannya juga berbeda. Kalau biasanya chiffon cake dibuat dengan cara membuat adonan pasta terlebih dahulu baru kemudian dicampur dengan kocokan putih telur. Resep berikut hanya dengan cara mencampur kocokan putih telur dengan bahan kering dan juga minyak atau margarin leleh.






Resep aslinya adalah Chiffon Cake Coklat dari  Pak Sahak Pribadi. Aku buat yang versi orange karena tertarik dengan yang pernah dibuat oleh Sashy Little Kitchen. Berikut ini adalah resep yang sudah sedikit aku modif lagi. 

ORANGE CHIFFON CAKE (PUTIH TELUR)

Bahan A :
525 gr putih telur
200 gr gula pasir
1 sdm emulsifier

Bahan B :
200 gr tepung terigu protein sedang 
30 gr maizena
40 gr susu bubuk full cream
60 gr serbuk minuman jeruk (aku pakai Nutrisari)
1 sdt parutan kulit jeruk lemon

Bahan C :
150 gr minyak
1 sdt essens jeruk

Cara Membuat :
- Panaskan oven 160'C, masukkan loyang chiffon ke dalam oven selama kurang lebih 10 menit agar dasar loyang rapat dan adonan tidak merembes keluar.
- Kocok bahan A hingga mengembang dan soft peak (apabila gagang mixer diangkat akan membentuk ujung tumpul atau mirip jambul yang melengkung).
- Campur dan ayak bahan B kemudian tambahkan ke kocokan bahan A secara bertahap sambil diaduk rata (aku memakai mixer kecepatan rendah). 
- Masukkan bahan C, aduk balik hingga tercampur rata.
- Keluarkan loyang dari oven, percik-percikkan sedikit air ke dinding loyang kemudian tuang adonan ke dalamnya.
- Oven hingga matang, selama kurang lebih 50-60 menit.
- Setelah matang, balikkan loyang dengan disangga kaki-kaki loyang. Apabila memakai loyang chiffon yang tanpa kaki bisa disangga dengan leher botol.
- Biarkan hingga benar-benar dingin baru kemudian dikeluarkan dari loyang dengan bantuan pisau atau spatula tipis.




Teksturnya lembut seperti halnya cake dengan pemakaian putih telur lainnya namun memang berbeda jika dibandingkan chiffon cake biasa. Bisa dibandingkan dengan tekstur Pandan Chiffon Cake yang dulu pernah kuposting disini ya. Alhamdulillah cake ini sebentar saja lho umurnya alias tetap laris manis. Untuk yang ingin mengolah stok putih telur, tidak ada salahnya mencoba resep ini. Bisa dimodif lagi sesuai dengan selera misalnya menjadi pandan chiffon cake atau seperti versi aslinya dari Pak Sahak yaitu chiffon cake coklat.
Eh ya...fotonya benar-benar seadanya ya, tanpa style dan properti hihihihi.



This is my entry for La Femme Patisserie event " Kreasi Putih Telur ala Lafemmers". 

MIE AYAM JAMUR



Bagi keluargaku yang namanya mie ayam selalu jadi favorit. Mau mie ayam bakso, mie ayam seadanya, mie ayam pangsit pasti laris manis. Bahkan seringnya juru masaknya hanya kebagian icip-icip doank karena gak tega kalau yang lainnya kekurangan jatah mie ayamnya hihihihi. Mie ayam memang jadi salah satu menu yang sering kubuat di rumah. Aku biasa menyajikan untuk sarapan ataupun untuk kudapan pada waktu sore hari. 
Sebenarnya mie ayam mudah sekali didapatkan tanpa kita perlu repot-repot memasaknya. Sekarang banyak sekali kita jumpai penjual mie ayam di sekitar kita. Bagiku sesekali tak apa lah menikmati mie ayam yang dibeli, tapi lebih sering bikin sendiri di rumah. Selain bahan-bahannya terjamin, tentunya juga bebas dari segala macam bentuk penyedap rasa. Apalagi bikin mie ayam sendiri sebenarnya tidak terlalu sulit kok, bumbu-bumbunya cukup simpel. Kita tinggal meluangkan waktu kurang lebih 30-45 menit di dapur, mie ayam lezat siap untuk dinikmati bersama keluarga.

Kebetulan beberapa hari yang lalu Mama dapat kiriman sawi hijau dalam jumlah yang banyak dari seorang kerabat yang sedang panen. Tentu saja Mama langsung telpon dan menyuruhku untuk ikut mengolah sawi hijau tersebut. Gak ada ide masak lainnya selain bikin mie ayam, karena yaa memang keluarga kami pecinta mie ayam. Kali ini yang kubuat adalah Mie Ayam Jamur memakai resep Ibu Sisca Soewitomo dari buku 500 Resep Masakan Terfavorit. Yuuk kita bikin mie ayam jamur homemade.





MIE AYAM JAMUR

Bahan :
300 gr mie basah (aku pakai mie telur kering)
1 ikat sawi hijau, potong-potong
100 gr kulit ayam

Bahan Tumisan Ayam Jamur :
250 gr ayam, potong dadu kecil (pakai bagian dada ya)
200 gr jamur kancing kalengan, tiriskan dan belah 4
2 sdm minyak untuk menumis
5 siung baang putih, geprak dan cincang halus
6 sdm kecap manis
2 sdm saus tiram
1 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk
1/2 sdt gula pasir
1/2 sdm tepung sagu yang dilarutkan dengan sedikit air

Bahan Kuah :
1 liter air kaldu (dari air yang direbus bersama tulang ayam)
2 siung bawang putih, geprek
2 cm jahe, geprek
2 sdt garam
1 sdt merica bubuk
1 sdm minyak goreng

Pelengkap :
bakso sapi / bakso ayam
daun bawang, iris tipis
bawang goreng
krupuk pangsit (dari kulit pangsit yang digunting dan digoreng)
saus sambal

Cara Membuat :
- Siram mie basah dengan air panas atau rebus mie telur kering hingga lunak. Angkat dan tiriskan.
- Panaskan kulit ayam yang diletakkan di atas wajan hingga keluar minyaknya dan kulit kering. Angkat dan sisihkan.

 Tumisan Ayam Jamur :
- Panaskan minyak, tumis bawang putih hingga harum dan layu, masukkan ayam, aduk hingga berubah warna.
- Tuang kecap manis, saus tiram, garam, merica dan gula. Masak hingga ayam matang.
- Masukkan irisan jamur dan kentalkan dengan larutan tepung sagu. Masak sebentar hingga matang dan bumbu meresap. Test rasa.
- Angkat dan sisihkan.

Kuah Kaldu:
- Dalam sebuah panci, panaskan minyak goreng kemudian tumis bawang putih dan jahe hingga harum.
- Masukkan air kaldu, kemudian bumbui dengan garam dan merica bubuk.
- Masak hingga mendidih kemudian angkat dan taburi dengan irisan daun bawang.

Penyelesaian :
- Dalam mangkuk saji, tuang minyak ayam dan beri mie diatasnya. Aduk rata dengan memakai sumpit atau garpu hingga minyak ayam tercampur dengan mie ayam.
- Seduh sawi hijau dengan kuah panas hingga layu, kemudian letakkan di atas mie.
- Tambahkan tumisan ayam jamur, bakso, krupuk pangsit, irisan daun bawang dan bawang goreng.
- Sajikan hangat dengan kuah kaldu dan saus sambal favorit.

Apabila tidak memakai minyak ayam, bisa ditambahkan minyak wijen untuk dicampurkan dengan mie. Aromanya enak juga lho. Apabila memakai mie telur kering, jangan memasaknya terlalu lama ya, karena nanti mie-nya akan terlalu lembek.

Seperti yang sudah-sudah, anak-anak selalu lahap apabila menyantap mie ayam buatan bundanya. Mau nambah? Oke-oke aja pastinya, tanpa perlu khawatir seperti halnya kalau kita beli di luar sana. Bukan berarti aku anti jajan mie ayam lho ya. Kalau sekali-sekali...it's oke kok. 
Happy cooking ya..^_^





APPLE CINNAMON BREAD PUDDING


Sejak liburan saat Lebaran kemarin, Naira sudah merengek-rengek minta dibuatkan bread pudding. Gimana buatnya ya kalo sehari-hari waktunya dihabiskan di jalan heheheh. Jadi ketika sampai rumah, bread pudding jadi salah satu yang wajib dibuat segera, sebelum ntar ditagih lagi
Apple Cinnamon Bread Pudding ini terinspirasi dari Buku Warm & Cold Pudding - Primarasa. Untuk resep aku modif lagi sesuai selera dan juga metodenya tetap memakai yang biasa aku pakai. Yang pasti bikinnya gampang banget. Yuuk mari prepare bahannya di dapur...




APPLE CINNAMON BREAD PUDDING


Bahan : 
6 lembar roti tawar kulit (boleh juga kalau tanpa kulit)
200 gr apel hijau (apel Granny Smith atau apel Malang)
75 gr butter, lelehkan
30 gr kismis (rendam dalam air hangat dan peras perlahan)
400 ml susu cair
125 gr gula palem
1 sdt kayu manis bubuk
3 butir telur kocok lepas
75 gr butter leleh

Cara Membuat :
- Siapkan pinggan tahan panas, oles tipis dengan margarin atau bisa juga memakai alufoil cup. Sisihkan.
- Kupas apel, buang bagian tengahnya kemudian iris bentuk bujur.
- Oles kedua permukaan roti tawar dengan butter yang sudah dilelehkan.
- Potong-potong roti tawar menjadi 4-6 bagian, kemudian tata di pinggan berselang-seling dengan apel.
- Dalam suatu wadah, campur susu cair, gula palem, kayu manis, telur dan butter leleh. Aduk hingga rata dan gula larut.
- Tuang larutan susu ke atas pinggan yang berisi roti dan apel. Biarkan selama kurang lebih 15 menit agar meresap. Taburi kismis di atasnya.
- Panggang dengan suhu 160'C dengan cara au bain marie / steam bake selama kurang lebih 50-60 menit hingga matang.
- Angkat dan siap disajikan hangat atau dingin.

Notes :
- Bila suka manis, gula palem bisa ditambahkan hingga 150 gr atau dimix dengan gula pasir.
- Sesaat setelah matang, cairan susu masih terlihat agak basah tapi sudah set.
- Selain memakai kismis bisa juga memakai sultana.






Suka sekali dengan perpaduan aroma gula palem dan kayu manisnya. Tekstur roti dan apelnya juga jadi lembut. Alhamdulillah anak-anak suka dengan bread pudding ini. Kalau tidak ada stok gula palem di rumah, bisa memakai gula pasir biasa ya, tapi nanti ada warnanya tidak akan kecoklatan seperti yang kubuat ini dan ada perbedaan di aromanya ya. Silahkan disesuaikan dengan selera keluarga.
Selamat berkreasi dan....Happy Baking ^_^



Almost done !! Yummyyy

CHOCO CHEESE CUSTARD MUFFIN



Percaya gak kalau muffin ini adalah best ever chocolate muffin yang pernah kubuat? Pastinya gak percaya donk kalo belum pernah ngicipin atau buat sendiri. Pertama kali tau tentang custard muffin ini dari blog cantiknya Mbak Hesti. Cara pembuatannya yang sedikit berbeda dengan pembuatan muffin biasa udah bikin penasaran, walau seperti biasa lama banget praktek resepnya hihihih. Nah kemarin lagi-lagi Mbak Hesti posting tentang custard muffin yang dipadukan dengan filling cream cheese. Haduuh...langsung meleleh liatnya, asli pengen banget. Kebetulan baru beli cream cheese dan bahan-bahan lengkap, jadi langsung uprek di dapur.

Biasanya kita bikin muffin hanya dengan mencampurkan bahan kering ke bahan basah. Kalau resep yang ini , kita membuat adonan custard baru kemudian memasukkan bahan kering ke dalamnya. Hasilnya adalah muffin yang moist dan lembut, mirip dengan cupcake. Resep asli dari Mbak Hesti, adonan cream cheese dijadikan filling, sedangkan aku lebih suka membuat jadi marble, jadinya muffin ini terlihat ada 2 warna. Resep asli bisa dilihat disini ya.




CHOCO CHEESE CUSTARD MUFFIN

Bahan :
50 gr maizena
3 sdm coklat bubuk (aku pakai yang pekat)
100 gr gula palem
225 ml air
75 gr butter
125 gr dark cooking chocolate (DCC), potong kecil
75 ml minyak kualitas baik
1/2 sdt vanilli
2 butir telur
125 gr gula kastor
125 gr tepung terigu serbaguna
1 1/2 sdt baking powder

Adonan Cheese :
100 gr cream cheese, suhu ruang
25 gr gula halus
1/2 butir telur (aku pakai 1 butir telur ukuran kecil)
1/2 sdt air lemon
(kocok rata semua bahan)

Cara Membuat :
- Panaskan oven 180'C, siapkan loyang muffin atau memakai cup muffin.
- Campur dan ayak maizena dengan coklat bubuk.
- Masukkan ke dalam panci bersama air dan gula palem. Aduk rata sampai tidak bergerindil kemudian masak sambil terus diaduk dan licin. Angkat.
- Masukkan butter dan DCC, aduk hingga meleleh.
- Masukkan minyak, vanilli dan 1 butir telur. Aduk hingga rata.
- Tambahkan sisa telur dan gula kastor. Aduk lagi hingga rata dan mengental.
- Campur dan ayak tepung terigu dan baking powder kemudian masukkan ke dalam adonan sambil diayak.
- Aduk asal rata dan jangan sampai overmix ya.
- Tuang adonan coklat hingga 1/2 tinggi cup, tuang 1 sdt adonan cheese, tuang kembali adonan coklat dan terakhir tuang adonan cheese hingga setinggi 3/4 cup. Buat motif marble menggunakan tusuk sate atau sumpit.
- Panggang hingga matang selama kurang lebih 25-35 menit (tergantung masing-masing oven), lakukan test tusuk. Angkat.



Tekstur muffin yang lembut, beda dengan muffin yang biasanya padat, beremah dan akan keras ketika dingin. Kalau yang ini sampai esok harinya tetap lembut dan moist. Selain dikreasikan dengan cream cheese, bisa juga memakai filling blueberry atau stawberry paleta. Kalau versi aslinya cukup dengan penambahan chocochips.
Custard muffin...highly recomended ^_^



SUP TOMAT DAN CERITA SAAT LEBARAN



Liburan telah usai, saatnya kembali ke rutinitas sehari-hari. It's mean back to my kitchen again alias dapurnya ngebul lagi hihihihi. Lebih dari seminggu menempuh perjalanan di berbagai kota, menyusuri jalan-jalan di 4 provinsi di Jawa dan sekarang harus kembali ke kehidupan normal. 
Sedikit cerita mengenai perjalanan mudik, tentunya kurang afdol kalau tidak melakukan wisata kuliner. Lha gimana gak wiskul ya, kan selama di perjalanan butuh makan juga hehehehe. Mulai dari ketropak, soto mie bogor, tauto, nasi liwet, tahu gimbal, sup kaki kambing, lumpia, tahu bakso, telur asin, kue moci, serabi Solo bahkan nopia semua diicipin. Masih banyak  sih yang pengen dicoba, tapi keterbatasan waktu dan juga banyak menghindari jalur macet jadinya terpaksa deh dilewatin. Diantaranya yang dengan terpaksa gak diicipin adalah empal gentong dan empal asem khas Cirebon. Masih kebayang enaknya 2 menu ini dan terakhir menikmatinya setahun yang lalu saat mudik juga hahahaha. 

Ajaib selama perjalanan mudik ini, aku sama sekali gak kangen lho dengan dapurku dan segala macam "gadget" di dalamnya. Mungkin karena memang sudah saatnya istirahat dari segala aktivitas dapur. Yang malah kebayang-bayang adalah putri salju-ku yang masih seuprit di rumah hihihihi. Padahal ngicip juga putri salju di rumah kerabat, tapi malah kangennya dengan buatan sendiri di rumah. Selain itu yang bikin kangen adalah menu lebaran buatan Mama. Nah lho...padahal Lebaran hari pertama juga makan sepuasnya kan. Emang aneh-aneh aja yang dikangenin.

Alhamdulillah perjalanan mudik lancar tanpa kendala berarti dan kembali lagi di rumah dalam keadaan sehat wal'afiat. Perjalanan jauh dengan mengajak balita dan anak kecil memang cukup 'tricky' bahkan ada yang mengatakan ribet. Untung saja kedua anakku sudah terbiasa melakukan perjalanan jauh, jadi mereka berdua tidak rewel di jalan bahkan terlihat sangat menikmati. Kalau urusan berantem, rebutan makanan dan tempat duduk ya biasa lah hihihihi. Gak rame kalau gak ada adegan berantem anak-anak ya. Mudik kali ini juga disempatkan untuk bertemu dengan beberapa teman, baik itu teman lama dan juga teman 'dumay' yang baru pertama kali ketemu. Seru....itu sudah pasti. Pertemuan dengan keluarga dan kerabat tentu saja yang paling dinantikan. Maklum aja ada yang baru bisa ketemu setahun sekali disaat Lebaran, jadi banyak cerita yang ingin dibagikan dengan keluarga dan kerabat tersebut. What a wonderful moments.
Wuiiih...sudah kepanjangan curcol-nya soal mudik Lebaran. Mana gak ada foto-fotonya ya >.<  Padahal bawa kamera juga, tapi minat untuk jepret-jepret ternyata turut hilang entah kemana. Kebawa suasana liburan, jadi libur juga pegang kameranya hahahaha.





Sup tomat ini adalah menu pertama yang kufoto setelah liburan selesai. Terinspirasi dengan sup tomat macaroni dari buku 99 Masakan Harian Ala Resto. Seperti biasa ada modifikasi sana-sini baik dari bumbu dan bahan pelengkapnya agar sesuai dengan selera keluarga. Sekilas mirip dengan Sup Merah, tapi sup tomat ini lebih sederhana bahannya tapi gak kalah enak lho. Isiannya bisa disesuaikan selera keluarga ya, aku pakai bahan-bahan yang ada aja.

SUP TOMAT

Bahan :
3 siung bawang putih, geprek dan cincang halus
1/2 bawang bombay ukuran sedang cincang halus
1500 ml air atau sesuai selera (bisa juga pakai air kaldu)
2 buah wortel, potong dadu kecil
100 gr macaroni
10 butir bakso sapi, iris kecil
3 buah sosis, potong sesuai selera
1 genggam kacang polong
5 buah tomat, haluskan
1-2 sdm saus tomat
garam, gula dan merica bubuk secukupnya
1 buah pala, parut halus
1 batang daun bawang, potong-potong
1 batang seledri
1 sdm minyak untuk menumis

Cara Membuat :
- Didihkan air, masukkan wortel dan masak hingga setengah lunak.
- Panaskan minyak, tumis bawang putih dan bawang bombay hingga harum dan layu kemudian masukkan ke dalam kuah.
- Masukkan macaroni, bakso, kacang polong dan sosis.
- Masukkan tomat yang sudah dihaluskan dan saus tomat. Bumbui dengan garam, gula, merica dan pala. 
- Masak hingga matang dan wortel lunak. Test rasa.
- Menjelang diangkat, masukkan daun bawang dan seledri.
- Matikan api dan siap disajikan hangat.

Sup tomat buatanku kali ini warnanya memang kurang merah, hanya ada semburat warna orange saja. Kalau ingin kuahnya lebih merah bisa ditambahkan pasta tomat. Atau kalau malas menghaluskan tomat bisa hanya memakai pasta dan saus tomat saja.
Aslinya sup tomat ini bercita rasa asam dan manis, tapi karena anak-anakku kurang suka dengan cita rasa asam, maka rasa asamnya hanya terasa sedikit saja. Walau demikian rasa kuahnya tetap terasa berbeda jika dibandingkan dengan sup biasa. Pengen nyobain juga ?? Bikin yuuuk...tetap simpel dan gampang pastinya ^_^



DARI DAPUR NAYS #7 ORDERAN KUE KERING LEBARAN 1434H

Alhamdulillah tahun ini adalah tahun ke-3 menerima orderan kue kering. Belum lama dan tentunya pengalaman juga masih sedikit, tapi In Sha Allah bisa terus belajar dari tahun ke tahunnya. Banyak pengalaman yang bisa diperoleh, baik itu dari bahan, pengembangan resep dan yang terpenting adalah manajemen waktu. Bersyukur sekali karena semua orderan bisa diselesaikan dengan baik tanpa harus lembur ngerjain tiap malem hehehehe.

Dibandingkan tahun lalu, kuantitas orderan memang bertambah, Alhamdulillah ya. Dibandingkan teman-teman bakulers lainnya memang gak banyak, tapi bagiku yang masih pemula dan belajar, jumlah pesanan ini sudah cukup banyak. Padahal awalnya gak mau bikin terlalu banyak karena masih kebayang capeknya tahun lalu. Tapi apa daya, kalah juga dengan rayuan manis customer hahahaha.  Mengambil pengalaman dari tahun lalu yang, jadi ada beberapa jenis kue kering yang tidak dibuat tahun ini, tapi ada juga new item yang ternyata jadi best seller. Semua resep yang kupakai sudah pernah diposting. Silahkan bisa dilihat di label Cookies ya.
Berikut adalah kue kering Lebaran yang kubuat tahun ini



Nastar sepertinya menjadi kue kering klasik yang wajib ada pada saat Lebaran ya. Alhamdulillah nastar klasik spesial ini selalu laris manis dipesan setiap tahunnya.




Nastar keju....anyone? Selain nastar klasik, nastar keju selalu punya penggemar tersendiri yang tidak akan melewatkannya sebagai hidangan saat Lebaran. Keju edam yang dicampurkan dalam adonan nastar membuat cita rasa nastar ini terasa semakin istimewa.




Nastar cantik ini memang menggoda banget ya. Bentuknya lucu dan ketika digigit terasa cita rasa coklat bercampur dengan selai nanas. Enak deh. Alhamdulillah untuk tahun ini masih banyak penggemar black nastar yang memesan di Dapur Nays.




Kastengel juga merupakan kue kering klasik yang banyak sekali penggemarnya. Pemakaian keju edam membuat kastengel ini terasa 'ngeju' sekali. Cheesy lovers pasti suka. Alhamdulillah selalu laris manis dipesan.




Surpraise sekali ternyata best seller tahun ini adalah Milo Doggie Cookies. Banyak yang tertarik dengan bentuknya yang lucu dan unik. Rasanya juga tentunya juga enak lho hihihihi...




Chocochips cookies. Yang ini adalah versi topping coklat leleh sesuai permintaan customer.




Sagu keju aka sake. Tahun ini orderannya adalah versi original.




Salah satu new item tahun ini, yaitu chocolate stick cookies. 



Putri salju alias putsal. Tadinya gak niat jualan putsal, tapi di saat bikin putsal untuk dikonsumsi sendiri ternyata ada yang minta dibuatin juga. Karena pesennya juga cuma beberapa toples ya hayuuk aja. hihihihihi





Bersyukur sekali semua orderan selesai tepat waktu. Di sela-sela mengerjakan pesanan masih bisa memasak dan bikin takjil untuk keluarga.  Bahkan beberapa hari sebelum hari H masih sempat bikin kue buat untuk dinikmati sendiri. Bagiku membuat kue kering memang ribet karena memang aku bukan termasuk orang yang telaten. Capek, pegel dan bosan tentu saja dirasakan juga. Masih kebayang gimana pegelnya saat menempelkan meises pada milo cookies, membuat bulatan nastar, mencetak dan mengoles kastengel atau bahkan perjuangan menspuit sagu keju. Alhamdulillah semuanya terbayar dengan review yang memuaskan dari para customer. Hilang deh semua rasa capeknya ^_^
Jazakumullah khairan khatsira buat semua customer. Semoga berkah ya...


DARI DAPUR NAYS #6

Sedikit foto-foto orderan Dapur Nays yang sempat didokumentasikan. Just enjoy the picts dan jazakumullah buat customer Dapur Nays.


Sus vla custard dan brownies kukus ...Alhamdulillah adalah salah satu best seller di Dapur Nays. Foto yang ini adalah orderan dari Drg. Budi Susanto. 



Brownies kukus potong topping coklat orderan Drg. Budi Susanto. 



Brownies kukus coklat dan brownies pandan keju. Pesanan siapa ya ini yang sempat didokumentasikan. Hiiks...lupa, karena jarang juga sekarang foto-foto browkus. 



Macaroni schotel ukuran large (diameter 20cm) untuk Dr. Sukoco.



Macaroni schotel dengan isian jamur dan sosis sesuai request. Enak juga lho walaupun tanpa daging giling ^_^



Schotel lapis kentang untuk keluarga Bima dan Non Ike.



Belajar bikin rice box untuk buka bersama di masjid. Lauknya opor ayam, mie goreng, capcay, krupuk udang dan sambel. Mbak Erna...makasih ya sudah kasih kesempatan Dapur Nays belajar bikin nasi kotak.