CHOCOCHIPS COOKIES (PART 2)



Masih dalam edisi cookies ya... Siapa tau bisa menginspirasi yang mau bikin cookies untuk suguhan di Hari Raya besok. Chocochips cookies kali ini berbeda dengan resep chocochips cookies yang dulu sudah pernah aku posting ya. Kalau resep yang dulu aku dapatkan dari Joy of Baking, sedangkan resep yang ini kudapatkan dari Mbak Rini, rekan LBT'ers. Yang bikin aku tertarik dengan resep ini adalah karena chocochips cookies ini tidak menggunakan coklat bubuk. Selama ini aku selalu membuat chocochips cookies dengan memakai coklat bubuk, baik itu coklat bubuk yang berwarna pekat atau yang kemerahan. Kata Mbak Rini, tahun lalu cookies ini adalah salah satu best seller jualannya lho. Naaah...tambah penasaran kan. Karena kebetulan ada salah 1 customer yang ingin dibuatkan varian cookies selain yang sudah kubuat tahun ini, jadi kuputuskan bikin chocochips cookies ini aja.




Berikut resep yang kudapatkan dari Mbak Rini dengan sedikit modif dariku ya...

CHOCOCHIPS COOKIES

Bahan :
300 gr butter / margarin (bisa dimix ya)
120 gr gula pasir halus
2 kuning telur
340 gr tepung terigu protein rendah atau sedang (aku sangrai dulu)
50 gr maizena
50 gr susu bubuk full cream (aku pakai susu bubuk coklat)
150 gr chocochips

Cara Membuat :
- Panaskan oven 140'C, oles tipis loyang dengan margarin.
- Campur dan ayak tepung terigu, maizena dan susu bubuk. Sisihkan
- Kocok butter dan gula pasir halus sebentar saja asal rata. Masukkan kuning telur dan mixer kembali sebentar asal tercampur rata.
- Masukkan campuran terigu sedikit demi sedikit sambil diaduk menggunakan sendok kayu / spatula hingga tercampur rata. 
- Masukkan chocochips, aduk rata.
- Ambil adonan kurang lebih sebanyak 1 sdt, pulung dan tata di loyang. Tekan adonan perlahan dengan menggunakan garpu. Lakukan hingga adonan habis.
- Panggang hingga berwarna kecoklatan dan matang.
- Angkat dan dinginkan di atas cooling rack baru kemudian dimasukkan ke dalam wadah kedap udara.

Tanpa penggunaan coklat bubuk atau juga tanpa susu bubuk coklat seperti yang kupakai, cookies ini tetap akan bisa berwarna keemasan. Cantik juga kan ya...hihihihi. Tepung terigu yang disangrai bertujuan untuk membuat tekstur cookies menjadi lebih renyah. Cobain deh dan rasakan bedanya...




Kalau menginginkan bentuk cookies yang seragam beratnya, bisa menggunakan scoop es krim ukuran kecil. Karena aku belum punya, jadi hanya menggunakan sendok ukur aja. Kalau gak punya sendok ukur, pakai sendok teh biasa aja deh atau bisa juga pakai jurus kira-kira xixixixi. Yang pasti bikin chocochips ini cukup mudah kan dan tidak terlalu ribet seperti membuat cookies lainnya. Cobain bikin yuuuk...
Happy Baking ya ^_^



KROKET KENTANG



Ini takjil hari apa ya?? Udah lupa saking malesnya ngedit-ngedit foto dari kamera. Selain males ngedit, belakangan juga lagi males jepret-jepret hasil dapur. Gimana gak males, rasanya kaya udah gak ada ide lagi mau difoto model gimana hihihihi. 
Kebetulan waktu itu pengen banget kroket kentang buatan sendiri. Dibelain deh siang-siang uprek mulai dari bikin kulit dan isiannya. Begitu jadi...udah keburu sore dan harus segera ke rumah Mama, sambil bawa kroket hangat tentunya. Sebelum berangkat liat kamera, disempetin lah jepret-jepret sebentar, asal ada dokumentasi aja deh :D

Kroket kentang ini memang salah satu favoritku. Bisa memakai isian sesuai selera. Kali ini aku membuat isian ragout ayam plus wortel. Kalau dulu malah pernah bikin kroket mozarella, yaitu kroket kentang yang cuma diberi isian keju mozarella. Pokoknya memanfaatkan aja bahan-bahan yang kita punya. Karena kali ini pengen bikin isian ragout, jadi dibelain juga deh bikin ragout. 




KROKET KENTANG 

Bahan Kulit :
500 gr kentang
2 sdm susu bubuk 
1 butir kuning telur
garam, gula dan merica bubuk secukupnya

Bahan Pelapis :
3 butir telur, kocok lepas (aku pakai putih telur)
tepung panir secukupnya

Isian :
ragout ayam wortel
(resepnya bisa dilihat disini ya)

Cara Membuat :
- Cuci bersih kentang dan potong-potong, kemudian kukus hingga lunak.
- Goreng sebentar kentang yang sudah dikukus tersebut, dengan tujuan untuk mengurangi kadar air dalam kentang. Angkat dan tiriskan.
- Panas-panas haluskan kentang kemudian biarkan hangat.
- Campur kentang dengan susu bubuk, kuning telur, garam, merica dan gula pasir. Aduk hingga rata.
- Ambil adonan kentang secukupnya, pipihkan dan beri isian ragout. Tutup rapat dan bentuk memanjang (bentuk bulat juga boleh). Lakukan hingga habis.
- Celupkan kroket ke kocokan telur kemudian gulingkan ke tepung panir hingga rata.
- Masukkan ke dalam lemari es agar panir menempel sempurna, kurang lebih selama 30-60 menit.
- Panaskan minyak, goreng kroket hingga keemasan. Angkat dan tiriskan.
- Sajikan dengan saus sambal atau cabe rawit.

Notes :
Kentang yang sudah dikukus lebih baik digoreng sebentar agar kadar air kentang berkurang. Kadar air kentang yang berlebihan dapat mengakibatkan kroket meletus ketika digoreng.



Tuuh kan, fotonya bener-bener seadanya. Jangankan cabe rawit, sambal botol aja kelupaan tuh hihihihi. Harap maklum yaaa 

MIE SAGU SELAT PANJANG (IDFB #11)



IDFB Challenge #11 temanya adalah Mie atau Noodle. Mie adalah adonan tipis dan panjang yang telah digulung, dikeringkan dan dimasak dalam air mendidih. Mie bisa dibuat dari bahan dasar berupa gandum, tepung beras, tepung sagu, maizena, tepung tapioka dan lain sebagainya. Di Indonesia yang memiliki beragam kekayaan kuliner, terdapat berbagai jenis masakan yang menggunakan bahan dasar mie. Misalnya saja Mie Aceh, Mie Ongklok, Mie Koclok, Mie Kocok, Mie Titie, Bakmie Jawa, Mie Glosor dan masih banyak lainnya.

Untuk IDFB #11 ini, saya akan mencoba menyajikan Mie Sagu Selat Panjang. Mie sagu adalah makanan khas dari daerah Selat Panjang, Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau. Sebagai daerah penghasil sagu terbesar di Indonesia, Selat Panjang dijuluki sebagai kota sagu sehingga tidak heran kalau mie sagu merupakan oleh-oleh khas dari daerah tersebut.
Mie sagu merupakan makanan asli Indonesia karena pohon sagu hanya terdapat di Indonesia. Pohon sagu banyak terdapat di Maluku, Papua dan juga Riau. Daerah yang benar-benar mengolah sagu menjadi mie adalah daerah Selat Panjang dan sekitarnya (Wikipedia).





 Mie Sagu memiliki tekstur yang kenyal sehingga berbeda dengan tekstur mie yang lainnya. Tekstur mie sagu ini konon cepat membuat kenyang ketika dikonsumsi. Sepintas mie sagu ini mirip dengan bihun, tetapi bentuknya lebih besar. Ciri khas dari mie sagu yang dibuat oleh masyarakat Selat Panjang adalah diolah dengan cara digoreng dengan penambahan ikan teri, daun kucai dan juga tauge. Bumbu-bumbu yang dipakai juga cukup sederhana. Sekarang mie sagu banyak diolah dengan menambahkan aneka bahan sehingga rasanya semakin variatif, misalnya dengan penambahan udang, bakso, sosis dan lain sebagainya. Berikut adalah resep mie sagu yang saya rangkum dari berbagai sumber.

MIE SAGU SELAT PANJANG
(untuk 1 porsi)

Bahan :
200 gr mie sagu, cuci bersih dan rendam dalam air matang hingga lembut
3 butir bawang merah, iris halus
2 siung bawang putih, geprek dan cincang halus
1 buah wortel, potong tipis memanjang
1 genggam tauge
5 lembar daun kol, potong-potong
2 buah cabe rawit, iris tipis
3 helai kucai, iris tipis
1 batang seledri, iris tipis
1-2 sdm teri
1 sdm kecap ikan
1-2 sdm kecap manis
garam, merica dan gula pasir secukupnya
1 sdm minyak untuk menumis

Pelengkap :
bawang goreng
kerupuk

Cara Membuat : 
- Tiriskan mie sagu yang telah direndam
- Panaskan minyak, tumis bawang merah dan bawang putih hingga layu.
- Masukkan teri, aduk hingga rata dan teri matang.
- Masukkan wortel, kol dan cabe rawit. Masak sebentar hingga sayur lunak.
- Masukkan mie sagu, tambahkan kecap manis, kecap ikan, garam, merica dan gula pasir. Test rasa.
- Menjelang matang, masukkan kucai dan tauge. Aduk rata dan masak hingga matang.
- Angkat dan siap disajikan hangat dengan taburan bawang goreng dan kerupuk.






Rasanya sungguh unik, perpaduan dari mie yang kenyal, dimasak dengan bumbu-bumbu sederhana sehingga cita rasanya menjadi sangat gurih. Buat saya yang memang baru pertama kali mengolah dan merasakan, awalnya memang aneh, tapi ternyata lidah saya cukup bisa menikmatinya. Buktinya...sepiring mie sagu tandas tak tersisa hehehe.




Mie sagu mentah yang belum diolah. Sepintas bentuk dan teksturnya mirip dengan karet gelang. Setelah dicuci bersih dan direndam dengan air, maka teksturnya akan menjadi lembut. Mie sagu ini adalah kiriman spesial dari seorang sahabat di Riau...Jazakillah ya Uncu ^_^

Thanks for the challenge IDFB ^_^


NASTAR KLASIK



Nastar klasik rasanya gak pernah terasa kuno ya ^_^ Walaupun saat ini terdapat bermacam variasi cookies model baru, nastar klasik ini tetap menjadi idola. Sejak kecil, nastar ini selalu ada di saat hari Raya tiba.
Dulu sebelum bisa bikin kue sendiri, aku selalu bantuin Mama bikin aneka cookies untuk hidangan di Hari Raya. Yang wajib dibuat hanya 3 macam yaitu nastar, kastengel dan putri salju. Kadang kami membuat juga kue kacang dan menggoreng kacang telur. Saat itu aku gak tau apa-apa soal adonan dan resep, semua urusan mama. Yang kulakukan hanya membantu mencetak, memoles dan menabur-nabur keju hihihihi. Jadi gak heran kalau nastar terasa sangat special bagiku, maklum bikinnya hanya setahun sekali.

Sampai sekarang sudah bisa sedikit-sedikit bikin kue sendiri, nastar tetap special. Karena apa...karena aku juga bikinnya tetap setahun sekali hihihi. Sekarang ini Mamaku udah gak pernah bikin cookies lagi dan gantian aku yang buatin buat persediaan selama Hari Raya, Yang pasti nastar tetap menjadi must bake item hehehehe. Alhamdulillah nastar klasik juga selalu menjadi best seller daganganku.




Bikin nastar itu memang repot, untuk memulainya butuh booster semangat yang banyak. Dimulai dari proses pembuatan selai yang sudah cukup memakan waktu dan tenaga. Bayangkan aja mulai dari memarut, memasak dan mengaduk nanas hingga menjadi selai yang enak, itu sudah suatu proses yang cukup ribet. Setelah itu proses pembuatan nastar, dimulai dari menyiapkan adonan, memproses adonan, mencetak, mengoles dan memanggangnya. Semua butuh waktu yang tidak sebentar. Untuk menghasilkan nastar yang enak juga diperlukan bahan-bahan yang berkualitas, terutama butter yang baik. Jadi...buat para bakul kue rumahan, jangan mau nastarnya ditawar dengan harga murah ya heheheh. Buat customer juga jangan tega-teganya menawar nastar rumahan dengan harga yang terlalu murah ^_^  Bukan berarti nastar harus dijual dengan harga yang sangat mahal lho ya, ambillah keuntungan sewajarnya aja.

Resep nastar klasik yang biasa kupakai adalah resep nastar NCC. Sudah cocok banget dengan resep ini. Dulu sudah pernah kuposting juga, tapi kutuliskan lagi disini ya

NASTAR KLASIK

Bahan :
250 gr butter
250 gr margarin
100 gr gula halus
4 butir kuning telur
700 gr tepung terigu serbaguna (bisa pakai protein rendah)
4 sdm susu bubuk full cream (pakai 1 sachet @27 gr)

Isian :
selai nanas homemade

Olesan :
4 kuning telur

Cara Membuat :
- Kocok butter, margarin, gula halus dan telur dengan mixer kecepatan rendah, sebentar saja asal tercampur rata.
- Masukkan campuran terigu dan susu bubuk yang sudah diayak sedikit demi sedikit sambil diaduk rata.
- Ambil adonan, pipihkan, beri isian dan bulatkan. Atau bisa dibentuk sesuai selera. Tata di atas loyang.
- Oven dengan suhu 150'C hingga setengah matang kemudian keluarkan dari oven.
- Biarkan uap panasnya hilang, baru dioles dengan kuning telur.
- Oven kembali hingga matang dan berwarna keemasan.
- Angkat dan dinginkan di atas cooling rack baru dimasukkan ke dalam wadah kedap udara.

Isian nastar tentunya lebih enak memakai selai nanas homemade. Kemarin-kemarin lupa mau menuliskan disini, karena banyak yang menanyakan jadi kutuliskan ya. Jangan terpaku pada resep selai nanas ini ya, karena berat nanas yang kita pakai kan beda-beda, demikian juga dengan kadar manisnya. Jadi silahkan disesuaikan dengan bahan-bahan yang kita pakai ya.

SELAI NANAS HOMEMADE

Bahan :
4 buah nanas ukuran sedang (pilih yang manis)
250-300 gr gula pasir (tergantung kadar manis nanas)
1/4 sdt garam
2 batang kayu manis bubuk (optional, aku jarang pakai)
5 butir cengkeh (optional, aku jarang pakai)

Cara Membuat :
- Kupas dan cuci bersih nanas, kemudian parut. Bisa juga menggunakan blender ya, tapi jangan sampai terlalu halus, agar masih keliatan serat-serat nanasnya.
- Masak nanas hingga airnya habis dan mengering.
- Tambahkan garam dan gula pasir. Aduk terus hingga terasa lengket dan airnya habis. Matikan api.
- Dinginkan selai atau sebelum dipakai bisa disimpan dulu di lemari es agar menjadi lebih kering dan mudah dipulung.
- Selai nanas homemade siap digunakan.

Yuuk...saatnya bikin nastar sendiri. Pasti terasa lebih istimewa ^_^




BLACK NASTAR ALA PAK SAHAK (BMS #4)



Last minute untuk setor di event BMS #4 yang bertema ananas tart alias nastar. Sengaja bikinnya sekalian ngerjain orderan, jadi baru bisa setor di saat-saat akhir. Sebenarnya sudah selesai juga bikin nastar klasik, tapi foto-fotonya belum ada yang diedit saking malesnya (teteuup deh) hihihi. Nah yang black nastar ini sudah diedit, jadi yang disetorin untuk BMS #4 ya black nastar aja ya.

Alhamdulillah sejak tahun lalu, selain nastar klasik, black nastar sudah jadi salah satu best seller cookies di Dapur Nays. Untuk tahun ini juga masih banyak yang berminat pada nastar unik ini. Kalau selama ini aku memakai resep hasil modifikasi dari nastar klasik NCC, maka sekarang aku memakai resep asli dari Pak Sahak Pribadi yang mempopulerkan black nastar untuk pertama kali. Resep yang kupakai tahun lalu silahkan bisa klik disini ya.

Yang harus diperhatikan dalam pembuatan black nastar ini adalah gunakan coklat bubuk yang berwarna hitam pekat, jangan yang berwarna coklat kemerahan. Hasilnya black nastarnya akan cantik tanpa tambahan bahan pewarna apapun. Untuk bentuknya silahkan dikreasikan sesuai selera masing-masing ya. Aku tetap memakai bentuk bulat dengan variasi bunga kecil di atasnya. Bunga kecil itu dibuat dari adonan nastar klasik biasa, kemudian digilas dan dicetak memakai pluger fondant. Bikinnya harus lebih telaten dibanding nastar klasik biasa hihihihi. Untuk bunganya bisa dipoles dengan kuning telur bisa juga tidak. Kali ini aku bikin yang tanpa polesan, menurutku tetap manis juga bahkan terlihat kontras dengan hitamnya nastar ini. Kalau mau dipoles juga cantik kok.




Monggo untuk resep black nastar asli dari Pak Sahak Pribadi. Semoga bisa menjadi inspirasi salah satu variasi cookies saat Lebaran nanti ya ^_^





Hamparan black nastar di atas cooling rack, fresh from the oven. Tunggu benar-benar dingin baru dikemas yaaa.


 Yeaaaay....I've got the badge ^_^

BANANA CARAMEL PUDDING



Caramel pudding atau puding karamel adalah satu jenis dari hot dessert, yaitu dessert yang sebenarnya disajikan saat panas . Walaupun demikian, puding karamel ini cukup nikmat apabila disajikan dalam keadaan dingin. Setidaknya aku memang lebih menikmati puding karamel dingin dibandingkan apabila masih hangat. Kembali kepada selera masing-masing ya.
Tidak seperti jenis puding lainnya, puding karamel ini tidak menggunakan agar-agar. Bahan dasar utama adalah susu dan telur serta tentu saja karamel. Proses pembuatannya cukup sederhana dan mudah. Puding ini bisa dibuat dengan cara dikukus atau dioven menggunakan metode steam bake atau au bain marie. Teksturnya sangat lembut dan sebaiknya dihidangkan dengan porsi personal, karena puding ini memang dinikmati dengan cara disendoki dan tidak dengan cara diiris / dipotong. Saat ini sudah banyak sekali modifikasi resep puding karamel, silahkan disesuaikan dengan selera keluarga ya.



Untuk takjil berbuka puasa, aku membuat puding karamel yang dipadukan dengan pisang. Jadi selain teksturnya yang lembut, terdapat juga aroma harum pisang di dalamnya. Selain divariasikan dengan pisang, bisa juga dengan alpukat, durian, kismis atau bahkan jeruk. Resep yang dipakai adalah modifikasi dari Sedap Pemula. Yuuuk cheki-cheki resepnya

BANANA CARAMEL PUDDING
(PUDING KARAMEL PISANG)

Bahan Karamel :
250 gr gula pasir
125 ml air panas

Bahan Puding :
2 buah pisang ambon, haluskan
300 ml susu cair
4 butir telur
35 gr gula pasir
1/4 sdt kayu manis bubuk

Cara Membuat :
- Karamel : Panaskan gula dengan 100 ml air panas. Masak dengan menggunakan api kecil agar gula tidak mudah gosong. Aduk-aduk dan masak hingga gula mendidih dan berwarna kecoklatan kemudian tambahkan sisa air panas. Aduk cepat.
- Tuang karamel dengan cepat ke dalam gelas / mangkok tahan panas (aku memakai ramekin), atau bisa juga memakai alufoil cup. Sisihkan.
- Campur susu dan pisang. Aduk hingga rata.
- Kocok lepas telur bersama gula pasir dan kayu manis bubuk hingga larut kemudian tuangkan ke dalam campuran susu sedikit demi sedikit sambil diaduk.
- Tuangkan ke atas karamel dalam gelas /  mangkok yang digunakan.
- Siapkan loyang yang sudah diisi dengan air panas, letakkan mangkok-mangkok puding di atasnya. Oven dengan suhu 160'C selama kurang lebih 60 menit.
- Angkat dan siap disajikan hangat ataupun dingin.

Apabila ingin disajikan dalam keadaan hangat, puding bisa langsung dinikmati dari mangkoknya. Apabila disajikan dalam keadaan dingin, puding bisa dikeluarkan dari mangkoknya ketika sudah dalam keadaan suhu ruang. Keluarkan dengan hati-hati ya, karena puding ini sangat lembut dan rapuh teksturnya. Menurutku lebih enak disantap setelah didinginkan di lemari es. Yummy dan bisa mengurangi rasa manisnya.




Teksturnya lembuuut banget kan. Seperti tofu hehehehe. Kakak Naira kurang begitu suka puding ini karena rasanya terlalu manis menurutnya. Kalau Adek....tentu saja gak langsung disantapnya puding ini, just like usually yaa. Kuah yang berwarna kecoklatan itu bukan berarti saus yang dibuat terpisah, tapi memang keluar dari puding karamel itu sendiri. Bila tidak terlalu suka manis, bisa disisihkan kuahnya ya.



Puding karamel ini cocok disajikan sebagai takjil berbuka puasa. Semoga bisa menginspirasi ya ^_^

MAKUTEL LAPIS KENTANG



Fotonya jeleeek dan mati gaya euy. Selama ini belum bisa juga sih bikin foto yang bagus, tapi kali ini bener-bener gak banget deh >.< Beberapa hari ini sama sekali gak ada mood untuk foto-foto. Dipaksain pegang kamera yaaa...gini deh jadinya. 
Tapi ya gak apa ya tetap diposting disini, siapa tau bisa jadi inspirasi terutama bagi penggemar makutel ^_^

Kebetulan ada orderan makutel tapi untuk toppingnya tidak mau memakai saus putih ataupun juga saus bolognese. Ditawarkan toppingnya memakai kentang kukus seperti pastel tutup langsung oke aja. Karena sekeluarga penggemar makutel, jadi harus dilebihkan donk adonannya. Jatah untuk keluarga harus tetap ada hihihi, nebeng takjil ini mah namanya. Ternyata oh ternyata kentang kukusnya cuma sisa sedikit, jadinya gak lapisannya gak bisa tebal bahkan tidak bisa menutupi seluruh permukaan makutel ini. It's oke yaa...yang penting untuk customer dulu deh, buat keluarga lain kali bisa bikin lagi kan.





Resepnya bisa memakai resep makutel favorit masing-masing. Untung topping kentangnya bisa dibuat seperti halnya kita membuat pastel tutup. Berikut ini resepnya...

MAKUTEL LAPIS KENTANG

Bahan Makutel :
200 gr macaronie, rebus hingga al dente
1 butir bawang bombay ukuran sedang, cincang halus
2 siung bawang putih, geprek dan cincang halus
150 gr daging giling
5 sosis iris tipis
400 ml susu cair
75 gr keju cheddar parut
4 butir telur ukuran sedang
 1 sdt oregano
1 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk
1 sdt gula pasir
2 sdm minyak

Bahan Lapisan Kentang
400 gr kentang, kukus dan haluskan
2 sdm susu bubuk full cream
2 butir kuning telur kocok lepas
1 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk
(campur dan aduk rata semua bahan)

Topping :
1 butir kuning telur kocok lepas (untuk olesan)
keju cheddar parut secukupnya

Cara Membuat :
- Panaskan minyak, tumis bawang bombay dan bawang putih hingga harum.
- Masukkan daging giling dan sosis, aduk hingga berubah warna.
- Tuang susu cair sedikit demi sedikit sambil diaduk, masukkan keju parut dan macaroni rebus.
- Bumbui dengan garam, merica dan gula pasir. Masak hingga meletup-letup.
- Matikan api dan biarkan hangat.
- Kocok lepas telur dan masukkan sedikit demi sedikit ke dalam adonan, aduk rata.
- Masukkan oregano, aduk rata.
- Tuang ke dalam pinggan tahan panas (bisa juga memakai alufoil) hingga setengah penuh, oven suhu 170'C hingga setengah matang. Kurang lebih selama 20 menit.
- Angkat dan biarkan hangat kemudian lapisi dengan kentang kukus hingga seluruh permukaan tertutupi.
- Oles dengan kuning telur dan taburi dengan keju cheddar parut bila suka.
- Oven kembali selama kurang lebih 20-30 menit atau hingga matang.
- Angkat dan siap disajikan.

Monggo dicobain ^_^



MIE GORENG TOM YAM



Simply cooking again. Sebenarnya ini adalah mie goreng biasa, yang dibuat dengan bahan-bahan seadanya, dibuat dikejar-kejar waktu (buat berbuka) dan juga dibuat saat lagi gak pengen kelamaan di dapur (teteep). Yang membedakan mie ini dengan mie goreng biasa adalah penggunaan pasta tom yam di dalamnya. Kebetulan beberapa waktu yang lalu dapat kiriman pasta tom yam dari seorang sahabat. Harusnya sih dibuat tom yam ya, tapi kok ya kelupaan terus gak diolah. Dapat inspirasi dari Majalah Sedap, maka dibuatlah mie goreng tom yam ini, tentu saja ala dapurku dengan pelengkap ala kadarnya.

Sebenarnya kurang cocok juga sih disebut mie goreng tom yam, karena pelengkapnya bener-bener minimalis. Kebetulan cuma punya bakso ikan, udang dan sedikit fillet ayam. Lebih enak kalau disajikan komplet dengan cumi ataupun jamur. Mungkin nanti serasa makan tom yam goreng lho hihihihi. Tapi gak apa ya tetap dinamakan mie goreng tom yam, daripada harus mikir judul yang lain >.<

MIE GORENG TOM YAM

Bahan :
200 gr mie kering, rebus hingga lunak dan tiriskan
150 gr udang kupas, sisakan ekornya
100 gr fillet ayam, potong dadu kecil
5 butir bakso ikan, iris sesuai selera (boleh juga pakai bakso ayam)
3 sdm pasta tom yam
2 cabe rawit, iris halus
1 batang serai, ambil bagian putihnya, iris serong
2 helai daun jeruk, buang tulang daunnya, iris halus
1 ruas lengkuas, memarkan
2 sdm kecap ikan
1 sdt kecap asin
1/2 sdt gula pasir
1/4 sdt merica bubuk
1 helai daun bawang, iris-iris
1 sdm margarin untuk menumis

Cara Membuat :
- Lelehkan margarin, tumis pasta tom yam, serai, lengkuas dan daun jeruk hingga harum.
- Tambahkan fillet ayam, bakso ikan dan udang. Aduk hingga berubah warna.
- Masukkan mie, bumbui dengan kecap ikan, kecap asin, gula pasir dan merica bubuk. Masak hingga matang dan test rasa.
- Tambahkan daun bawang, aduk rata.
- Angkat dan siap disajikan.




Rasanya unik, aroma tom yam yang khas dipadukan dengan gurihnya mie goreng. Sengaja dibuat tidak terlalu pedas agar anak-anak juga bisa makan. Next time kita bikin tom yam beneran lagi aja yuuk 
Eh ya...foto-fotonya no style and no props ya...lagi maleees.



KASTENGEL AMBROSIA



My kastengel Ambrosia ^_^  Kenapa dinamakan kastengel Ambrosia dan apa bedanya dengan kastengel lainnya? Sebenarnya ini adalah kastengel klasik biasa, tapi resepnya aku dapatkan dari Blog cantik Ambrosia milik mbak Anne Vijaya, jadi kunamakan kastengel Ambrosia aja ya.
Biasanya aku selalu membuat kastengel yang versi eggless atau tanpa telur, resepnya dulu sudah pernah kuposting disini ya. Dalam resepnya kastengel Ambrosia ini memakai kuning telur, jadi gak ada salahnya donk untuk dicoba.

Bermula dari obrolan dengan mbak cantik Eka Purwantiningsih beberapa waktu yang lalu. Katanya sih kastengel Ambrosia ini kesukaan customernya. Pastinya enak ya, jadi memang harus dicoba bikin. Menurut mbak Anne, resep ini adalah kastengel ala Anchor. Resep aslinya, memakai full keju parmesan. Karena gak punya parmesan, aku memakai full keju edam pada adonannya dan untuk toppingnya memakai keju cheddar biasa. Resep aslinya silahkan dilihat disini.




KASTENGEL AMBROSIA

Bahan :
25 gr margarin
150 gr butter
2 butir kuning telur
125 gr keju edam, parut
225 gr tepung terigu protein sedang
keju cheddar parut untuk taburan secukupnya

Bahan Olesan :
2 butir kuning telur + 1 sdt margarin
(campur dan aduk rata)

Cara Membuat :
- Kocok butter, margarin dan kuning telur hingga sedikit mengembang (sebentar aja ya).
- Masukkan terigu dan keju edam sedikit demi sedikit sambil diaduk rata menggunakan spatula.
- Gilas adonan menggunakan rolling pin dan cetak sesuai selera.
- Tata di loyang yang sudah dioles tipis margarin, beri olesan dan taburi keju cheddar parut.
- Panggang dalam oven bersuhu 160'C selama 20-30 menit hingga matang.
- Angkat dan dinginkan di atas colling rack baru dimasukkan ke dalam wadah kedap udara.



Ketika dipanggang, aroma harumnya udah menyebar kemana-mana. Rasanya...jelas ngeju banget. Enak deh. Monggo untuk yang pengen nyobain juga, siapa tau bisa jadi alternatif resep kastengel. Kalau di rumahku, kastengel ini wajib ada saat lebaran, jadi diusahakan untuk bikin kastengel seenak mungkin. Next time dicobain juga yang versi full parmesan atau mix parmesan-edam. Kayanya sama enaknya deh ^_^

Kastengel yang menggunakan kuning telur tentunya berbeda tekstur dengan yang tanpa kuning telur. Kastengel ini cocok untuk yang menyukai kastengel yang empuk, sedangkan kastengel tanpa telur pasti disukai oleh yang menyukai kastengel yang renyah. Jadi...mau pakai resep yang mana hayoo??




KLAPPERTAART FOR TA'JIL



Bagiku, klappertaart selalu menjadi hidangan ta'jil favorit. Mau yang original atau cheese, selalu enak. Namanya juga penggemar klappy ya ^_^. Dessert yang berasal dari Manado ini memang cocok dijadikan sebagai salah satu hidangan ta'jil. Rasanya yang manis dan teksturnya yang  lembut banyak disukai. Saat ini klappertaart sudah dikembangkan menjadi berbagai macam varian, misalnya coklat, durian, keju, pandan, cappuccino ataupun dengan penambahan jeruk mandarin. 




Resep klappy dengan beberapa variannya sudah beberapa kali aku posting. Bisa dilihat disini. Untuk ta'jil kemarin aku membuat varian original dan cheese. Alhamdulillah nikmat sekali.
So...just enjoy the pict ya ^_^



Tekstur dalam klappy yang lembut dipadukan dengan topping yang renyah. Untuk yang versi original, aku tambahkan juga kismis di adonannya, biar kelapa mudanya gak sendirian hihihi.
Happy Baking ^_^


MILO 'DOGGIE' COOKIES



Cute cookies ^_^  Selama ini gak pernah bikin cookies yang lucu-lucu, selalu saja bikin yang model klasik. Padahal kalau mau bisa aja sih belajar bikin cookies dengan icing di atasnya, jadi bisa membuat beraneka ragam cookies yang lucu. Tapi aslii...kalau aku kurang telaten bikinnya, apalagi kalau harus lukis melukis. Bisa-bisa harusnya model ketupat, jadinya mirip tahu deh wahahahah. 
Kalau cookies yang ini, anti ribet dan gampang bikinnya. Hasilnya juga lucuu. Aku bikin cookies ini beberapa hari yang lalu ditemani adek. Dia gak ganggu sama sekali sih, cuma ya itu anteng karena asyik makan koko crunch. Satu dimakannya, satu lagi dikasih ke bunda hehehehe.




Original recipe, aku lihat dari Happy Home Baking dan aku modif sedikit dengan penambahan gula pasir halus. Ini resepnya yaa...

MILO 'DOGGIE' COOKIES

Bahan :
180 gr butter suhu ruang
80 gr milo
1 sdm gula pasir halus (optional, aslinya tidak pakai)
200 gr tepung terigu protein rendah
25 gr maizena
25 gr susu bubuk full cream
100 gr chocochips
meises secukupnya
koko krunch secukupnya (kurleb 75 gr)

Cara Membuat :
- Panaskan oven 140'C, alasi dengan baking paper tanpa dioles (aku tanpa baking paper dan tanpa dioles).
- Ayak terigu, maizena dan susu bubuk. Sisihkan.
- Kocok butter, milo dan gula pasir halus sebentar saja, kurang lebih selama 3 menit dengan mixer kecepatan rendah. Jangan overbeat ya.
- Masukkan campuran terigu dan aduk rata menggunakan spatula hingga menjadi adonan yang bisa dipulung.
- Bentuk adonan menjadi bulat (aku timbang kurleb 7-8 gr), letakkan di atas loyang.
- Beri meises untuk mata, chocochips untuk hidung dan koko krunch untuk telinga.
- Panggang selama 25 menit hingga matang.
- Angkat dan dinginkan di atas cooling rack baru dimasukkan ke dalam wadah kedap udara.




Ayooo ajak anak-anak untuk membuat cookies ini. Mereka pasti senang dan menikmatinya. Tapi siap-siap aja ya kalau rebutan koko krunch-nya ^_^  Apabila disajikan sebagai cookies Lebaran, tentunya bisa menarik perhatian tamu-tamu kecil yang bersilaturahmi ke rumah.
Happy Baking..




PUDING GULA MERAH



Ini dia puding favoritku selain puding coklat, yaitu puding gula merah. Sering juga bikin puding ini karena memang gak cuma aku yang suka tapi kami sekeluarga favorit dengan puding ini. Rasanya yang legit dengan aroma gula merah yang khas dipadukan dengan teksturnya yang lembut. Enak sekali. Puding gula merah ini sangat cocok dihidangkan sebagai salah satu menu takjil lho, yaa...karena rasanya yang manis tentunya. 

Dulu banget aku udah pernah posting resep puding gula merah ini, bisa dilihat disini dan disini ya. Kali ini aku membuat puding gula merah dengan base resep andalan yang berasal dari Ricke dan kemudian aku modifikasi lagi sesuai selera ya.




PUDING GULA MERAH

Bahan :
1 bungkus (7 gr) agar-agar bubuk plain 
750 ml santan
300 gr gula merah, sisir halus
100 ml air
1 butir kuning telur, kocok lepas
1 helai daun pandan, simpulkan

Cara Membuat :
- Masak gula merah dan air, hingga gula merah larut. Angkat dan saring.
- Tuang santan ke dalam panci, masukkan air gula merah, daun pandan dan agar-agar bubuk.
- Masak dengan api kecil sambil terus diaduk.
- Menjelang mendidih, ambil 2 sendok sayur larutan agar-agar dan tuang ke dalam kuning telur. Aduk rata dan masukkan kembali. Aduk cepat dan didihkan.
- Matikan api dan tuang ke dalam cetakan agar-agar yang sudah dibasahi dengan air atau ke dalam cup.
- Biarkan uap panasnya hilang dan didinginkan baru dibekukan ke dalam lemari es.
- Sajikan dingin.

Note :
- Dengan cara tersebut, hasil jadi puding akan membentuk 2 lapisan, yaitu lapisan gula merah dan lapisan santan.
- Apabila menginginkan puding gula merah yang tanpa lapisan, maka kuning telur langsung dicampurkan di awal pemasakan dan ketika mendidih pertama kali langsung matikan api. Hasilnya adalah puding gula merah dengan 1 lapisan saja.






Menurutku puding gula merah ini cocok dijadikan sebagai puding cup, karena teksturnya yang sangat lembut. Jadi memakannya dengan cara disendoki. Kalau mau nekad dituang di cetakan agar-agar besar juga boleh, seperti yang kubuat tadi hehehehe. Tapi hati-hati ketika memotongnya ya. Mau yang lebih spesial? Tambahkan kelapa muda atau nangka ke dalam puding. Yummyyy...
Yuuk...bikin puding gula merah untuk menu takjil di bulan Ramadhan ^_^

CAP CAY SEADANYA



Cap cay (Hanzi: 雜菜; Pinyin: zácài; Pe̍h-ōe-jī: cha̍p-chhài; "aneka sayuran") adalah dialek Hokkian yang berarti harfiah "aneka ragam sayur". Cap cay adalah nama salah satu Chinese Food yang populer yang khas karena dimasak dari banyak macam sayuran. Jumlah sayuran tidak tentu, namun banyak yang salah kaprah mengira bahwa cap cai harus mengandung 10 macam sayuran karena secara harfiah adalah berarti "sepuluh sayur". Cap di dalam dialek Hokkian juga berarti "sepuluh", dan cai berarti sayur (Wikipedia).

Dalam perkembangannya cap cay sekarang banyak dikombinasikan dengan berbagai macam bahan pelengkap, misalnya dengan menambahkan sosis, kekian, ayam atau bahkan bahan seafood. Jenis capcay juga sangat beragam ditemukan di Indonesia. Ada cap cay dengan memakai kuah, baik itu kuah bening atau kuah kental. Ada juga cap cay yang kuahnya sedikit sekali sehingga disebut cap cay kering atau cap cay goreng. Enak yang mana? Tentunya kembali ke selera masing-masing.

Di keluargaku, cap cay termasuk jenis menu yang sering dihidangkan. Selain kami menyukai karena rasanya, tentunya yang paling penting adalah pembuatannya yang cepat dan anti lama (teteup ya). Seringnya sih bikin capcay seadanya aja, menyesuaikan dengan bahan-bahan yang ada di kulkas. Tapi kalau lagi niat bikin cap cay spesial ya diniatin deh beli aneka bahan hihihihi. Pokoknya tergantung mood juru masaknya deh.
Berikut adalah cap cay seadanya yang kubuat dan memakai jurus cemplang cemplung aja. Semoga bisa menginspirasi karena menurutku cap cay ini enak sekali disajikan untuk menu berbuka dan juga sahur.

CAP CAY SEADANYA

Bahan :
1/2 butir bawang bombay, iris memanjang
3 siung bawang putih, geprek dan cincang halus
100 gr fillet ayam, potong dadu
5 butir bakso ayam, iris tipis
3 buah sosis ayam, iris tipis serong
2 buah wortel, iris serong
2 bonggol pokcoy, potong-potong
1/2 bonggol sawi putih, potong-potong
2 batang daun bawang, potong-potong
1 sdm saus tiram
1 sdm kecap ikan
1-2 sdm kecap manis
1/2 sdt minyak wijen
garam, gula dan merica bubuk secukupnya
air secukupnya
1/2 sdm maizena, larutkan dengan sedikit air (bila ingin kuah kental)
2 sdm minyak goreng untuk menumis

Cara Membuat :
- Panaskan minyak, tumis bawang bombay dan bawang putih hingga harum dan layu. Masukkan fillet ayam dan sosis ayam, aduk rata hingga berubah warna.
- Masukkan wortel dan bakso ayam. Aduk rata.
- Tuang air secukupnya, masak sebentar hingga wortel lunak.
- Setelah wortel lunak, masukkan pokcoy dan sawi putih. Bumbui dengan saus tiram, kecap ikan, kecap manis, garam, gula pasir dan merica bubuk. Aduk rata.
- Bila ingin kuah kental, tuang larutan maizena sedikit demi sedikit hingga kekentalan yang diinginkan.
- Menjelang diangkat masukkan daun bawang dan minyak wijen. Aduk rata.
- Angkat dan siap disajikan hangat.

Tuuh...benar-benar cap cay seadanya kan ya. Jangankan 10 macam sayuran, yang kupakai cuma 3 macam aja heheheh. Biasanya aku suka juga menambahkan brokoli, bunga kol dan juga jagung kecil. Sebagai pelengkapnya, bisa ditambahkan juga udang atau jamur. Pasti tambah enak. Hati-hati dalam pemakaian garam ya, karena kecap ikan dan saus tiram sudah cukup gurih, jadi masukkan garam sedikit dahulu dan bisa ditambahkan hingga rasanya pas sesuai selera.
Happy Cooking ^_^





ROTI GORENG MAYO



Judulnya gayaaa banget ya, roti goreng mayo. Padahal ini aslinya adalah postingan orang yang lagi males tapi pengen makan amris alias risol mayo hihihihi. Maunya sih bikin real amris, tapi karena ngerasa capek banget ditambah lagi-lagi males untuk repot, jadinya harus diakalin deh. Kebetulan waktu ke rumah Mama ada roti tawar nganggur yang gak jelas mau dimakan kapan heuheueheu. Daripada nganggur mending diminta aja ya, dijadikan roti goreng mayo alias risol wannabe ^_^

Bikinnya asli gampang banget, gak pake ribet dan pastinya anti gagal. Buat yang lagi rajin dan punya bahan-bahan untuk membuat risoles yang lengkap, lebih baik jangan ditiru ya hihihihi. Kalau yang lagi males ribet, boleh laaah dicoba jurus roti tawar yang disulap menjadi ala amris ini. Gampang dibuat dan cepat.







Kalau mau memakai sosis, smoked beef dan keju slice utuh boleh juga, pasti lebih puas maemnya. Tapi aku kemarin kesulitan menggulungnya, jadi kupotong jadi 2 bagian aja. Monggo dicoba ya. Resep silahkan disesuaikan dengan kebutuhan.




Ketika keponakan-keponakanku datang dan kubuatkan roti goreng mayo ini, mereka gak ada yang tau lho kalau ini aslinya roti tawar yang digulung-gulung. Karena memang roti tawarnya sudah digilas tipis, jadi tidak begitu terasa lagi teksturnya. Kata anak-anakku dan juga sepupu-sepupunya....enaaaak ^_^