Wednesday, April 16, 2014

PUDING CAPPUCCINO

Bismillahirrohmanirrohim...
last minute menjelang deadline even Masak Bareng Yuuk... Gini nih kalau santai-santai, gak terasa udah mau ditutup aja eventnya hehehe. Sebenarnya sih bikinnya sudah dari minggu lalu, tapi fotonya betah banget diem di kamera dan gak dipindah-pindah apalagi diedit huhuhu. Untuk event kali ini temanya adalah "Puding Dingin".




Puding adalah salah satu dessert yang banyak disukai. Bahan baku puding sebenarnya tidak terbatas pada penggunaan agar-agar saja, tapi bisa juga menggunakan roti, biskuit, gelatin, konyaku atau tepung. Cara pembuatan puding juga tidak terbatas hanya dengan memasak dan mendinginkan saja, tapi bisa juga dipanggang atau dikukus sehingga puding bisa disajikan panas ataupun dingin. Salah satu contoh dari puding yang disajikan panas sebagai hot dessert antara lain adalah puding roti atau bread pudding. Sedangkan puding dingin tentunya sudah sangat populer dengan aneka ragamnya. Puding dingin sangat mudah dikreasikan menurut selera kita. Bisa disajikan dengan aneka buah-buahan, coklat, biskuit dan lain sebagainya. Untuk event kali ini saya membuat puding sederhana yaitu Puding Cappuccino.




Sebenarnya puding cappuccino ini sebagai "tombo kangen" saya akan kopi. Dulu saya adalah salah satu penikmat kopi. Kenal kopi sejak jaman kuliah dan terus berlanjut hingga saya menikah. Tidak sampai menjadi coffee addict, tapi saya dulu memang suka sekali kopi. Sampai pada akhirnya saya mengurangi konsumsi kopi. Saat ini belum tentu 1 bulan sekali saya menikmati kopi hehehe. Jadi puding cappuccino ini memang bener-bener obat kangen akan aroma kopi

PUDING CAPPUCCINO

Bahan Puding :
1 bungkus agar-agar bubuk plain
125 gr gula pasir
2 sdt kopi bubuk instan (saya pakai yang tanpa ampas)
2 sdt cappuccino bubuk
800 ml susu cair
1 kuning telur, kocok lepas
1 sdt pasta kopi (optional atau bisa diganti pasta coklat)

Bahan Mousse :
1 bungkus agar-agar bubuk plain
50 gr gula pasir
300 ml susu cair
1/2 sdt pasta kopi (optional)
2 putih telur
sejumput garam
25 gr gula pasir

Topping :
whipcream kocok, red cherry, coklat bubuk untuk taburan.

Cara Membuat :
- Lapisan Puding : Campur agar-agar bubuk, gula pasir, kopi bubuk dan cappuccino bubuk. Aduk rata. Tuang susu dan masak sambil diaduk hingga mendidih.
- Ambil 1 sendok sayur adonan, tuang ke dalam kuning telur yang dikocok lepas, aduk hingga rata. Tuang kembali ke dalam larutan puding kemudian aduk cepat dan masak hingga mendidih. Tuang pasta coklat dan aduk rata.
- Tuang ke dalam cetakan atau gelas saji, biarkan hingga mengeras. Sisihkan.
- Lapisan Mousse : Campur agar-agar bubuk dan gula pasir, tambahkan susu cair kemudian masak hingga mendidih. Tuang pasta coklat, aduk rata.
- Dalam wadah yang bersih, kocok putih telur bersama garam dan gula dengan mixer kecepatan tinggi hingga kaku. 
- Tuang larutan puding ke dalam kocokan putih telur, kemudian kocok perlahan hingga tercampur rata.
- Tuang ke atas puding yang sudah beku. Dinginkan.
- Menjelang disajikan hias sesuai selera dengan whipcream kocok dan taburi dengan coklat bubuk.

Untuk membuat puding dengan lapisan yang miring seperti yang saya buat ini dengan cara meletakkan gelas / cup puding di wadah yang sudah diisi dengan beras / kacang-kacangan seperti foto berikut.






Alhamdulillah...lumayan juga untuk obat kangen aroma kopi. Bila menginginkan aroma kopi yang lebih kuat, penggunaan cappuccino bubuk bisa disubstitusi dengan kopi bubuk ya, jadi total penggunaaan kopi bubuk sebaanyak 4 sdt. Bisa ditambahkan sedikit gula pasir apabila ingin rasanya tetap manis. Bisa juga menambahkan sedikit bubuk kopi pada lapisan mousse agar aroma kopinya lebih terasa.






Sekian...entry untuk event Masbar tema Puding Dingin...semoga berkenan ya ibu-ibu admin. Janji deh besok-besok diusahakan untuk setor lebih awal hehehe.
Masak Bareng Yuuk!!!

LBT #31 BAKPIA PATHUK UBI UNGU



Bismillahirrohmanirrohim...
Tema dari LBT #31 adalah Bakpia. Bakpia adalah makanan yang terbuat dari campuran kacang hijau dengan gula yang dibungkus dengan tepung kemudian dipanggang. Istilah bakpia sendiri berasal dari dialek Hokkian (Hanzi :  肉餅), yaitu dari kata "bak" yang berarti daging dan kata "pia" yang berarti kue sehingga secara harfiah berarti kue berisikan daging. Di Indonesia kemudian dikenal dengan nama pia atau kue pia.

Bakpia termasuk salah satu masakan yang populer dari keluarga Cina atau Tionghoa. Bakpia yang cukup dikenal salah satunya berasal dari daerah Pathok (Pathuk), Yogyakarta. Mengingat masyarakat Jogja cukup banyak yang beragama Islam, pada perkembangannya, isi bakpia yang semula daging babi pun diubah menjadi kacang hijau. Kemudian rasa-rasa dari bakpia dikembangkan menjadi cokelat, keju, kumbu hijau, dan kumbu hitam. Di desa Pathok, dulunya penduduk tidak mengenal istilah "merek", sehingga bakpia yang dijual hingga saat ini berlabel "nomor rumah produsen", misalnya nomor 75. Kemudian barulah muncul beberapa merek bakpia yang bukan dari nomor rumah, seperti Djava dan lain-lain.
Pada perkembangannya, bakpia semakin populer dan tidak hanya menjadi "milik" daerah Yogyakarta saja. Sekarang ini kita dengan mudah menjumpai bakpia telah menjadi oleh-oleh khas dari beberapa daerah, misalnya Bali dengan Pia Legong atau Malang dengan Bakpia Telo. 




Bakpia sendiri terdiri dari bakpia basah dan bakpia kering. Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat kedua jenis bakpia tersebut sebenarnya sama saja. Yang membedakan adalah cara pembuatannya. Bakpia basah dibuat dengan melipat adonan 1x saja kemudian adonan direndam di dalam minyak. Sedangkan bakpia kering dibuat dengan melipat adonan selama beberapa kali. Proses melipat adonan selama beberapa kali ini lah yang membuat bakpia kering terlihat berlapis-lapis dan terasa renyah. Membuatnya mirip dengan kalau kita membuat kulis pastry. Untuk isiannya sekarang sudah terdapat berbagai macam variasi, tidak hanya terpaku pada isian kacang hijau. Isian yang bisa digunakan antara lain adalah coklat, keju, aneka kacang-kacangan, ubi dan juga selai. Ada juga bakpia basah yang teksturnya empuk mirip dengan roti. Proses pembuatannya menggunakan ragi seperti proses pembuatan roti. Adonannya dibentuk kecil-kecil dengan isian mirip dengan bakpia. 

Untuk LBT #31 ini aku membuat bakpia ala Pathuk dengan isian ubi ungu. Bakpia ala Pathuk ini termasuk salah satu jenis bakpia basah. Untuk isiannya aku memakai ubi ungu yang memang kebetulan aku punya stok frozennya di kulkas. Sebenarnya paling suka dengan bakpia isi kacang hijau, tapi ternyataa....sedang gak punya stok kacang hijau di rumah. Jadi pakai yang ada aja ya. Resep yang kupakai adalah resep Mbak Diah Didi.



BAKPIA PATHUK UBI UNGU

Bahan Lapisan I :
125 gr tepung terigu protein sedang
65 gr tepung terigu protein tinggi
2 sdm gula pasir
1/2 sdt garam
100 ml air
200 ml minyak sayur (50 ml untuk dicampurkan adonan dan 150 ml untuk merendam)

Bahan Lapisan II :
65 gr tepung terigu protein sedang
25 ml minyak sayur
1/2 sdm margarin

Bahan Isian Ubi Ungu :
250 gr ubi ungu, kukus dan haluskan
4 sdm gula pasir halus
2 sdm susu bubuk
2 sdm margarin

Cara Membuat :
- Isian Ubi Ungu : Campur semua bahan menjadi satu kemudian bentuk bulat-bulat. Apabila bahan isian terasa terlalu lembek, bisa dipanggang sebentar sekitar 5 menit agar "kesat" baru kemudian dibentuk bulat.
- Lapisan II : Campur semua bahan menjadi satu, aduk rata dan sisihkan.
- Lapisan I : Panaskan air, tidak usah sampai mendidih kemudian masukkan gula. Aduk rata hingga gula larut.
- Campur terigu dan garam kemudian tuang air larutan gula, uleni hingga rata. Tuang minyak sayur, uleni hingga adonan kalis. Awalnya adonan akan terasa sangat basah oleh minyak, jangan khawatir teruskan menguleni hingga didapatkan tekstur yang kalis.
- Bagi lapisan I dan II menjadi beberapa bagian sama rata. Aku menimbang lapisan I kurang lebih @17 gr dan lapisan II kurang lebih @5 gr. Bentuk bulat.
- Ambil 1 bagian lapisan I, gilas dan tambahkan lapisan II di atasnya hingga rata. Lipat bentuk amplop kemudian satukan ujung-ujungnya (bentuk bulat).  Lakukan hingga adonan habis.
- Rendam adonan di dalam minyak selama 15 menit. Jangan terlalu lama merendam agar teksturnya tidak kering.
- Setelah 15 menit, angkat bakpia dari rendaman minyak dan tiriskan.
- Gilas adonan, beri isi dan bentuk bulat pipih. Buat sedikit lipatan bagian bawah agar bentuknya rapi. Lakukan hingga habis.
- Panggang dalam oven 200'C selama 15 menit hingga permukaannya kecoklatan, balik bakpia hingga sisi lainnya kecoklatan.
- Angkat dan dinginkan.







Sebenarnya kemarin ada juga fotoin beberapa step dari pembuatan bakpia ini, tapi ntar ya postingnya fotonya belum dipindah ke laptop hehehe. Biasaaa...lagi kumat malesnya. 
Enak juga sih bakpia isi ubi ungu ini, walau aku tetap lebih suka yang versi original pakai isian kacang hijau. Alhamdulillah bakpia ubi ungunya laris manis, tapi tetap aja ditagih kapan bikin yang isian kacang hijau hehehe. In shaa Allah nanti bikin juga yaa..




Terima kasih untuk challenge-nya LBT. Berkat LBT jadi merasakan bikin bakpia sendiri. Ternyata tidak sesulit yang dibayangkan. Memang yang penting kita mau mencoba terlebih dahulu baru tau dimana tingkat kesulitannya. Salam LBT ^^

Monday, April 14, 2014

SAUSAGE PINWHEEL PIZZA



Bismillahirrohmanirrohim
Sudah lama penasaran ingin membuat pinwheel pizza. Pizza ini bentuknya lucu seperti roda, atau kalau anakku bilang bentuknya seperti matahari. Tadinya sempat bingung sih, mau bikin pizza atau bikin donat ubi. Bahan-bahannya keduanya sudah disiapkan semua, ubi sudah keluar kulkas, saus bolognese juga siap. Mau bikin keduanya, jelas gak sempat donk ya. Kalau nanya anak-anak, mereka bilang mau semua hehehe. Akhirnya karena beberapa hari kemarin camilannya sudah gorengan, aku putuskan bikin pizza aja.
Sebenarnya bahan-bahan untuk pizza juga seadanya. Cuma punya sedikit daging giling dan sosis, tapi menurutku itu sudah cukup. Kebetulan anak-anak juga paling suka dengan pizza topping sosis.

Pinwheel pizza ini bisa dibuat dengan menggunakan resep crust pizza sesuai selera sih. Mau bikin pizza yang empuk ala roti atau pizza tipis, bisaa aja. Toppingnya juga silahkan disesuaikan dengan selera ya. Kali ini aku lagi gak pengen bikin pizza empuk, pengennya bikin crust ala pizza klasik yang tipis. Resepnya bisa pakai resep andalan masing-masing atau boleh juga pakai resep yang kupakai berikut ini. Tadi coba juga fotoin beberapa step dari pembuatan pinwheel pizza ini, tapi...hasil fotonya jelek banget huhuhuhu. Gini nih kalau bikin pizza pasti anak-anak ngikut bantuin. Bundanya jadi gak konsen sama sekali. Udah gitu ada 1 step yang lupa kefoto, sedangkan adonan udah habis...haduuh. Akhirnya adonan dibuka lagi, jadi hasil fotonya tambah belepotan. Cuma sempat sekali jepret karena anak-anak udah ribut dan ternyata hasilnya blur hahaha. Nasib deh ya. Tapi semoga beberapa foto seadanya ini bisa membantu untuk yang pengen bikin pinwheel pizza.


SAUSAGE PINWHEEL PIZZA

Bahan Crust Pizza :
150 gr tepung terigu protein tinggi
50 gr tepung terigu protein sedang
1/2 sdt ragi instan
135 ml air hangat
1/2 sdm gula pasir
1/2 sdt garam
1 sdm minyak zaitun

Topping :
saus pizza / saus bolognese secukupnya
daging giling secukupnya
sosis, iris tipis
oregano secukupnya
keju mozarella secukupnya
keju parmesan (optional)

Olesan :
1 kuning telur + 2 sdm susu cair, aduk rata

Cara Membuat Crust Pizza :
- Campurkan ragi instan dan air hangat. Diamkan selama 10 menit hingga timbul buih-buih. Jangan gunakan air yang terlalu panas ya karena dapat merusak ragi.
- Campurkan tepung terigu dan gula, aduk rata. Tuang larutan ragi. Aduk hingga rata dan uleni hingga 1/2 kalis.
- Tambahkan minyak zaitun dan garam, kemudian uleni kembali hingga kalis dan elastis.
- Bulatkan adonan, kemudian diamkan selama 45-60 menit hingga mengembang.
- Adonan siap digunakan.

Penyelesaian :
- Setelah adonan mengembang, kempiskan adonan dan uleni kembali sebentar. Bagi adonan menjadi 2 bagian sama besar.


- Ambil satu bagian adonan, gilas dengan menggunakan rolling pin.


- Pindahkan adonan ke loyang yang sudah dioles tipis margarin, kemudian cetak bulat. Aku memakai tepian loyang bulat untuk mencetaknya.


- Buat titik di tengah adonan, kemudian buat irisan dari titik tersebut. Jangan terlalu panjang ya.


- Olesi saus bolognese dan beri topping di tepi irisan, taburi dengan keju mozarella dan parmesan. Ambil ujung irisan dan lipat ke tepian adonan. Diamkan selama 10-15 menit.


- Olesi permukaan crust dengan bahan olesan dan taburi keju parmesan.
- Panggan dalam oven suhu 190'C hingga matang.
- Angkat dan sajikan hangat.

Maaf yaa....foto tutorialnya benar-benar seadanya. Live from my kitchen hihihi. Semoga melalui foto-foto seadanya ini bisa dimengerti cara pembuatannya ya.

Berikut ini aku share resep saus pizza / saus bolognese. Intinya sama aja dengan yang pernah kutulis disini, hanya aku tidak memakai campuran daging giling dan airnya menggunakan air kaldu. Bisa dibuat dalam jumlah banyak kemudian simpan di wadah tertutup, letakkan di kulkas. Setiap akan menggunakan cukup dipanaskan sebentar saja

SAUS PIZZA

Bahan :
5 buah tomat, buang biji dan kulitnya, blender hingga halus
50 gr pasta tomat
100 gr saus tomat
1 buah bawang bombay, cincang halus
2 siung bawang putih, cincang halus
1 sdm gula pasir
1 sdt garam
1/4 sdt merica bubuk
1 sdt oregano
100 ml air kaldu
2 sdm olive oil untuk menumis

Cara Membuat :
- Panaskan minyak, tumis bawang bombay dan bawang putih hingga harum.
- Masukkan tomat, pasta tomat dan saus tomat. Aduk hingga rata.
- Bumbui dengan garam, gula pasir dan merica bubuk. Aduk rata.
- Tambahkan air kaldu dan oregano. Masak hingga mengental kemudian test rasa.
- Angkat dan siap digunakan.




Anak-anak tentunya senang sekali melihat pinwheel pizza ini. Bagi mereka, bentuknya lucu hehehe. Sayangnya yang kufoto ini, lelehan mozarellanya tidak terlihat ya, karena memang setelah dingin baru sempat fotoinnya. Kalau yang satu bulatan lagi sudah habis sesaat setelah matang, jadi masih keliatan lelehan si mozza, tapi gak bisa difoto donk karena langsung ludes. Alhamdulillah.



Selamat mencoba pinwheel pizza. Happy Baking ^^

Friday, April 11, 2014

HOMEMADE TELUR ASIN



Alhamdulillah...penantian selama 14 hari terjawab sudah hihihi. Kaya menanti apa aja ya. Ini pertama kalinya aku membuat telur asin sendiri. Selama ini mudah sekali menemukan telur asin di sekitarku dan itu membuatku malas belajar bikin telur asin sendiri. Dapat ide membuat telur asin homemade, karena aku dapat kiriman telur bebek dari seorang teman. Sempat mikir muter-muter mau diolah jadi apa telur asinnya. Idenya mulai dari membuat martabak telur, mie homemade dan cake, tapi jadinya dibuat telur asin aja deh hihihi.

Menurut Wikipedia, telur asin adalah istilah umum untuk makanan berbahan dasar telur yang diawetkan dengan cara diasinkan. Proses pembuatan telur asin ini adalah dengan cara memberikan garam berlebih untuk menonaktifkan enzim perombak. Pada umumnya bahan utama telur asin adalah telur itik atau bebek, tapi bisa juga menggunakan telur lainnya,  misalnya telur ayam biasa. 

Di daerah Jawa Tengah, terdapat sentra pembuatan telur asin di Brebes. Apabila kita melewati kota Brebes, sepanjang jalan kita dapat menemui penjual telur asin. Pada umumnya telur asin, diolah dengan cara direbus, tapi di Brebes kita dapat menjumpai telur asin yang diolah dengan cara dibakar atau dioven. Setiap tahun ketika mudik, kami sekeluarga pasti menyempatkan diri untuk membeli oleh-oleh telur asin khas Brebes ini. Biarpun sudah sering makan telur asin, tapi tetap aja beda kalau menikmati telur asin Brebes hehehe.

Telur asin bisa dibuat dengan cara membuat "lumpur garam" untuk kemudian dibalurkan ke seluruh permukaan telur asin. Lumpur garam ini terbuat dari abu gosok atau tanah yang dicampur dengan air dan garam. Setelah dibalurkan pada telur asin mentah, kemudian disimpan selama kurang lebih 1 minggu baru kemudian dibersihkan dan direbus. Cara lain untuk membuat telur asin adalah dengan merendam telur ke dalam air garam. Ada juga yang mencampurkan bawang putih ke dalam larutan garam tersebut untuk memberikan aroma pada telur asin. Waktu penyimpanan bervariasi antara 2-3 minggu
Untuk membuat telur asin homemade, aku memilih cara yang ke-2 yaitu merendam telur ke air garam.




Aku memakai resep yang disharing Bu Fatmah Bahalwan sedangkan untuk tips dan triknya aku lihat dari blog inspiratif  milik Ummu Fatima Sangat mudah dan anti ribet, tapi memang harus sabar menunggu antara 2-3 minggu ya. Kali ini aku hanya menyimpan selama 16 hari dan Alhamdulillah...rasa  asinnya pas sekali dengan yang kumau. Kuning telurnya juga masir. Kata suamiku, aku disuruh menambah variasi jualan, yaitu telur asin hahahaha..

HOMEMADE TELUR ASIN 

Bahan :
10 butir telur bebek / ayam
500 gr garam kasar
1,5 liter air hangat

Cara Membuat :
- Siapkan toples, bisa memakai toples kaca atau toples tuppy seperti yang kupakai. Pastikan toples tersebut mempunyai tutup yang rapat.
- Isi toples dengan air hangat hingga 1/2 tinggi toples lalu masukkan sebagian garam. Aduk hingga larut. Tambahkan lagi air dan garamnya hingga garamnya benar-benar tidak larut lagi ketika diaduk. Cirinya adalah terdapat endapan garam di dasar toples. Biarkan dingin.
- Siapkan telur bebek, cuci bersih dengan menggunakan spons agar pori-pori cangkang telur sedikit terbuka. 
- Masukkan telur satu per satu ke dalam toples kemudian tutup dan simpan di tempat yang teduh (aku simpan di lemari dapur).
- Simpan telur asin selama 14-21 hari, setelah 2 minggu tukar posisi telur yang di atas ke posisi yang bawah agar asinnya merata (aku tukar posisi telur pada hari ke 8 dan telur asin kusimpan selama 16 hari saja).
- Saat panen, langsung rebus telur selama kurang lebih 30 menit (tergantung banyaknya telur). 
- Setelah matang, bisa langsung diangkat dan didinginkan atau diamkan di dalam panci beserta airnya hingga dingin dengan sendirinya. 

Notes :
- Kalau menginginkan telur asin yang berminyak, proses perendaman bisa dilakukan selama 21 hari, tapi nanti putih telurnya akan terasa sangat asin. 
- Apabila direndam selama 2 minggu rasa asin putih telurnya sudah pas, tetapi kuning telurnya kurang berminyak. Jadi silahkan disesuaikan dengan selera yaa...mau pilih yang mana.




Alhamdulillah walaupun hanya direndam selama 16 hari, tapi ternyata telur asinnya sudah terasa masir dan sedikit berminyak. Rasa asinnya juga sudah pas. Menurut Mbak Judith, untuk menghasilkan telur asin yang berminyak, gunakan waktu yang lama pada saat merebus telur, kurang lebih selama 1 jam. Pada saat merebus telur asin, biasanya air rebusan agak berbusa. Hal ini karena terdapat kandungan garam pada telur yang direbus. Pada proses perebusan yang lama, air berbusa tersebut bisa dibuang dan diganti lagi dengan yang baru. Hal tersebut tidak akan mengurangi rasa pada telur asin. Yang bisa menyebabkan berkurangnya rasa asin pada telur adalah apabila sesaat setelah direbus, telur tersebut didinginkan dengan cara merendam pada air dingin.






Ternyata bikin telur asin gak susah ya hehehe. Yang belum pernah nyoba...yuuk bisa dicobain bikin telur asin sendiri di rumah. In shaa Allah lebih puas dengan hasilnya ^^
Selamat mencoba

Thursday, April 10, 2014

CA KAILAN UDANG

Postingan tentang simpel menu lagi. Padahal yakin banget deh siapapun pasti bisa bikinnya, tanpa perlu nyontek postingan ini hehehe. Masih dalam rangka request seorang teman yang memintaku untuk posting menu-menu sederhana yang mudah dibuat. Hanya sekedar sharing aja sih, siapa tau yang tadinya bingung mau masak apa jadi ada ide. Aku sering juga mengalami hal itu. Maklum tiap hari masak, tentunya ada kalanya bingung menentukan menu. Kalau udah gitu biasanya aku blog walking, cari inspirasi menu-menu simpel yang kira-kira bisa kubuat. Cara lain mencari inspirasi memasak ya tentu saja dengan pergi ke pasar atau tukang sayur pagi-pagi. Melihat bahan-bahan, pasti deh nanti bisa datang sendiri inspirasi memasaknya hehehe. 





Beberapa hari yang lalu aku bikin ca kailan. Cukup sering juga aku bikin ca, karena memang praktis dan mudah. Biasanya aku membuat ca kangkung, ca sawi, ca tauge, ca brokoli atau ca kailan seperti yang kuposting ini. Kailan sendiri adalah sayuran yang bentuknya mirip dengan sawi / caisim dan juga mirip kembang kol. Sayuran ini berasal dari Cina dan telah banyak dikembangkan di Indonesia. Kailan enak sekali  disajikan sebagai ca. Pelengkapnya bisa disesuaikan dengan selera, bisa menggunakan ayam, jamur, seafood atau bahkan daging sapi. Kali ini aku membuat ca kailan yang dipadukan dengan udang dan tahu.




CA KAILAN UDANG

Bahan :
1 ikat kailan, cuci bersih dan potong-potong
150 gr udang kupas, kerat punggungnya
1 blok tahu, potong dadu dan goreng sebentar hingga berkulit
4 butir bawang merah, iris tipis
3 siung bawang putih, iris tipis
2 cabe merah, iris serong tipis
1 sdt garam
1/2 sdt gula pasir
1 sdm kecap manis
100 ml air
2 sdm minyak untuk menumis

Cara Membuat :
- Panaskan minyak, tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum dan layu.
- Masukkan cabe merah dan udang. Aduk rata dan masak hingga berubah warna.
- Masukkan tahu, tuang air dan bumbui dengan garam, gula pasir dan kecap manis.
- Masukkan kailan, masak hingga layu dan matang. Test rasa hingga pas
- Angkat dan siap dihidangkan.

Sengaja aku tidak menambahkan macam-macam bumbu, karena ingin rasa yang ringan saja. Sebagai variasi, bisa ditambahkan saus tiram. Hmmm...rasanya tidak kalah enak. Ca kailan ini enak apabila dihidangkan untuk sekali makan saja. Jadi memang lebih baik masak sedikit tapi langsung habis. Aku suka dengan kailan yang dimasak tidak sampai benar-benar layu, jadi masih terasa "kriuk"nya. Rasanya kailan sendiri sudah enak kok, ada sensasi manis dan legitnya. Selain dimasak, aku sering juga memanfaatkan kailan sebagai salah satu bahan green smoothies. Enak juga lho.

Happy cooking...semoga bisa menjadi salah satu inspirasi ya.


Wednesday, April 9, 2014

MARTABAK TELUR PRAKTIS



Bismillah....
Hasil latah dan mupeng oleh postingan martabak telur bumbu kari punya Mbak Myrna Mercy di Instagram, akhirnya aku bikin jugaaa euy. Kami sekeluarga suka sekali dengan martabak telur, kalau lagi males bikin biasanya ya beli di abang-abang pinggir jalan. Dinikmati selagi hangat...memang enak bangeet. 

Dulu sudah pernah posting juga tentang martabak telur, bisa dilihat disini. Martabak ala Mbak Myrna ini praktis banget karena memakai spring roll pastry atau kulit lumpia siap pakai. Hasilnya enaak kok, lumayan lah bisa dibuat kalau kita punya stok spring roll pastry dan lagi males bikin kulit martabak sendiri. Kalau Mbak Myrna bikinnya pakai bumbu kari, aku cuma bumbui dengan garam, gula pasir dan merica aja. Alhamdulillah sudah enak banget. Terima kasih inspirasinya ya Mbak. Harusnya kalau bikin martabak telur, rasanya kurang lengkap tanpa acar timun. Kali ini aku gak bikin acar timun karena lagi gak punya stok timun di rumah. Cukup dengan cabe rawit aja ya atau kalau versi kakak Naira dicelupin di sambel bangkok. Yummy... Berikut resep yang sudah dimodifikasi menyesuaikan bahan yang kupunya.






MARTABAK TELUR PRAKTIS

Bahan :
10-15 spring roll pastry (kulit lumpia siap pakai). Aku pakai ukuran besar
250 gr daging giling
3 siung bawang putih, memarkan dan cincang halus
3 butir telur
3 daun bawang, cincang halus
garam, gula pasir dan merica bubuk secukupnya
minyak goreng secukupnya

Cara Membuat :
- Panaskan 1 sdm minyak, tumis bawang putih hingga harum dan layu. Masukkan daging giling. Aduk hingga berubah warna.
- Bumbui dengan garam, gula pasir dan merica bubuk. Aduk rata.
- Masak hingga kering. Angkat dan dinginkan.
- Dalam wadah, kocok lepas telur. Masukkan daun bawang dan tumisan daging, aduk hingga rata.
- Ambil selembar kulit lumpia, beri isian 1-1,5 sdm, lipat bentuk amplop dan rekatkan ujungnya dengan air atau putih telur. Segera goreng dalam minyak yang sudah dipanaskan. Lakukan hingga habis.
- Sajikan dengan acar timun, cabe rawit atau saus sambal.

Notes :
Setiap selesai mengerjakan martabak telur harus segera digoreng ya. Jangan buat banyak baru digoreng belakangan karena kulit akan lembek dan robek.




Komentar suamiku....enaknya kebangetan hahaha. Kalau ini sih kayanya memang komentar orang yang kelaperan deh, apalagi sekali makan langsung habis 3. Gimana gak enak, soalnya isiannya banyak banget dagingnya, daun bawangnya kalah deh. Lumayan banget sebagai variasi cemilan di sore hari. Eh ya...kulit martabak telurku ini gak mirip ya sama martabak telur beneran. Harap maklum...namanya juga pakai kulit martabak telur abal-abal hehehe. 
Selamat mencoba ^^



MACARONI BOLOGNESE



Ada beberapa rekan yang menanyakan simpel menu yang bisa disajikan untuk sarapan. Kriterianya diantaranya adalah, anti ribet, cepat dan yang pasti enak hehehe. Menurutku macaroni bolognese ini memenuhi semua kriteria tersebut di atas dengan satu syarat sudah ada stok saus bolognese homemade ya. Aku biasa membuat saus bolognese dalam jumlah banyak sehingga bisa distok dengan menyimpannya di dalam lemari es dan siap digunakan sewaktu-waktu. Saus bolognese ini tidak hanya digunakan sebagai saus pizza dan spaghetti saja, tapi aku bisa juga menambahkan pada telur dadar, sebagai topping roti atau mengolahnya dengan macaroni seperti ini. Kalau malas bikin, bisa sih beli saus bolognese siap pakai tapi menurutku homemade is the best hehehe. Bukan memuji buatan sendiri, tapi dengan membuat sendiri kita bisa menggunakan bahan-bahan pilihan dan pastinya tanpa penyedap serta bahan pengawet. Rasanya juga bisa disesuaikan dengan selera keluarga. Just my humble opinion ya ^^

Kembali ke macaroni bolognese. Selain macaroni schotel, macaroni yang ditumis ini jadi favorit anak-anakku. Pelengkapnya bisa disesuaikan dengan bahan-bahan yang ada. Kali ini aku memakai smoked beef, kacang polong beku dan paprika. Soalnya memang adanya itu sih hehehe. Kebetulan lagi gak punya stok sosis atau bakso. Bikinnya tentu saja cukup mudah, cukup tumis-tumis sebentar jadi deh.






MACARONI BOLOGNESE

Bahan :
150 gr macaroni 
1 liter air + 1 sdt olive oil
1/2 butir bawang bombay ukuran sedang, cincang 
2 siung bawang putih, memarkan dan cincang halus
3 lembar smoked beef, iris persegi
2 sdm kacang polong beku
1/2 paprika ukuran kecil, potong dadu kecil
3 sdm saus bolognese homemade
1/2 sdt garam
1/2 sdt gula pasir
1/4 sdt merica bubuk (bisa pakai blackpepper bila suka)
1/2 sdt oregano
2 sdm olive oil untuk menumis

Cara Membuat :
- Rebus macaroni dalam air yang sudah diberi olive oil. Masak hingga al dente, yaitu sudah matang tapi belum terlalu lunak. Angkat dan tiriskan.
- Panaskan minyak, tumis bawang bombay dan bawang putih hingga harum dan layu. Masukkan smoked beef, kacang polong beku dan paprika. Aduk rata.
- Masukkan saus bolognese, aduk hingga rata.
- Masukkan macaroni, aduk hingga tercampur rata kemudia bumbui dengan garam, gula pasir dan merica bubuk. Test rasa.
- Sesaat sebelum diangkat, taburi dengan oregano. Aduk rata.
- Angkat dan segera sajikan hangat.

Paling enak dinikmati sesaat setelah matang. Sebenarnya kalau anak-anak gak suka sih kalau dikasih paprika, pasti deh paprikanya disingkirin di pinggir piringnya hehehe. Tadi dikasih paprika biar lebih cantik aja warnanya. Resep saus bolognese homemade sudah beberapa kali aku posting ya, salah satunya bisa dilihat disini.
Selamat mencoba, siapa tahu jadi salah satu alternatif menu yang simpel buat keluarga.