Thursday, July 24, 2014

LAPIS LEGIT PRUNES





Bismillahirrohmanirrohim
Alhamdulillah...acara cookies dan kerjaan lainnya sudah selesai. Sudah bisa lebih santai di rumah, sudah mulai bisa "belajar" lagi di dapur, sebelum nanti off lagi karena bersiap mudik lebaran. Kebetulan masih banyak stok butter dan telur di dapur, jadi yang terpikir adalah mengolahnya menjadi cake yang enak. Udah lama rasanya tidak menikmati cake buatan sendiri, jadi begitu ada waktu luang langsung deh dibuat nguprek di dapur. Kali ini aku memilih untuk membuat lapis legit prunes. Tadinya sih gak mau ribet, mau bikin lapis surabaya, tapi ingat kalau masih punyak buah prunes yang dibeli di Lai-lai Malang jadinya ganti haluan bikin lapis legit aja.

Lapis legit adalah salah satu contoh dari kuliner peranakan Cina. Kalau kita mendengar kata lapis legit, maka yang terbayang adalah kue dengan banyak lapisan dengan tekstur yang moist dan lembab. Dibuat dari banyak kuning telur dan juga butter, membuat lapis legit sering kali diidentikkan dengan cake yang mengandung kolesterol tinggi hehehe. Untuk yang tau proses pembuatannya, pasti yang terbayang adalah betapa ribet dan susahnya bikin kue yang satu ini. Kalau menurutku, sebenarnya bikinnya tidak sesulit yang dibayangkan kok, tapi memang membutuhkan kesabaran ekstra dan tentu saja waktu yang tidak sebentar. Bayangkan saja, membuat lapisan demi lapisan ini memaksa kita untuk tidak jauh-jauh dari oven. Kalau lengah, bisa-bisa gosong deh kuenya. Jadi jangan coba bikin lapis legit kalau lagi sibuk banget dan tidak punya waktu luang yaa. Bagiku ditambah 1 poin lagi, bikin lapis legit harus disaat anak-anak lagi rukun main berdua dan tidak berantem heuheuheuu.




Kali ini aku memakai resep Ny. Liem yang memakai 40 butir kuning telur untuk 1 resepnya. Aku cuma bikin 1/2 dari resep asli dan memakai loyang 16 cm. Hasilnya...kayanya kurang tinggi ya lapis legitnya. Harap maklum juga kalau lapisannya masih berantakan. Maklum masih belajaran bikin lapis legit.
Resep berikut adalah resep yang memakai 40 butir telur dan menggunakan loyang 20 cm. 

LAPIS LEGIT PRUNES

Bahan A :
40 kuning telur
350 gr gula pasir
1/2 sdt vanilla

Bahan B :
400 gr butter
300 gr margarin
4 sdm susu kental manis
1sdt bumbu spekoek (aku skip)
pewarna kuning telur (aku skip)

Bahan C :
70 gr tepung terigu protein rendah
20 gr susu bubuk

Bahan D :
buah prunes secukupnya, belah hingga tidak terputus

Cara Membuat :
- Panaskan oven 160'C. Siapkan loyang 20x20x7 cm, oles margarin dan alasi kertas roti. Sisihkan.
- Bahan B : kocok butter dan margarin hingga mengembang dan putih. Tambahkan susu kental manis, kocok hingga rata. Sisihkan.
- Bahan A : Kocok semua bahan hingga kental. Masukkan bahan B, kocok hingga tercampur rata.
- Masukkan bahan C dengan cara diayak sambil diaduk perlahan hingga tercampur rata.
- Tuang 4 sdm adonan ke dalam loyang, ratakan. Panggang dengan api bawah selama 10 menit hingga matang dan kecoklatan (aku tidak sampai 10 menit, sekitar 5-7 menit). Angkat, matikan api bawah dan nyalakan api atas.
- Tekan-tekan adonan dengan alat penekan lapis legit, tuang kembali adonan. Ratakan dan panggang hingga kecoklatan.
- Ulangi langkah di atas. Beri buah prunes setiap 4 lapis dan lakukan hingga adonan habis.
- Matikan api atas dan nyalakan kembali api bawah. Panggang kembali selama kurang lebih 15 menit hingga benar-benar matang. Tutup bagian atas dengan alumunium foil agar permukaan atas tidak gosong.
- Angkat dan dinginkan baru kemudian dipotong-potong.

Notes :
Jangan berpatokan pada suhu dan waktu pada resep. Kenali oven kita masing-masing, karena setiap oven karakternya berbeda. 




Terlepas dari lapisannya yang tidak rapi sama sekali, kuenya kurang tinggi dan potongannya tidak bagus ini....rasanya juara. Ya iyaa lah...pasti enak karena telurnya seabreg dan juga memakai butter dan margarin yang berkualitas. 
Bisa menjadi salah satu hidangan saat Idul Fitri nanti. Kue istimewa untuk hari special ya ^^

Selamat menunaikan ibadah puasa....Happy Baking..

Tuesday, July 22, 2014

COKLAT KURMA



Bismillah...
Quick post. Hasil iseng beberapa hari yang lalu waktu ngantuk-ngantuk nungguin cookies di oven ^^  Pas liat kurma dan mede yang duduk manis di meja makan, jadinya keingetan kalau Naira suka banget dengan coklat kurma. Bagi kami, kurma memang wajib ada saat Ramadhan seperti ini. Jangankan pas Ramadhan ya, sehari-hari aja sering banget menyediakan kurma sebagai salah satu buah favorit. Kalau coklat dan mede, pastinya banyak yang suka donk ya. Jadi kebayang kan kalau ketiganya dijadikan satu. Hmmm...jadilah coklat kurma isi mede yang enak. Bikinnya juga gampang banget dan anti gagal pastinya.

Selain menggunakan mede, bisa juga menggunakan isian lain sesuai selera. Aku pernah bikin pakai isian pistachio. Bisa juga memakai biskuit yang dihaluskan atau bahkan diisi coklat juga, jadinya coklat dalam kurma hehehe. Kali ini aku memakai mede sangrai, boleh juga menggunakan mede yang digoreng apabila suka.

COKLAT KURMA

Bahan :
Kurma, buang bijinya
Mede, oven atau sangrai (boleh juga digoreng)
DCC (dark cooking chocolate / coklat masak) leleh

Cara Membuat :
- Isikan mede ke dalam kurma, rapatkan kurma dan isiannya.
- Celupkan ke dalam DCC leleh hingga menutupi seluruh permukaan kurma. Angkat dengan menggunakan tusuk gigi dan letakkan di atas cooling rack yang dialasi loyang.
- Setelah agak set (coklat tidak menetes lagi), bekukan di dalam lemari es.




Gampang kaaan. Bikin yang banyak yuk untuk cemilan di rumah. Anak-anak pasti suka ^^
Selamat mencoba..

Saturday, July 19, 2014

RAWON EMPAL



Bismillahirrohmanirrohim
Halooo...pastinya udah familier banget kan dengan menu yang satu ini, yaitu rawon. Bagi yang berdomisili di Jawa terutama Jawa Timur, rawon pasti sudah tidak asing lagi. Rawon adalah salah satu masakan tradisional yang berasal dari Jawa. Rawon mirip dengan sup atau soto dengan isian daging dan kuah yang berwarna hitam. Warna hitam pada kuah rawon berasal dari pemakaian kluwek. Biji kluwek selain diolah menjadi bumbu rawon, dapat pula digunakan sebagai bumbu pada masakan lain, misalnya sayur brongkos atau sup konro dari Makasar.
Walaupun dikenal sebagai masakan yang berasal dari Jawa Timur, tetapi di daerah lain di Jawa, misalnya Jawa Tengah juga ada rawon kok. Di Pekalongan Jawa Tengah ada pindang tetel yang mirip sekali dengan rawon. Bumbu-bumbunya sama, tapi biasanya pindang tetel ditambahkan cabe pada bumbu halusnya. Kalau menurutku sih, tetap rawon Jawa Timur yang paling mantap deh hehehe. Rawon enak disajikan sebagai menu sarapan, makan siang ataupun makan malam. Menu segala suasana ya ceritanya. Di Jawa Timur, rawon adalah menu yang bisa dengan mudah ditemukan, mulai dari di warung-warung pinggir jalan sampai di resto terkenal. Warung rawon ada yang buka mulai dini hari hingga waktu sarapan atau bahkan ada yang baru buka tengah malam seperti rawon setan di Surabaya yang terkenal itu hiihih. Sekarang ini yang lagi ngetrend adalah rawon iga. Kebayang kan gimana enaknya....hmmm.

Rawon biasanya menggunakan daging tetelan, tapi aku sering juga menggunakan daging has karena anak-anak suka protes kalau kebanyakan tetelan. Bagi keluargaku, rawon adalah salah satu menu favorit. Kayanya hampir tiap minggu deh, ada jadwal untuk masak rawon. Kalau lagi rajin, biasanya bumbu rawon dibuat untuk beberapa kali masak dan selanjutnya disimpan di freezer. Jadi sewaktu-waktu ingin membuat  rawon, tinggal ngeluarin bumbunya aja. Sebenarnya di keluargaku juga beda selera tentang rawon ini. Kalau aku dan suami tentu saja suka dengan rawon yang kental, sedangkan Naira suka dengan rawon yang encer dengan penggunaan kluwek yang tidak terlalu banyak. Kata Naira kalau kebanyakan kluwek, aromanya jadi aneh heheheh. Masalah selera yaa. Jadinya kalau masak rawon, aku bikin yang tidak terlalu pekat rasa kluweknya, tapi juga tidak terlalu encer. 







Rawon akan semakin enak apabila sudah diinapkan sebelum dihidangkan. Kuahnya semakin gurih, bumbu semakin meresap ke daging serta warna daging dan kuahnya akan semakin hitam.  Rawon biasanya disajikan dengan pelengkap berupa tauge pendek, telur asin, krupuk udang atau empal goreng. Empal adalah potongan daging yang dimasak dengan berbagai bumbu hingga meresap dan kemudian digoreng. Empal ada yang bercita rasa gurih dan ada juga yang terasa manis. Kalau aku lebih suka dengan empal yang dibumbui dengan gula merah, asam jawa, ketumbar dan dimasak dalam air kelapa. Rasanya manis dengan semburat asam, enaak deh.  
Pastinya udah banyak yang pinter masak rawon ya. Berikut ini adalah resep yang biasa kupakai untuk memasak rawon. Silahkan disesuaikan aja dengan selera keluarga ya ^^

RAWON
(Indonesian Black Soup)

Bahan :
500 gr tetelan + daging has (pakai full tetelan tambah enak)
1 batang serai, ambil bagian putihnya dan memarkan
5 helai daun jeruk, buang tulang daunnya
1 ruas lengkuas, memarkan
1 batang daun bawang, potong-potong
1 sdt gula pasir
3 sdt garam 
1/2 st merica bubuk
2 sdm minyak untuk menumis
2 liter air (tambahkan bila perlu)

Bumbu Halus :
7 butir bawang merah
5 siung bawang putih
5 buah kluwek, ambil isinya (kalau isinya kering, seduh dengan sedikit air)
1 sdt ketumbar
4 buah kemiri, sangrai
1 cm kunyit

Pelengkap :
tauge pendek
telur asin
bawang goreng
krupuk udang
empal goreng
sambel terasi

Cara Membuat :
- Rebus daging dalam air mendidih hingga setengah empuk. Ambil dagingnya, potong-potong dan saring air kaldunya kemudian masukkan kembali daging ke dalam air kaldu. Masak kembali,
- Panaskan minyak, tumis bumbu halus, serai, lengkuas dan daun jeruk hingga matang (kalau kurang matang, akan terasa langu). Masukkan ke dalam rebusan daging.
- Bumbui dengan garam, gula pasir dan merica bubuk. Masak hingga daging empuk dan bumbu meresap, jangan lupa test rasa hingga sesuai selera. Apabila air menyusut dan daging belum empuk, bisa ditambahkan air panas secukupnya ya.
- Sesaat sebelum diangkat, masukkan daun irisan daun bawang dan biarkan mendidih sekali lagi.
- Angkat dan sajikan dengan pelengkap

Notes :
 Jurus cepat membuat rawon tanpa harus merebus terlalu lama adalah dengan menggunakan panci tekan atau presto. Tapi menurutku, walaupun sudah dipresto menggunakan bumbu-bumbunya, tapi kayanya kurang meresap. Kalau ingin menggunakan cara ini, rawon lebih enak diinapkan dulu sebelum dihidangkan ya. 




Naah...ini dia empal goreng yang kubuat. Irisnnya tidak terlalu lebar dan tidak terlalu tebal seperti halnya yang disajikan di warung rawon hehehe. Maklum dagingnya cuma punya sedikit aja. Yang kubuat ini cita rasanya manis, gurih dengan semburat asam. 

EMPAL GORENG

Bahan : 
250 gr daging has, potong tipis melebar
750 ml air kelapa (bisa juga pakai air biasa)
2 helai daun salam
2 cm lengkuas, memarkan
50 gr gula merah, sisir halus
1 sdm asam jawa, larutkan sedikit air
minyak goreng secukupnya

Bumbu Halus :
4 siung bawang putih
1 sdt ketumbar
1 sdt garam

Cara Membuat :
- Campurkan daging, bumbu halus, daun salam, lengkuas, air asam jawa dan gula merah.
- Tuang air kelapa kemudian masak hingga daging empuk, bumbu meresap dan air menyusut. Angkat
- Goreng daging dalam minyak yang sudah dipanaskan. Jangan terlalu lama dan kering menggorengnya ya agar empal tidak keras.
- Siap disajikan.






Selamat mencoba ya. Cocok disajikan saat berbuka puasa atau juga sebagai menu sahur.
Selamat menunaikan ibadah puasa ^^

Thursday, July 17, 2014

ALMOND BROWNIE COOKIES



Postingan tentang cookies lagi ya, kali ini aku membuat almond brownie cookies yang merupakan salah satu varian dari bar cookies. Bar cookies adalah satu jenis cookies yang adonannya dituang ke dalam loyang besar dan dioven sebentar untuk kemudian dipotong-potong dan dioven kembali hingga kering. Adonan dari bar cookies ini teksturnya lembek sehingga tidak dapat dibentuk ataupun dicetak langsung di loyang kue kering. 

Ceritanya anak-anak kayanya udah mulai bosen liat Bundanya ngerjain cookies tiap hari. Walaupun tahun ini tidak menerima pesanan cookies, tapi tetap aja Bundanya harus bikin cookies untuk sahabat dan kerabat yang memang tiap tahun minta dibuatkan. Jadilah anak-anak mulai ribut, yang 1 minta dibuatin biscotti, yang lainnya minta dibuatin brownies. Akhirnya bikin bar cookies aja deh yang mirip-mirip dengan biscotti dan dibuat coklat seperti brownies hehehe. Bikinnya malem-malem, sambil ngantuk setelah ngerjain kastengel. Maksudnya sih sekalian ovennya nyala gitu. Akhirnya mulailah segala kekacaun, mulai dari ngambil loyang yang kekecilan sampai motong cookiesnya gak karuan. Aaah....namanya udah capek dan ngantuk ya, tapi tetap dipaksain aja, hasilnya gak bisa bagus deh. Untung aja gak salah ngambil bahan sehingga rasanya gak ikut kacau hihihi. Ntar deh lain kali pingin buat lagi yang penampilannya lebih bagus daripada yang ini ^^







ALMOND BROWNIE COOKIES

Bahan :
150 gr butter (boleh mix margarin)
100 gr gula pasir halus
50 gr DCC leleh
50 gr chocolate spread (aku pakai Nutella)
1 kuning telur
200 gr tepung terigu
10 gr maizena
20 gr coklat bubuk
75 gr almond sangrai, cincang kasar
50 gr chocochips


Cara Membuat :
- Siapkan loyang 24x24x4 cm, oles margarin, alasi kertas roti dan oles margarin kembali (aku kemarin ngambilnya loyang 20 cm dan hasil cookiesnya terlalu tebal)
- Kocok butter dan gula pasir halus kurang lebih 1 menit, asal tercampur rata.
- Masukkan DCC leleh, chocolate spread. Kocok hingga rata.
- Masukkan kuning telur, kocok rata.
- Masukkan tepung terigu, maizena dan coklat bubuk dengan cara diayak sambil diaduk rata menggunakan spatula / sendok kayu.
- Tambahkan almond cincang dan chocochips. Aduk rata.
- Tuang ke dalam loyang dan panggang dengan suhu 180'C selama 20 menit.
- Potong-potong dan tata di loyang kue kering. Panggang kembali dengan suhu 130'C selama kurang lebh 40 menit atau hingga kering.
- Angkat dan dinginkan di atas cooling rack.

Selain menggunakan almond, bisa juga digunakan kacang-kacangan yang lain, misalnya kenari atau mede. Bisa juga menggunakan cereal sebagai bahan tambahannya. Untuk variasi lain, bisa juga dikombinasikan dengan oatmeal, jadi nanti namanya jadi brownie oatmeal cookies ya ^^
Kembali ke anak-anak yang minta biscotti dan brownies, akhirnya kubilang kalau Bunda bikin biscotti brownies nih hihihi. Adek yang senang sekali, bolak balik ngambil di toples sementara kakaknya cuma bisa ngeliatin aja karena harus nunggu saat berbuka puasa untuk makannya. 




Masih penasaran banget pengen bikin bar cookies yang rapi dan cantik. Moga-moga ada kesempatan untuk bikin lagi yaa. 
Selamat menunaikan ibadah puasa. Keep baking and cooking ya ^^

AYAM GORENG KALASAN



Ayam goreng Kalasan adalah salah satu olahan ayam goreng yang cukup terkenal dan awalnya berasal dari daerah yang bernama Kalasan. Kalasan adalah nama sebuah daerah yang terletak di Jawa Tengah, dekat dengan Yogyakarta. Selain sajian ayam gorengnya yang lezat, di Kalasan juga terdapat sebuah candi yang cukup terkenal dan disebut juga sebagai Candi Kalasan. Apabila kita menuju Yogyakarta dari arah Solo, maka kita akan melewati Kalasan dan di sepanang jalan bisa kita jumpai berbagai resto yang menyajikan ayam goreng kalasan. 
Seperti kebanyakan cita rasa masakan yang berasal dari Jawa Tengah, ayam goreng kalasan ini bercita rasa manis gurih dengan aroma yang khas. Teksturnya crispy di luar tapi tetap lembut di dalam dengan bumbu yang meresap ke seluruh daging ayam. Hmmm...enak deh.




AYAM GORENG KALASAN

Bahan :
1 ekor ayam kampung muda, potong sesuai selera atau dibelah tidak terputus
1000 ml air kelapa (kalau tidak ada bisa pakai air biasa)
125 gr gula merah, sisir halus
2 helai daun salam
1 ruas lengkuas, memarkan
1 buah asam jawa, larutkan dengan sedikit air
minyak untuk menggoreng

Bumbu Halus :
5 siung bawang putih
1 sdt ketumbar
1 sdm garam

Cara Membuat :
- Campurkan ayam, bumbu halus, daun salam, lengkuas dan air asam.
- Tambahkan air kelapa kemudian rebus di atas api sedang hingga air menyusut.
- Panaskan minyak, goreng ayam hingga matang. Ayam cukup dibalik sekali saja ya, agar teksturnya tetap bagus. Kalau aku lebih suka menggorengnya sebentar saja sehingga bagian dalam tetap juicy dan hanya kering di bagian luarnya.
- Sajikan dengan lalapan dan sambal.

Kalau tidak ada ayam kampung, boleh aja pakai ayam potong. Memang akan terasa lebih nikmat menggunakan ayam kampung karena tidak berlemak dan dagingnya terasa lebih gurih. Dinikmati dengan nasi hangat...Alhamdulillah nikmat sekali. Setelah itu baru deh gadoin sayur asem...hehehe.

Selamat mencoba, siapa tau bisa menjadi salah satu alternatif menu berbuka puasa untuk keluarga.
Happy cooking ^^

Wednesday, July 16, 2014

PUTRI SALJU MEDE



Bismillahirrohmanirrohim
Pastinya udah familiar banget kan dengan cookies yang satu ini. Yuup...putri salju adalah salah satu jenis classic cookies yang biasanya selalu tersedia di Hari Raya. Biasanya putri salju ini ditemani dengan nastar dan juga kastengel. Kaya apa aja ya pakai istilah ditemani hihihi. Pastinya udah pada punya resep andalan untuk membuat putri salju yang enak kan. Atau bahkan putri salju untuk sajian Lebarannya sudah siap nih di lemari hehehe. Kalau dulu aku pernah posting resep putri salju tanpa kacang-kacangan, kali ini aku posting yang memakai mede. Bila tidak ada mede bisa diganti dengan jenis kacang-kacangan yang lain ya. Kalau memang lagi gak punya kacang-kacangan atau bahkan kurang suka, bisa memakai resep yang dulu pernah kuposting disini.

Putri salju mede ini teksturnya lembut dan crunchy. Untuk mendapatkan tekstur yang melted in the mount, gunakan full butter dan jangan dimix dengan margarin. Tapi semua kembali kepada selera ya, silahkan kalau suka dimix dengan margarin. 






PUTRI SALJU MEDE

Bahan :
200 gr butter
100 gr gula pasir yang dihaluskan
250 gr kacang mede sangrai dan haluskan
200 gr tepung terigu
1 sdm susu bubuk full cream

Bahan Taburan :
gula halus secukupnya (kurang lebih 200 gr)
gula donat secukupnya

Cara Membuat :
- Kocok butter dan gula halus kurang lebih selama 2 menit, asal adonan tercampur rata.
- Masukkan mede halus, aduk rata menggunakan sendok kayu.
- Masukkan tepung terigu dan susu bubuk dengan cara diayak sambil diaduk hingga rata.
- Bulatkan adonan, simpan dalam kulkas selama kurang lebih 30 menit kemudian bisa dicetak / dibentuk sesuai selera.
- Panggang dalam oven 140'C selama kurang lebih 20 menit hingga matang. 
- Panas-panas gulingkan di gula halus hingga terbalut rata kemudian gulingkan di atas gula donat.

Tips :
- Memanggang putri salju tidak perlu sampai permukaannya terlihat kecoklatan, cukup hingga permukaannya kering dan kokoh. Apabila loyang diketukkan dan putri salju bisa terlepas berarti putri salju sudah matang.
- Agar putri salju bisa terlihat cantik di toples, tata putri salju di dasar toples kemudian taburi gula donat baru ditata lagi diatasnya dan taburi kembali dengan gula donat. Demikian seterusnya hingga toples penuh.






Suamiku memang kurang suka dengan putri salju karena beliau lebih senang dengan cookies yang gurih dan ngeju seperti kastengel. Kalau anak-anak dan yang "tukang bebikinan" ...hmmm...suka banget dengan putri salju. Mau bikin yang pakai atau tanpa kacang-kacangan, tetep aja suka. Adek bilangnya ini kue bulan putih, karena memang bundanya gak pernah bikin putri salju dengan bentuk selain bulan sabit ini hehehe. 
Yang belum bikin putri salju untuk sajian keluarga dan kerabat....mungkin bisa dicoba resep ini ya.

Happy Baking dan selamat menunaikan ibadah puasa ^^

Monday, July 14, 2014

CHEESE BALL COOKIES



Bismillah...
Akhirnya sempat juga bikin cookies di Ramadhan ini dan cookies pertama yang kubuat adalah cheese ball cookies. Ada yang bilang kalau cheese ball cookies ini adalah "saudara"nya atau "tetangga dekat" dari kastengel hehehe. Dari namanya juga kita bisa tau kalau cookies yang satu ini "ngeju" banget rasanya, yaa...seperti halnya kastengel kan. Bahan-bahan yang digunakan juga mirip, yaitu paduan 2 jenis keju yang pasti disukai cheesy lovers. Kali ini aku memakai keju edam dan cheddar. Bisa juga menggunakan parmesan dan cheddar atau bahkan full parmesan atau full edam. Silahkan disesuaikan dengan selera. 
Yang unik dari cheese ball cookies adalah pemakaian biskuit keju yang dihaluskan dalam adonan dan juga sebagai pelapisnya. Sekilas penampilannya jadi mirip bitterbalen mini ya hehehe, karena memang seperti dipanir. Resepnya asli dari Ibu Fatmah Bahalwan kemudian dimodif lagi agar sesuai dengan selera. Karena aku memakai biskuit keju yang cukup kuat rasa kejunya, jadi aku kurangi pemakaian keju edam dan cheddarnya. Selain itu aku juga memakai kombinasi butter dan margarin. Hasilnya...tetap ngeju dan enak. Resep asli bisa bisa dilihat di sini ya. Resep di bawah adalah resep yang sudah sedikit aku modif.




CHEESE BALL COOKIES

Bahan :
200 gr butter
200 gr margarin
2 butir kuning telur
125 gr keju edam, parut halus
100 gr keju cheddar, parut halus
350 gr tepung terigu protein rendah / sedang
50 gr susu bubuk full cream
100 gr biskuit keju, haluskan dan ayak
150 gr biskuit keju, haluskan

Cara Membuat :
- Kocok butter, margarin dan telur selama kurang lebih 3-5 menit. Matikan mixer.
- Masukkan keju edam dan keju cheddar. Aduk rata menggunakan sendok kayu.
- Masukkan tepung terigu, susu bubuk dan 100 gr biskuit keju. Aduk hingga tercampur rata.
- Bulatkan adonan (kurang lebih berat 8-10 gr), gulingkan pada biskuit keju dan tata pada loyang. Lakukan hingga habis.
- Panggang dalam oven suhu 150'C selama kurang lebih 30 menit (tergantung masing-masing oven ya).
- Angkat, dinginkan di atas cooling rack dan setelah benar-benar dingin baru disimpan di wadah kedap udara.




Cheesy lovers....kayanya wajib deh untuk mencoba cookies yang satu ini. Cantik juga sebagai salah satu cookies yang disajikan saat Lebaran nanti atau sebagai hantaran kepada keluarga dan sahabat.
Selamat mencoba....selamat menunaikan ibadah puasa ya ^^
Happy Baking