Wednesday, April 23, 2014

GONGSO ATI AMPELA



Gongso adalah salah satu menu legendaris yang berasal dari tanah kelahiranku, Semarang. Gongso dalam bahasa Jawa, artinya adalah ditumis dalam waktu yang agak lama. Selama ini kuliner populer dari Semarang yang sering disebut adalah lumpia, tahu gimbal atau bandeng presto. Yang belum pernah merasakan menu gongso ini, kayanya wajib mencoba kalau kebetulan singgah di Semarang. Aslinya gongso ini bahannya adalah babat, sehingga disebut dengan babat gongso. Gongso bercita rasa pedas manis yang menggugah selera. Cukup disajikan dengan lalapan dan nasi putih hangat...bisa bikin ketagihan lho hehehe. Ada yang bilang kalau menu gongso ini bikin kolesterol naik karena memakai jerohan. Yaa...sesekali gak apa-apa ya, kan gak tiap hari tuh makan jerohan hehehe.

Dulu ketika masih kuliah di Semarang, aku sering banget beli menu gongso. Di daerah Tembalang - Semarang, dulu gongso tidak terbatas dengan isian babat saja, tapi ada juga gongso ayam, gongso ati ampela dan juga gongso telur. Penampilannya pun berbeda jika dibandingkan dengan menu asli gongso, yaitu ada penambahan kol dan ada sedikit kuah. Pokoknya menu gongso ini jadi menu favorit kami anak kost hehehe. Masih ingat aja kalau bulan Ramadhan tiba, biasanya malam-malam beli gongso dan saat sahur kami tinggal menghangatkan sebentar, siap deh jadi menu sahur yang lezat. Jadi membuat gongso ini sekaligus jadi obat kangen juga dengan menu kuliner Semarang.

Kalau kali ini aku bikin gongso ati ampela dan bukannya gongso babat, sebenarnya karena memang aku gak doyan babat. Selain gak doyan, aku juga gak bisa mengolah babat. Kebetulan ada stok ati ampela ayam kampung di kulkas, jadi terpikir deh untuk diolah menjadi gongso ati ampela. Resep yang kutulis disini sebenarnya tidak otentik dengan gongso ala Semarang. Aku sesuaikan lagi dengan selera keluarga. Biasanya kalau penjual gongso di Semarang, cukup memakai bumbu iris saja dan babat tidak diungkep bersama bumbu-bumbu. Karena aku tidak pernah memakai penyedap ketika memasak, aku rebus ati ampela ini bersama bumbu ungkep, jadi bumbunya meresap dan ati ampelanya juga terasa lebih sedap. Silahkan disesuaikan dengan selera masing-masing ya.




GONGSO ATI AMPELA

Bahan :
10 pasang ati ampela ayam
5 butir bawang merah, iris tipis
3 sdm kecap manis
garam dan gula pasir secukupnya
150 ml air
3 sdm minyak goreng

Bumbu Ungkep :
3 butir bawang merah, haluskan
2 siung bawang putih, haluskan
1 sdm gula merah, sisir halus
2 helai daun salam
2 cm  ruas lengkuas, memarkan
2 cm jahe, memarkan
1/2 sdt ketumbar halus

Bumbu Halus :
5 cabe merah keriting
7 cabe rawit
7 butir bawang merah
5 siung bawang putih
1 cm kunyit, dibakar

Cara Membuat :
- Rebus ati ampela dalam air bersama bumbu ungkep hingga empuk dan meresap. Angkat dan potong kecil-kecil.
- Panaskan minyak goreng, tumis bawang merah hingga matang dan harum. Masukkan ati ampela.
- Tumis hingga agak kering. Angkat dan sisihkan.
- Dengan memakai sisa minyak tumisan tadi, masukkan bumbu halus. Tumis hingga matang dan harum.
- Masukkan ati ampela dan beri kecap manis. Bumbui dengan garam dan gula pasir kemudian tuang air. Masak hingga meresap kemudian test rasa.
- Teruskan memasak hingga kering, atau boleh juga kalau lebih suka yang sedikit berkuah.
- Angkat, taburi bawang goreng dan siap disajikan hangat.

Bisa juga ditambahkan irisan tomat bila suka atau seperti gongso versi jaman aku nge-kost dulu, memakai tambahan kol. Enak juga kok.




Selamat mencoba ^^

Tuesday, April 22, 2014

MIE WORTEL (ORANGE) HOMEMADE

Bismillahirrohmanirrohim...
Bikin mie lagi. Setelah beberapa waktu yang lalu bikin mie hijau yang terbuat dari sawi, sebenarnya sudah beberapa kali bikin mie lagi, tapi mie telur biasa aja. Kali ini bikin mie orange yang terbuat dari sari wortel. Sebenarnya pengen bikin mie ungu yang terbuat dari sari ubi ungu, tapi mikir juga nanti kalau direbus kayanya mie-nya jadi gelap banget warnanya heheheh. Bisa diprotes anak-anak deh. Akhirnya bikin mie wortel aja, anak-anak pasti suka dengan warnanya yang cantik.




Biasanya kalau bikin mie, aku hanya membuat 500 gr tepung terigu saja. Itu sudah cukup untuk membuat 2 macam olahan mie untuk kami sekeluarga. Karena akhir pekan kemarin keponakan pada datang, jadi aku bikin mie dari 1 kg tepung terigu. Kalau gak ingin membuat dalam jumlah yang terlalu banyak, silahkan membuat 1/2 dari resep berikut ya. Resepnya sama dengan yang kupakai membuat mie hijau, hanya pemakaian sawi diganti dengan wortel.






MIE WORTEL HOMEMADE

Bahan :
1 kg tepung terigu protein tinggi
4 sdm tepung sagu
1,5 sdm garam halus
6 butir telur
2 buah wortel (aku pakai wortel import yang manis), blender dengan 300 ml air dan saring

Cara Membuat :
- Kocok lepas telur, kemudian tambahkan jus wortel hingga volume 400 ml. Aduk rata.
- Campur dan aduk rata tepung terigu, tepung sagu dan garam. 
- Tuang campuran telur dan jus wortel sedikit demi sedikit. Hentikan bila dirasa sudah pas atau tambahkan jus wortel bila dirasa adonan masih kering. Uleni hingga kalis.
- Masukkan adonan ke dalam pasta maker, giling dengan nomor besar terlebih dahulu hingga halus. Tambahkan tepung sagu agar tidak lengket. 
- Kecilkan nomor gilingan hingga ketebalan yang diinginkan.
- Masukkan ke dalam cetakan mie dan cetak sesuai selera.
- Adonan mie siap digunakan.

Ketika direbus, warna mie wortel ini memang tidak secerah ketika masih mentah, tapi tetap berbeda dibandingkan dengan warna mie telur biasa. Mienya cukup lembut dan ada sedikit rasa manisnya menurutku. Mungkin karena aku pakai wortel manis ya. Tapi kalau kata yang lain sih, mereka gak merasa tuh rasa manisnya hehehe.




Ini warna mienya beda ya hehehe. Maksud hati mau bikin foto versi gelap-gelapan nih, tapi lightingnya gak bener, jadi deh warna mienya beda gini dibanding foto yang di atas. Harap maklum ya...masih belajaran tiada henti nih ^_^

Monday, April 21, 2014

SIMPLE BANANA CUP CAKE



Bismillah...
Postingan tentang banana cake lagi ya...tapi kali ini dalam bentuk cup cake. Kebetulan dapat kiriman pisang raja yang enak banget, udah diolah menjadi kolak yang memang menu wajib kesukaan suami dan juga sudah dibagi sama Mama. Ada sisa 4 buah yang sudah matang dan tentunya manis sekali. Tadinya pingin banget bikin roti pisang, tapi kayanya sudah terlalu lembek teksturnya. Akhirnya balik lagi kan bikin banana cake hehehe. Biar beda, kali ini dibuat cup cake aja. Kebetulan ada cup case merah yang kayanya bolak balik dipakai tapi gak habis-habis juga, pengen beli warna lain tapi kok ya masih ada aja stok yang merah ini hihihi. Jadi deh dihabisin aja cup case-nya untuk banana cup case ini.

Dinamakan simple banana cup cake, karena memang selain cara pembuatannya yang cukup mudah, juga karena bahan-bahannya yang sederhana. Maksud hati sih pengen dikasih keju, kismis atau chocochips, tapi entah kenapa kayanya pikiran udah blank aja. Kismis udah disiapin, ternyata lupa gak dimasukin hiiks. Ya udah deh gak apa-apa, cocok juga kan ama judulnya, jadi banana cup cake-nya benar-benar simple. Biar dinamakan simple, tapi rasanya enak lho. Harumnya ketika masih di oven udah kemana-mana ^^




Resepnya asli bisa milik Mbak Rachmah yang diposting di event NCC Banana Week. Berikut resep yang sudah kumodifikasi ya

SIMPLE BANANA CUP CAKE

Bahan :
75 gr butter
75 gr margarin (boleh juga pakai full butter atau full margarin)
150 gr gula halus
1/2 sdt vanilla bubuk
3 butir telur
4 buah pisang, lumatkan (aku pakai pisang raja)
230 gr tepung terigu
10 gr maizena
1/2 sdt baking powder

Cara Membuat :
- Panaskan oven 170'C. Siapkan cup case
- Campur dan ayak, tepung terigu, maizena dan baking powder. Sisihkan.
- Kocok butter, margarin, gula halus dan vanilla bubuk hingga lembut.
- Masukkan telur satu persatu sambil terus dikocok hingga mengembang dan tercampur rata.
- Masukkan pisang yang sudah dilumatkan, kocok hingga rata. Matikan mixer.
- Masukkan campuran tepung, aduk balik hingga tercampur rata. Do not overmix ya.
- Tuang ke dalam cup case hingga 3/4 tinggi cup. Oven hingga matang.
- Angkat dan biarkan dingin.

Beneran deh...ketika masih dipanggang, cup cake ini sukses bikin suamiku penasaran dan intip-intip oven hehehe. Saking harumnya aroma cup cake-nya. Kalau ingin yang lebih spesial, bisa ditambahkan topping prunes seperti yang dibuat mbak Rachmah. Enak juga jika dipadukan dengan gula palem atau kayu manis bubuk. Wuiih...pasti aromanya lebih menggoda.






Akhirnya....cup case merah-ku habis juga hihihi. Tinggal ngabisin stok cup case silver dan gold baru ntar hunting cup case baru >_<  
Happy baking banana cup cakes.

Friday, April 18, 2014

CAKALANG PAMPIS



Cakalang pampis adalah salah satu masakan tradisional yang berasal dari Manado - Sulawesi Utara. Sajian ini berupa ikan cakalang yang disuwir-suwir dengan bumbu khas Manado. Seperti yang kita ketahui bahwa masakan Manado sebenarnya bumbunya cukup sederhana tapi kaya akan rempah daun. Hal ini yang membuat cita rasanya jadi luar biasa enak. Untuk membuat pampis, sebenarnya tidak harus menggunakan ikan cakalang. Kita bisa memakai ikan yang mempunyai daging tebal dan durinya sedikit, contohnya adalah tongkol. Selain itu kita bisa memakai tenggiri atau kakap bila suka. Di Manado, ikan cakalang selain banyak diolah menjadi cakalang pampis, sering juga diolah menjadi cakalang fufu atau cakalang asap. Sedangkan menu cakalang pampis ini juga bisa digunakan sebagai isian jajanan khas Manado, diantaranya adalah lalampa dan panada. 

Inspirasi memasak memang bisa datang dari mana saja. Salah satunya menurutku ya datang pada saat kita berbelanja. Beberapa hari yang lalu ketika berbelanja di pasar tradisional, aku lihat ada ikan cakalang yang masih terlihat segar. Yang terbayang saat itu adalah menu cakalang pampis yang syedap ini hehehe. Cakalang pampis yang dimasak kering dan ditempatkan di wadah kedap udara serta disimpan di kulkas bisa jadi menu darurat di kala malas masak lho. Cukup panaskan sebentar dan sajikan bersama nasi hangat, hmmm....menu daruratnya bisa bikin nambah-nambah hehehe. 

CAKALANG PAMPIS

Bahan :
2 ekor ikan cakalang ukuran sedang (kurleb 1 kg)
1 batang serai, ambil bagian putihnya dan memarkan
10 helai daun jeruk, buang tulang daunnya dan iris halus
2 helai daun kunyit, iris halus
2 helai daun pandan, iris halus
1 genggam daun kemangi
garam dan gula pasir secukupnya
2 sdm minyak untuk menumis

Bumbu Halus :
12 butir bawang merah
7 siung bawang putih
5 cabe merah keriting
5 cabe merah besar
5 cabe rawit
2 cm jahe
2 cm kunyit

Cara Membuat :
- Bersihkan ikan cakalang, kemudian kukus hingga matang selama kurang lebih 30 menit. Dinginkan dan suwir-suwir. Sisihkan. Berat bersih setelah disuwir ini kurleb 300 gr. 
- Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga matang dan harum. Pastikan bumbu ditumis hingga matang ya agar nanti aroma bumbu tidak langu. Bisa ditambahkan minyak seperlunya apabila minyak sudah menyusut sementara bumbu belum matang.
- Masukkan serai, daun pandan, daun kunyit dan daun jeruk. Aduk hingga rata.
- Bumbui dengan garam dan gula pasir.
- Masukkan ikan suwir. Aduk rata dan test rasa. 
- Masak hingga bumbu meresap dan ikan menjadi kering. Sesaat sebelum diangkat, masukkan daun kemangi dan masak sebentar hingga daun kemangi layu.
- Angkat dan siap disajikan.




Alhamdulillah...terasa nikmat sekali. Menurutku paling enak kalau cakalang pampis ini dimasak super pedas seperti halnya khas Manado. Tapi karena anak-anak juga ikut ngicipin, jadi aku gak bisa bikin yang super pedas. Gini aja udah enak kok. Sekilas cakalang pampis ini mirip dengan abon ikan ya, tapi kalau abon teksturnya lebih halus lagi dan tentunya lebih kering. Menu ini bisa disajikan dengan salah satu sayuran khas Manado, yaitu rica rodo. Dulu pernah sih posting fotonya di menu orderan, tapi ternyata belum ditulis resepnya ya hehehe. Kalau kemarin udah gak sempat lagi foto-foto rica rodo.
Eh ya...kalau membuat cakalang pampis dalam jumlah banyak, selain bisa disimpan dan dijadikan stok makanan, bisa juga dijadikan lalampa atau panada. In shaa Allah...semoga nanti bisa posting juga saat membuat lalampa.




Selamat mencoba, semoga sesuai dengan selera keluarga. Happy Cooking ya 

Wednesday, April 16, 2014

PUDING CAPPUCCINO

Bismillahirrohmanirrohim...
last minute menjelang deadline even Masak Bareng Yuuk... Gini nih kalau santai-santai, gak terasa udah mau ditutup aja eventnya hehehe. Sebenarnya sih bikinnya sudah dari minggu lalu, tapi fotonya betah banget diem di kamera dan gak dipindah-pindah apalagi diedit huhuhu. Untuk event kali ini temanya adalah "Puding Dingin".






Puding adalah salah satu dessert yang banyak disukai. Bahan baku puding sebenarnya tidak terbatas pada penggunaan agar-agar saja, tapi bisa juga menggunakan roti, biskuit, gelatin, konyaku atau tepung. Cara pembuatan puding juga tidak terbatas hanya dengan memasak dan mendinginkan saja, tapi bisa juga dipanggang atau dikukus sehingga puding bisa disajikan panas ataupun dingin. Salah satu contoh dari puding yang disajikan panas sebagai hot dessert antara lain adalah puding roti atau bread pudding. Sedangkan puding dingin tentunya sudah sangat populer dengan aneka ragamnya. Puding dingin sangat mudah dikreasikan menurut selera kita. Bisa disajikan dengan aneka buah-buahan, coklat, biskuit dan lain sebagainya. Untuk event kali ini saya membuat puding sederhana yaitu Puding Cappuccino.




Sebenarnya puding cappuccino ini sebagai "tombo kangen" saya akan kopi. Dulu saya adalah salah satu penikmat kopi. Kenal kopi sejak jaman kuliah dan terus berlanjut hingga saya menikah. Tidak sampai menjadi coffee addict, tapi saya dulu memang suka sekali kopi. Sampai pada akhirnya saya mengurangi konsumsi kopi. Saat ini belum tentu 1 bulan sekali saya menikmati kopi hehehe. Jadi puding cappuccino ini memang bener-bener obat kangen akan aroma kopi

PUDING CAPPUCCINO

Bahan Puding :
1 bungkus agar-agar bubuk plain
125 gr gula pasir
2 sdt kopi bubuk instan (saya pakai yang tanpa ampas)
2 sdt cappuccino bubuk
800 ml susu cair
1 kuning telur, kocok lepas
1 sdt pasta kopi (optional atau bisa diganti pasta coklat)

Bahan Mousse :
1 bungkus agar-agar bubuk plain
50 gr gula pasir
300 ml susu cair
1/2 sdt pasta kopi (optional)
2 putih telur
sejumput garam
25 gr gula pasir

Topping :
whipcream kocok, red cherry, coklat bubuk untuk taburan.

Cara Membuat :
- Lapisan Puding : Campur agar-agar bubuk, gula pasir, kopi bubuk dan cappuccino bubuk. Aduk rata. Tuang susu dan masak sambil diaduk hingga mendidih.
- Ambil 1 sendok sayur adonan, tuang ke dalam kuning telur yang dikocok lepas, aduk hingga rata. Tuang kembali ke dalam larutan puding kemudian aduk cepat dan masak hingga mendidih. Tuang pasta coklat dan aduk rata.
- Tuang ke dalam cetakan atau gelas saji, biarkan hingga mengeras. Sisihkan.
- Lapisan Mousse : Campur agar-agar bubuk dan gula pasir, tambahkan susu cair kemudian masak hingga mendidih. Tuang pasta coklat, aduk rata.
- Dalam wadah yang bersih, kocok putih telur bersama garam dan gula dengan mixer kecepatan tinggi hingga kaku. 
- Tuang larutan puding ke dalam kocokan putih telur, kemudian kocok perlahan hingga tercampur rata.
- Tuang ke atas puding yang sudah beku. Dinginkan.
- Menjelang disajikan hias sesuai selera dengan whipcream kocok dan taburi dengan coklat bubuk.

Untuk membuat puding dengan lapisan yang miring seperti yang saya buat ini dengan cara meletakkan gelas / cup puding di wadah yang sudah diisi dengan beras / kacang-kacangan seperti foto berikut.






Alhamdulillah...lumayan juga untuk obat kangen aroma kopi. Bila menginginkan aroma kopi yang lebih kuat, penggunaan cappuccino bubuk bisa disubstitusi dengan kopi bubuk ya, jadi total penggunaaan kopi bubuk sebaanyak 4 sdt. Bisa ditambahkan sedikit gula pasir apabila ingin rasanya tetap manis. Bisa juga menambahkan sedikit bubuk kopi pada lapisan mousse agar aroma kopinya lebih terasa.






Sekian...entry untuk event Masbar tema Puding Dingin...semoga berkenan ya ibu-ibu admin. Janji deh besok-besok diusahakan untuk setor lebih awal hehehe.
Masak Bareng Yuuk!!!

LBT #31 BAKPIA PATHUK UBI UNGU



Bismillahirrohmanirrohim...
Tema dari LBT #31 adalah Bakpia. Bakpia adalah makanan yang terbuat dari campuran kacang hijau dengan gula yang dibungkus dengan tepung kemudian dipanggang. Istilah bakpia sendiri berasal dari dialek Hokkian (Hanzi :  肉餅), yaitu dari kata "bak" yang berarti daging dan kata "pia" yang berarti kue sehingga secara harfiah berarti kue berisikan daging. Di Indonesia kemudian dikenal dengan nama pia atau kue pia.

Bakpia termasuk salah satu masakan yang populer dari keluarga Cina atau Tionghoa. Bakpia yang cukup dikenal salah satunya berasal dari daerah Pathok (Pathuk), Yogyakarta. Mengingat masyarakat Jogja cukup banyak yang beragama Islam, pada perkembangannya, isi bakpia yang semula daging babi pun diubah menjadi kacang hijau. Kemudian rasa-rasa dari bakpia dikembangkan menjadi cokelat, keju, kumbu hijau, dan kumbu hitam. Di desa Pathok, dulunya penduduk tidak mengenal istilah "merek", sehingga bakpia yang dijual hingga saat ini berlabel "nomor rumah produsen", misalnya nomor 75. Kemudian barulah muncul beberapa merek bakpia yang bukan dari nomor rumah, seperti Djava dan lain-lain.
Pada perkembangannya, bakpia semakin populer dan tidak hanya menjadi "milik" daerah Yogyakarta saja. Sekarang ini kita dengan mudah menjumpai bakpia telah menjadi oleh-oleh khas dari beberapa daerah, misalnya Bali dengan Pia Legong atau Malang dengan Bakpia Telo. 




Bakpia sendiri terdiri dari bakpia basah dan bakpia kering. Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat kedua jenis bakpia tersebut sebenarnya sama saja. Yang membedakan adalah cara pembuatannya. Bakpia basah dibuat dengan melipat adonan 1x saja kemudian adonan direndam di dalam minyak. Sedangkan bakpia kering dibuat dengan melipat adonan selama beberapa kali. Proses melipat adonan selama beberapa kali ini lah yang membuat bakpia kering terlihat berlapis-lapis dan terasa renyah. Membuatnya mirip dengan kalau kita membuat kulis pastry. Untuk isiannya sekarang sudah terdapat berbagai macam variasi, tidak hanya terpaku pada isian kacang hijau. Isian yang bisa digunakan antara lain adalah coklat, keju, aneka kacang-kacangan, ubi dan juga selai. Ada juga bakpia basah yang teksturnya empuk mirip dengan roti. Proses pembuatannya menggunakan ragi seperti proses pembuatan roti. Adonannya dibentuk kecil-kecil dengan isian mirip dengan bakpia. 

Untuk LBT #31 ini aku membuat bakpia ala Pathuk dengan isian ubi ungu. Bakpia ala Pathuk ini termasuk salah satu jenis bakpia basah. Untuk isiannya aku memakai ubi ungu yang memang kebetulan aku punya stok frozennya di kulkas. Sebenarnya paling suka dengan bakpia isi kacang hijau, tapi ternyataa....sedang gak punya stok kacang hijau di rumah. Jadi pakai yang ada aja ya. Resep yang kupakai adalah resep Mbak Diah Didi.



BAKPIA PATHUK UBI UNGU

Bahan Lapisan I :
125 gr tepung terigu protein sedang
65 gr tepung terigu protein tinggi
2 sdm gula pasir
1/2 sdt garam
100 ml air
200 ml minyak sayur (50 ml untuk dicampurkan adonan dan 150 ml untuk merendam)

Bahan Lapisan II :
65 gr tepung terigu protein sedang
25 ml minyak sayur
1/2 sdm margarin

Bahan Isian Ubi Ungu :
250 gr ubi ungu, kukus dan haluskan
4 sdm gula pasir halus
2 sdm susu bubuk
2 sdm margarin

Cara Membuat :
- Isian Ubi Ungu : Campur semua bahan menjadi satu kemudian bentuk bulat-bulat. Apabila bahan isian terasa terlalu lembek, bisa dipanggang sebentar sekitar 5 menit agar "kesat" baru kemudian dibentuk bulat.
- Lapisan II : Campur semua bahan menjadi satu, aduk rata dan sisihkan.
- Lapisan I : Panaskan air, tidak usah sampai mendidih kemudian masukkan gula. Aduk rata hingga gula larut.
- Campur terigu dan garam kemudian tuang air larutan gula, uleni hingga rata. Tuang minyak sayur, uleni hingga adonan kalis. Awalnya adonan akan terasa sangat basah oleh minyak, jangan khawatir teruskan menguleni hingga didapatkan tekstur yang kalis.
- Bagi lapisan I dan II menjadi beberapa bagian sama rata. Aku menimbang lapisan I kurang lebih @17 gr dan lapisan II kurang lebih @5 gr. Bentuk bulat.
- Ambil 1 bagian lapisan I, gilas dan tambahkan lapisan II di atasnya hingga rata. Lipat bentuk amplop kemudian satukan ujung-ujungnya (bentuk bulat).  Lakukan hingga adonan habis.
- Rendam adonan di dalam minyak selama 15 menit. Jangan terlalu lama merendam agar teksturnya tidak kering.
- Setelah 15 menit, angkat bakpia dari rendaman minyak dan tiriskan.
- Gilas adonan, beri isi dan bentuk bulat pipih. Buat sedikit lipatan bagian bawah agar bentuknya rapi. Lakukan hingga habis.
- Panggang dalam oven 200'C selama 15 menit hingga permukaannya kecoklatan, balik bakpia hingga sisi lainnya kecoklatan.
- Angkat dan dinginkan.







Sebenarnya kemarin ada juga fotoin beberapa step dari pembuatan bakpia ini, tapi ntar ya postingnya fotonya belum dipindah ke laptop hehehe. Biasaaa...lagi kumat malesnya. 
Enak juga sih bakpia isi ubi ungu ini, walau aku tetap lebih suka yang versi original pakai isian kacang hijau. Alhamdulillah bakpia ubi ungunya laris manis, tapi tetap aja ditagih kapan bikin yang isian kacang hijau hehehe. In shaa Allah nanti bikin juga yaa..




Terima kasih untuk challenge-nya LBT. Berkat LBT jadi merasakan bikin bakpia sendiri. Ternyata tidak sesulit yang dibayangkan. Memang yang penting kita mau mencoba terlebih dahulu baru tau dimana tingkat kesulitannya. Salam LBT ^^

Monday, April 14, 2014

SAUSAGE PINWHEEL PIZZA



Bismillahirrohmanirrohim
Sudah lama penasaran ingin membuat pinwheel pizza. Pizza ini bentuknya lucu seperti roda, atau kalau anakku bilang bentuknya seperti matahari. Tadinya sempat bingung sih, mau bikin pizza atau bikin donat ubi. Bahan-bahannya keduanya sudah disiapkan semua, ubi sudah keluar kulkas, saus bolognese juga siap. Mau bikin keduanya, jelas gak sempat donk ya. Kalau nanya anak-anak, mereka bilang mau semua hehehe. Akhirnya karena beberapa hari kemarin camilannya sudah gorengan, aku putuskan bikin pizza aja.
Sebenarnya bahan-bahan untuk pizza juga seadanya. Cuma punya sedikit daging giling dan sosis, tapi menurutku itu sudah cukup. Kebetulan anak-anak juga paling suka dengan pizza topping sosis.

Pinwheel pizza ini bisa dibuat dengan menggunakan resep crust pizza sesuai selera sih. Mau bikin pizza yang empuk ala roti atau pizza tipis, bisaa aja. Toppingnya juga silahkan disesuaikan dengan selera ya. Kali ini aku lagi gak pengen bikin pizza empuk, pengennya bikin crust ala pizza klasik yang tipis. Resepnya bisa pakai resep andalan masing-masing atau boleh juga pakai resep yang kupakai berikut ini. Tadi coba juga fotoin beberapa step dari pembuatan pinwheel pizza ini, tapi...hasil fotonya jelek banget huhuhuhu. Gini nih kalau bikin pizza pasti anak-anak ngikut bantuin. Bundanya jadi gak konsen sama sekali. Udah gitu ada 1 step yang lupa kefoto, sedangkan adonan udah habis...haduuh. Akhirnya adonan dibuka lagi, jadi hasil fotonya tambah belepotan. Cuma sempat sekali jepret karena anak-anak udah ribut dan ternyata hasilnya blur hahaha. Nasib deh ya. Tapi semoga beberapa foto seadanya ini bisa membantu untuk yang pengen bikin pinwheel pizza.


SAUSAGE PINWHEEL PIZZA

Bahan Crust Pizza :
150 gr tepung terigu protein tinggi
50 gr tepung terigu protein sedang
1/2 sdt ragi instan
135 ml air hangat
1/2 sdm gula pasir
1/2 sdt garam
1 sdm minyak zaitun

Topping :
saus pizza / saus bolognese secukupnya
daging giling secukupnya
sosis, iris tipis
oregano secukupnya
keju mozarella secukupnya
keju parmesan (optional)

Olesan :
1 kuning telur + 2 sdm susu cair, aduk rata

Cara Membuat Crust Pizza :
- Campurkan ragi instan dan air hangat. Diamkan selama 10 menit hingga timbul buih-buih. Jangan gunakan air yang terlalu panas ya karena dapat merusak ragi.
- Campurkan tepung terigu dan gula, aduk rata. Tuang larutan ragi. Aduk hingga rata dan uleni hingga 1/2 kalis.
- Tambahkan minyak zaitun dan garam, kemudian uleni kembali hingga kalis dan elastis.
- Bulatkan adonan, kemudian diamkan selama 45-60 menit hingga mengembang.
- Adonan siap digunakan.

Penyelesaian :
- Setelah adonan mengembang, kempiskan adonan dan uleni kembali sebentar. Bagi adonan menjadi 2 bagian sama besar.


- Ambil satu bagian adonan, gilas dengan menggunakan rolling pin.


- Pindahkan adonan ke loyang yang sudah dioles tipis margarin, kemudian cetak bulat. Aku memakai tepian loyang bulat untuk mencetaknya.


- Buat titik di tengah adonan, kemudian buat irisan dari titik tersebut. Jangan terlalu panjang ya.


- Olesi saus bolognese dan beri topping di tepi irisan, taburi dengan keju mozarella dan parmesan. Ambil ujung irisan dan lipat ke tepian adonan. Diamkan selama 10-15 menit.


- Olesi permukaan crust dengan bahan olesan dan taburi keju parmesan.
- Panggan dalam oven suhu 190'C hingga matang.
- Angkat dan sajikan hangat.

Maaf yaa....foto tutorialnya benar-benar seadanya. Live from my kitchen hihihi. Semoga melalui foto-foto seadanya ini bisa dimengerti cara pembuatannya ya.

Berikut ini aku share resep saus pizza / saus bolognese. Intinya sama aja dengan yang pernah kutulis disini, hanya aku tidak memakai campuran daging giling dan airnya menggunakan air kaldu. Bisa dibuat dalam jumlah banyak kemudian simpan di wadah tertutup, letakkan di kulkas. Setiap akan menggunakan cukup dipanaskan sebentar saja

SAUS PIZZA

Bahan :
5 buah tomat, buang biji dan kulitnya, blender hingga halus
50 gr pasta tomat
100 gr saus tomat
1 buah bawang bombay, cincang halus
2 siung bawang putih, cincang halus
1 sdm gula pasir
1 sdt garam
1/4 sdt merica bubuk
1 sdt oregano
100 ml air kaldu
2 sdm olive oil untuk menumis

Cara Membuat :
- Panaskan minyak, tumis bawang bombay dan bawang putih hingga harum.
- Masukkan tomat, pasta tomat dan saus tomat. Aduk hingga rata.
- Bumbui dengan garam, gula pasir dan merica bubuk. Aduk rata.
- Tambahkan air kaldu dan oregano. Masak hingga mengental kemudian test rasa.
- Angkat dan siap digunakan.




Anak-anak tentunya senang sekali melihat pinwheel pizza ini. Bagi mereka, bentuknya lucu hehehe. Sayangnya yang kufoto ini, lelehan mozarellanya tidak terlihat ya, karena memang setelah dingin baru sempat fotoinnya. Kalau yang satu bulatan lagi sudah habis sesaat setelah matang, jadi masih keliatan lelehan si mozza, tapi gak bisa difoto donk karena langsung ludes. Alhamdulillah.



Selamat mencoba pinwheel pizza. Happy Baking ^^